Pasca Status Kedaruratan Berakhir, Pemkab Tangerang Tetap Perkuat Mitigasi Kebakaran TPA Jatiwaringin
- account_circle Bandi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati dan Wabup Tangerang saat gelar rapat dengan Forkompimda, TNI-Polri serta unsur pemerintah pusat.
NEWS PUBLIK, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen melanjutkan langkah pengendalian dan pencegahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, meskipun masa status kedaruratan akan segera berakhir.
Kepastian ini ditegaskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Pendopo Bupati, pada Selasa 14 Juli 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah pusat, unsur pimpinan daerah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, hingga kelompok relawan. Fokus utamanya adalah mengevaluasi penanganan selama masa darurat, serta menyusun rencana kerja pada masa peralihan pascakebakaran.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menjelaskan, penanganan tidak berhenti begitu status kedaruratan dicabut. Mengingat musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup lama, upaya pencegahan dan pengawasan tetap harus dijalankan secara berkelanjutan oleh seluruh instansi terkait.
“Kita merancang langkah-langkah pada masa peralihan ini. Meskipun masa darurat lewat, upaya mitigasi wajib terus dilakukan oleh BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah, karena potensi munculnya kembali titik api masih cukup tinggi,” ujar Maesyal.
Salah satu langkah yang akan terus dilaksanakan adalah penyiraman dan pendinginan secara berkala di seluruh area lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang dapat berkobar kembali saat cuaca semakin kering.
Untuk memperkuat kesiapan jangka pendek maupun panjang, pemerintah daerah juga akan membangun sarana pendukung di lokasi.
Rencananya akan dibangun dua toren air, penempatan penampungan air sementara dari bio blok, serta penyediaan mesin pompa yang mampu menyemprot hingga jarak 100 meter guna menjangkau area yang sulit diakses kendaraan. Selain itu, pembangunan penampungan air berkapasitas besar juga sedang direncanakan.
Terkait lamanya masa peralihan, Bupati menyatakan belum dapat menetapkan batas waktu yang pasti. Segala upaya akan terus dilakukan selama kondisi cuaca masih memungkinkan terjadinya kebakaran, hingga lokasi dinilai benar-benar aman.
Selain penanganan di lokasi pembuangan akhir, pemerintah juga akan terus memantau kondisi kesehatan warga di sekitar melalui Dinas Kesehatan dan jaringan pelayanan kesehatan tingkat dasar. Satgas Penanganan Kebakaran pun tetap dipertahankan agar koordinasi antar instansi tetap berjalan terpadu dan tanggap menghadapi situasi di lapangan.
***
- Penulis: Bandi
