Silaturahmi di Gampong Keuneukai, Menggali Potensi Wisata, Perikanan, Perkebunan dan Sejarah demi Masa Depan Ekonomi Masyarakat | News Publik.perss
- account_circle NOVI KARNO
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

0-4096x2304-0-0#
BREAKING : NEWS PUBLIK
Silaturahmi di Gampong Keuneukai, Menggali Potensi Wisata, Perikanan, Perkebunan dan Sejarah demi Masa Depan Ekonomi Masyarakat
SABANG | NEWS PUBLIK – Semilir angin pantai yang menyejukkan serta suasana alami di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nelayan Gampong Keuneukai, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, menjadi latar silaturahmi hangat antara News Publik Wilayah Sabang bersama Keuchik Gampong Keuneukai dan masyarakat Gampong Tentunya.
Pertemuan yang berlangsung santai di sebuah warung kopi di tepi pantai tersebut bukan sekadar menikmati secangkir kopi, namun menjadi ruang diskusi membahas berbagai potensi besar yang dimiliki Gampong Keuneukai. Mulai dari sektor pariwisata, perikanan, perkebunan, pendidikan, budaya, BUMG, Koperasi Merah Putih, hingga pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan beretika.
Sebelum berdialog bersama Keuchik, perwakilan media News Publik terlebih dahulu menikmati panorama alam pesisir Keuneukai. Hamparan pasir putih, rindangnya pepohonan, udara laut yang bersih, serta suasana TPI Nelayan yang masih alami memberikan kesan tersendiri. Kawasan ini dinilai memiliki daya tarik wisata yang sangat besar apabila mendapat perhatian dan pengelolaan yang lebih maksimal.
Dalam perbincangan tersebut, Mahyudin menyampaikan bahwa Gampong Keuneukai dihuni lebih dari seribu jiwa dengan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor perikanan, perkebunan dan usaha kecil masyarakat.
Selain menjadi kampung nelayan yang cukup dikenal di Kota Sabang, masyarakat Keuneukai juga memiliki kebun cengkeh, kelapa, pinang, serta berbagai tanaman produktif lainnya yang menjadi sumber pendapatan keluarga. Potensi perkebunan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam menopang perekonomian masyarakat.
Di sektor kelautan, Keuneukai memiliki kelompok-kelompok nelayan yang aktif dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat pesisir. Aktivitas TPI Nelayan Keuneukai setiap sore selalu dipenuhi nelayan yang kembali melaut membawa hasil tangkapan ikan segar. Menjelang waktu Magrib, kawasan ini ramai didatangi warga dari berbagai gampong di Kota Sabang untuk membeli ikan langsung dari nelayan.
Menariknya, masyarakat dan para pedagang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Saat azan Magrib berkumandang, seluruh aktivitas jual beli dihentikan sementara untuk menunaikan ibadah. Setelah salat Magrib selesai, aktivitas kembali berlangsung seperti biasa.
Menurut Keuchik,kawasan TPI Nelayan Keuneukai bukan hanya memiliki potensi perikanan, tetapi juga menyimpan potensi wisata yang sangat besar. Di kawasan tersebut terdapat Pantai Pasir Putih, panorama pesisir yang indah, taman pantai, hingga Benteng Jepang yang menjadi saksi sejarah masa lalu dan berada tidak jauh dari kawasan TPI.
Tidak hanya itu, Keuchik juga mengajak perwakilan media melihat langsung kolam air panas alami yang berada di sekitar kawasan tersebut. Airnya sangat jernih dan masih dimanfaatkan masyarakat untuk mandi maupun berendam. Menurut cerita warga, lokasi tersebut telah dikenal sejak lama sebagai salah satu sumber air panas alami yang menjadi kekayaan alam Gampong Keuneukai.
Di kawasan TPI juga masih terdapat sebuah kapal yang saat ini tidak lagi digunakan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Keuchik, kapal tersebut merupakan bantuan program pada masa Menteri Kelautan dan Perikanan RI dijabat Susi Pudjiastuti. Ke depan diharapkan keberadaan kapal tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat apabila memungkinkan.
Selain itu, Keuchik juga memperlihatkan salah satu fasilitas yang menjadi kebanggaan masyarakat, yakni sistem penyediaan air bersih mandiri. Masyarakat Keuneukai tidak sepenuhnya bergantung pada layanan PDAM, melainkan memanfaatkan sumber air yang dikelola oleh pemerintah gampong melalui mesin pompa dan jaringan distribusi air.
Menurut Keuchik, setiap kepala keluarga hanya dikenakan iuran sekitar Rp10.000 per bulan sebagai biaya operasional dan perawatan sistem air bersih tersebut. Program ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong masyarakat dalam menyediakan pelayanan dasar dengan biaya yang sangat terjangkau.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas berbagai program pembangunan gampong seperti penguatan BUMG, pengembangan Koperasi Merah Putih, peningkatan sektor pendidikan, pelestarian adat istiadat Aceh, pemberdayaan generasi muda, serta pembinaan akhlak masyarakat agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga membangun karakter dan etika.
Keuchik Gampong Keuneukai, Mahyudin mengungkapkan bahwa dirinya selama ini terus berupaya “menjemput bola” ke berbagai instansi, termasuk mengusulkan pengembangan potensi wisata kepada Pemerintah Kota Sabang dan dinas terkait. Namun menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan nyata dari pemerintah daerah.
“Kami tidak hanya ingin membangun gampong untuk hari ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan masyarakat. Potensi wisata, perikanan, perkebunan, sejarah, dan budaya yang kami miliki sangat besar. Pemerintah gampong siap bekerja keras, namun tentu membutuhkan dukungan Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga Pemerintah Pusat agar program-program ini benar-benar dapat terwujud,” ujar Keuchik.
Perwakilan media menilai Gampong Keuneukai memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Sabang. Perpaduan antara kehidupan nelayan, pantai pasir putih, kolam air panas alami, benteng peninggalan sejarah Jepang, perkebunan rakyat, serta budaya gotong royong masyarakat menjadi kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah lain.
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum penting bagi media untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada publik yang lebih luas. Dengan promosi yang tepat dan dukungan pembangunan yang berkelanjutan, Keuneukai diyakini mampu menjadi kawasan wisata pesisir, sejarah, perikanan, dan ekonomi kerakyatan yang membanggakan Kota Sabang sebagai gerbang wisata di ujung paling barat Indonesia.
Di akhir pertemuan, Keuchik berharap seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dapat bersinergi membangun Gampong Keuneukai agar potensi yang selama ini tersimpan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Baginya, pembangunan bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, menjaga kelestarian alam, memperkuat ekonomi rakyat, dan mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Kontributor/Reporter/Pers : MJ Eric Karno
Kabiro Wilayah Sabang – News Publik Nasional
“Mengabarkan Fakta, Mengawal Pembangunan, Mengangkat Potensi Daerah.”
- Penulis: NOVI KARNO
