DEKRAFMI Teken MOU Restorasi Mangrove dan Pabrik Sampah Terpadu untuk Dorong Ekonomi Sirkular Indonesia
- account_circle Red
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Dunia Ekonomi Kreatif Muda Indonesia (DPP DEKRAFMI) memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui kerja sama strategis di bidang lingkungan dan ekonomi hijau.
Ketua Umum DPP DEKRAFMI Angelique Verina resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) bersama Yayasan Carbon Treat Indonesian (CTI) dan PT Circular Waste Management untuk menjalankan dua program besar, yakni Restorasi Ekosistem Mangrove dan Pembangunan Pabrik Sampah Terpadu.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Rumah Putih, Jalan Cempaka Putih Tengah I Nomor 38-39 RT 009/RW 007, Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pengurus DPP DEKRAFMI serta para deputi sebagai bentuk dukungan terhadap langkah organisasi dalam memperluas peran ekonomi kreatif yang selaras dengan isu lingkungan.
Melalui kerja sama ini, DEKRAFMI bersama mitra strategisnya akan menjalankan dua program utama yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat.
Program pertama adalah Restorasi Ekosistem Mangrove. Dalam program ini, DEKRAFMI bersama Yayasan CTI dan PT Circular Waste Management akan melakukan penanaman bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Program tersebut bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, sekaligus membantu penyerapan emisi karbon melalui keberadaan kawasan mangrove yang lebih terjaga.
Sementara program kedua adalah Pembangunan Pabrik Sampah Terpadu berbasis teknologi. Kolaborasi ini mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah di berbagai daerah di Indonesia dengan konsep pengelolaan sampah menjadi energi.
Pabrik tersebut ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah di setiap daerah, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaan program tersebut, DEKRAFMI akan mengambil peran dalam pengelolaan pabrik sampah dan program mangrove sebagai bagian dari kontribusi organisasi terhadap pengembangan ekonomi hijau.
Ketua Umum DPP DEKRAFMI Angelique Verina menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen DEKRAFMI dalam membangun ekonomi kreatif yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“MOU ini adalah wujud komitmen DEKRAFMI pada ekonomi hijau. Kita tidak bisa lepas dari isu lingkungan. Lewat mangrove kita jaga hulu, lewat pabrik sampah kita bereskan hilir. Dua-duanya kita ubah menjadi peluang ekonomi kreatif,” ujar Angelique.
Menurutnya, pengelolaan lingkungan harus mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, limbah dan sumber daya alam dapat dikelola menjadi peluang yang memberikan manfaat jangka panjang.
Pasca penandatanganan MOU, kedua pihak akan membentuk tim kerja bersama untuk menyusun rencana aksi dan strategi pelaksanaan program.
Tahapan awal berupa pilot project penanaman mangrove serta peresmian tahap awal pembangunan pabrik sampah terpadu ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
Melalui kolaborasi tersebut, DEKRAFMI berharap dapat menghadirkan model pengembangan ekonomi kreatif yang menggabungkan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dunia Ekonomi Kreatif Muda Indonesia (DEKRAFMI) merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan, pembinaan, serta pemberdayaan perajin dan pelaku UMKM kreatif di seluruh Indonesia.
- Penulis: Red
