Rabu Berkah TP PKK Jambi Tak Sekadar Sarapan, Warga Diedukasi Soal Sampah dan Keuangan Ilegal
- account_circle GR
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | JAMBI – Rabu Berkah TP PKK Provinsi Jambi kali ini tak sekadar soal sarapan gratis. Di balik kegiatan yang berlangsung santai, masyarakat justru dibekali dua pengetahuan penting yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari: bahaya aktivitas keuangan ilegal dan cara mengelola sampah dari rumah.
Kegiatan digelar di Halaman Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu (5/8/2026) pagi. TP PKK Jambi menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Dua persoalan yang kerap dianggap sepele itu mendapat perhatian serius. Masyarakat diingatkan agar tidak mudah terjebak layanan keuangan ilegal sekaligus mulai mengubah kebiasaan membuang sampah tanpa memilah.
Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E. atau Hesti Haris, mengatakan Rabu Berkah memang dirancang bukan hanya sebagai ruang berbagi sarapan, tetapi juga sebagai sarana memberikan pengetahuan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui Sarapan di PKK ini, masyarakat tidak hanya menikmati sarapan bersama, tetapi juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat,” ujar Hesti.
OJK Ingatkan Bahaya Keuangan Ilegal
Dalam kegiatan tersebut, OJK Provinsi Jambi memberikan edukasi mengenai aktivitas keuangan ilegal. Masyarakat diminta lebih cermat sebelum menggunakan layanan jasa keuangan.
OJK mengingatkan agar masyarakat memastikan layanan yang digunakan legal dan berada di bawah pengawasan OJK. Langkah sederhana itu dinilai penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam aktivitas keuangan yang tidak memiliki izin.
Melalui Asisten Manager Mayarizka Chandra, OJK Provinsi Jambi mengajak masyarakat mengenali ciri-ciri aktivitas keuangan ilegal serta menghindari layanan yang tidak jelas status dan legalitasnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah semakin beragamnya tawaran layanan keuangan yang mudah ditemukan masyarakat.
Hesti menilai literasi keuangan harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya tertarik pada kemudahan layanan, tetapi juga memahami risiko di baliknya.
- Penulis: GR










