Hari Keempat Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin: BNPB Kerahkan Helikopter hingga Rencana Modifikasi Cuaca
- account_circle Bandi
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan (Tengah).
NEWS PUBLIK | TANGERANG – Penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin memasuki hari keempat, Jumat 3 Juli 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin upaya terpadu yang melibatkan berbagai unsur untuk segera memadamkan api dan meredam dampak asap bagi warga sekitar.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyampaikan keterangan langsung di lokasi kejadian. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Hari ini BNPB bersama Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan Dinas Pemadam Kebakaran bersinergi penuh untuk mempercepat pemadaman api di TPA ini,” ujarnya.
Dukungan sarana yang dikerahkan cukup besar, mencakup dua unit helikopter water bombing untuk penanganan dari udara, serta 18 unit kendaraan pemadam kebakaran dari berbagai instansi maupun pihak swasta. Selain itu, tim juga menyiapkan metode penyuntikan air melalui pipa yang ditancapkan ke dalam tumpukan sampah, guna mempercepat proses pendinginan di sumber api.
Upaya perlindungan warga juga menjadi prioritas utama. Warga yang terdampak gangguan asap telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Penanganan ini melibatkan Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Sosial, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan dan desa yang bekerja sama dengan para relawan.
Brigjen Djohan menjelaskan, tim juga telah menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk rencana modifikasi cuaca. “Insya Allah dalam dua hingga tiga hari ke depan kita bisa melaksanakan upaya ini agar hujan turun di wilayah TPA Jatiwaringin,” katanya.
Saat ini kondisi angin di lokasi berfluktuasi: cenderung tenang pada pagi dan malam hari, namun cukup kencang pada siang hari. Seluruh personel telah ditempatkan sesuai kondisi tersebut untuk mencegah api meluas ke area lain.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus bersatu saling membantu serta mendoakan agar bencana ini segera berakhir.
“Harapan bersama adalah agar api dapat sepenuhnya dipadamkan dan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman,” pungkasnya.
Bandi
- Penulis: Bandi
