Kejar Trafik Jangan Abaikan Etika! AWaSI Jambi Sentil Tajam24Jam.com
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | JAMBI – Dugaan praktik penyaduran pemberitaan media lain tanpa atribusi yang jelas, izin, maupun konfirmasi mulai memantik sorotan di Jambi. Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi menilai praktik semacam itu tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut penghargaan terhadap karya jurnalistik dan profesionalisme media siber.
Sorotan tersebut diarahkan kepada Tajam24Jam.com yang disebut diduga mengambil atau menyadur pemberitaan dari media lain untuk kemudian dipublikasikan kembali. Dugaan itu kini dipertanyakan karena karya yang telah melalui proses jurnalistik dinilai seharusnya tidak serta-merta digunakan ulang seolah menjadi hasil kerja redaksi sendiri.
Wakil Ketua AWaSI Jambi, Hercaoa Trian, menyampaikan sorotan tersebut pada Selasa (18/8/2026). Ia menegaskan bahwa setiap media memiliki tanggung jawab untuk menghormati karya jurnalistik yang diproduksi media lain.
“Kalau memang mengambil berita dari media lain, harus jelas sumbernya. Jangan sampai karya jurnalistik wartawan lain diambil, kemudian dipublikasikan kembali seolah-olah menjadi hasil karya sendiri,” ujar Hercaoa.
Karya Jurnalistik Bukan Sekadar Materi Siap Salin
Menurut Hercaoa, sebuah berita tidak lahir begitu saja. Di balik satu naskah terdapat rangkaian kerja jurnalistik, mulai dari mencari informasi, melakukan wawancara, verifikasi, konfirmasi, hingga menyusun fakta menjadi berita.
Karena itu, ia menilai pengambilan berita media lain tanpa atribusi atau pengembangan informasi yang jelas dapat mengabaikan proses panjang yang telah dilakukan wartawan dan redaksi media asal.
Persoalan tersebut juga menyentuh profesionalisme wartawan. Hercaoa mempertanyakan kualitas kerja jurnalistik apabila seorang wartawan hanya mengandalkan berita yang sudah jadi dari media lain tanpa melakukan peliputan atau pengembangan informasi secara mandiri.
“Wartawan seharusnya mampu membuat berita sendiri. Kalau ada berita dari media lain yang ingin dikembangkan, silakan, tetapi harus tetap menghormati karya media asal, mencantumkan sumber secara jelas dan tidak menghilangkan konteks pemberitaan,” tegasnya.
- Penulis: Eli/Tim










