Breaking News
Trending Tags

Mendorong Transformasi Ekonomi Jambi melalui Tata Kelola SDA yang Berkelanjutan

  • account_circle Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

Prof Dr H Haryadi saat memberikan pandangan terkait transformasi ekonomi dan tata kelola SDA di Provinsi Jambi.

Mendorong Transformasi Ekonomi Jambi melalui Tata Kelola SDA yang Berkelanjutan

Oleh:

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
(Guru Besar Universitas Jambi, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi)

Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah di Sumatera yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) sangat besar. Perkebunan sawit, karet, batu bara, migas, hingga hasil hutan selama bertahun-tahun menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pada Triwulan I Tahun 2026, perekonomian Jambi masih menunjukkan kinerja yang relatif resilien di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia. Konsumsi domestik, sektor pertanian, serta aktivitas perdagangan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Data terbaru menunjukkan bahwa struktur ekonomi Jambi masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selain itu, sektor perdagangan serta pertambangan masih memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi tersebut menegaskan bahwa ekonomi Jambi masih sangat bergantung pada sektor primer dan komoditas berbasis SDA.

Namun demikian, di balik pertumbuhan ekonomi yang masih positif, terdapat persoalan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Persoalan utama ekonomi Jambi bukan terletak pada kurangnya sumber daya alam, melainkan pada bagaimana tata kelola SDA tersebut mampu menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Fenomena yang terjadi di Jambi memperlihatkan bahwa kekayaan sumber daya alam belum sepenuhnya mampu diubah menjadi kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi memang tercipta, tetapi manfaatnya belum sepenuhnya merata. Ketimpangan wilayah, kerusakan lingkungan, konflik agraria, rendahnya nilai tambah industri, hingga lemahnya transformasi ekonomi masih menjadi tantangan utama pembangunan daerah. Selama bertahun-tahun, pembangunan ekonomi daerah masih bergerak dalam pola ekstraktif, yaitu mengambil sumber daya alam sebanyak mungkin untuk mengejar pertumbuhan jangka pendek tanpa diimbangi penguatan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi jangka panjang.

Fenomena kerusakan jalan akibat angkutan batu bara merupakan contoh nyata dari paradoks pembangunan berbasis SDA tersebut. Aktivitas ekonomi yang seharusnya mendorong kesejahteraan justru menimbulkan biaya sosial yang besar bagi masyarakat. Infrastruktur jalan rusak, biaya logistik meningkat, mobilitas masyarakat terganggu, bahkan risiko kecelakaan terus bertambah. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat menjadi pihak yang paling banyak menanggung dampak sosial dari aktivitas ekonomi ekstraktif.

Model pembangunan yang terlalu bertumpu pada eksploitasi SDA cenderung memandang alam hanya sebagai objek produksi dan sumber penerimaan ekonomi. Akibatnya, keberhasilan pembangunan sering kali hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, sementara kualitas lingkungan, pemerataan kesejahteraan, dan keberlanjutan antargenerasi kurang mendapat perhatian. Padahal, pembangunan ekonomi yang berkualitas tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang ketahanan ekonomi, kualitas hidup masyarakat, dan keberlanjutan sumber daya.

Kondisi tersebut juga terlihat dari masih rendahnya hilirisasi industri di Provinsi Jambi. Komoditas unggulan seperti sawit, karet, dan batu bara sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi. Akibatnya, nilai tambah ekonomi lebih banyak mengalir keluar daerah, sementara Jambi hanya memperoleh manfaat ekonomi jangka pendek. Kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB daerah masih relatif terbatas dibanding dominasi sektor primer.

Padahal, ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap komoditas primer membuat ekonomi daerah sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. Ketika harga batu bara atau sawit mengalami penurunan di pasar internasional, maka pertumbuhan ekonomi daerah ikut melambat. Kondisi ini terlihat pada Triwulan I Tahun 2026 ketika perlambatan ekonomi global dan melemahnya permintaan ekspor mulai memberikan tekanan terhadap beberapa sektor ekonomi di daerah.

Situasi global saat ini memang penuh ketidakpastian. Perlambatan ekonomi dunia, konflik geopolitik, tingginya suku bunga global, serta volatilitas harga komoditas memberikan tekanan terhadap daerah berbasis SDA seperti Jambi. Ketergantungan terhadap ekspor komoditas primer membuat ekonomi daerah sangat sensitif terhadap perubahan eksternal.

Karena itu, pembangunan ekonomi Jambi ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Pembangunan harus diarahkan pada transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan memiliki nilai tambah tinggi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi industri menjadi agenda strategis yang sangat penting.

Pemerintah daerah perlu mendorong investasi pada sektor pengolahan sawit, karet, pinang, hingga produk turunan hasil pertanian lainnya agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati di dalam daerah. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, dan memperluas basis industri.

Selain hilirisasi, diversifikasi ekonomi juga menjadi kebutuhan mendesak. Ekonomi daerah tidak boleh terlalu bergantung pada satu atau dua komoditas utama saja. Pengembangan sektor jasa, ekonomi kreatif, industri pengolahan, pariwisata, serta ekonomi digital perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.

Jambi sesungguhnya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera. Posisi geografis yang strategis, kekayaan SDA, potensi pertanian, serta dukungan konektivitas wilayah merupakan modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi daerah. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan tata kelola pembangunan yang baik, kebijakan yang konsisten, serta keberpihakan terhadap keberlanjutan.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, konsep ekonomi hijau atau green economy juga harus mulai menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Jambi. Dunia saat ini bergerak menuju ekonomi rendah karbon dan investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Daerah yang gagal menjaga keberlanjutan lingkungan akan semakin sulit bersaing dalam arus ekonomi global.

Karena itu, rehabilitasi lingkungan, perlindungan kawasan hutan, penguatan pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, hingga pengembangan perdagangan karbon perlu mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi ekonomi daerah. Ke depan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi ekonomi. Pembangunan ekonomi modern membutuhkan tenaga kerja yang produktif, adaptif, dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Karena itu, penguatan pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta pengembangan inovasi daerah harus menjadi prioritas pembangunan.

Pemerintah daerah juga perlu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah. Kolaborasi multipihak menjadi sangat penting agar pembangunan tidak berjalan parsial. Perguruan tinggi misalnya, dapat berperan sebagai pusat riset dan inovasi dalam mendukung hilirisasi industri dan pengembangan ekonomi berbasis teknologi.

Pada akhirnya, tantangan ekonomi Jambi bukan hanya soal bagaimana meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih merata, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan bahwa ekonomi Jambi masih memiliki daya tahan yang cukup baik di tengah tekanan global. Namun, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah. Ketergantungan terhadap komoditas primer tidak boleh terus dipertahankan tanpa penguatan hilirisasi, diversifikasi ekonomi, dan pembangunan berbasis keberlanjutan.

Dengan tata kelola SDA yang lebih baik, hilirisasi industri yang kuat, investasi yang berkualitas, serta penguatan SDM dan ekonomi hijau, Jambi memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi daerah yang maju, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sudah saatnya kekayaan sumber daya alam tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Jambi.

  • Penulis: Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Momen HUT KORPRI Ke-54, Gubernur Al Haris Serahkan 6.438 SK ASN P3K

    Di Momen HUT KORPRI Ke-54, Gubernur Al Haris Serahkan 6.438 SK ASN P3K

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyerahkan 6.438 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Senin (01/12/2025) pagi. Pada kesempatan itu, Gubernur Al Haris meminta seluruh PPPK […]

  • Gerebek Pengedar Tramadol di Pinang, Polisi Sita Ratusan Pil dan Uang Tunai

    Gerebek Pengedar Tramadol di Pinang, Polisi Sita Ratusan Pil dan Uang Tunai

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANGERANG – Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang. Seorang pria berinisial AY (47) berhasil diamankan setelah diduga mengedarkan obat keras jenis Tramadol secara ilegal di kawasan Pinang, Kota Tangerang. Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh anggota Unit 2 Sub 2 Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota pada […]

  • Kejati Jambi, Sugeng Hariadi, Mia Banulita, Kamin, Alfian Bombing, Romi Arizyanto, Wakajati Jambi, Kajari Jambi, Kajari Tebo, Kejaksaan Tinggi Jambi, Pelantikan Pejabat, Penegakan Hukum, Integritas, Pidana Khusus, Jambi

    Empat Pejabat Baru Kejati Jambi Dilantik, Pesan Keras Kajati Menggema

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Empat pejabat utama di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi resmi berganti. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Kepala Kejati Jambi Sugeng Hariadi, S.H., M.H., di Aula Kejati Jambi, Selasa (18/8/2026). Pergantian tersebut bukan sekadar rotasi jabatan. Di balik penyegaran organisasi itu, Kajati Jambi menaruh pesan tegas: jajaran Adhyaksa dituntut […]

  • Klarifikasi Tentang Pemberitaan Pemprov Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK

    Klarifikasi Tentang Pemberitaan Pemprov Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI (Diskominfo Provinsi Jambi) – Menanggapi Pemberitaan tentang “Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK” yang diterbitkan oleh media online yaitu Swaranesia.com dan jambiday.com yang terbit pada hari ini, Rabu (20/11/2024), pihak Pemerintah Provinsi Jambi memberikan klarifikasi melalui Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME untuk menanggapi hal tersebut.Terkait berita […]

  • Kunci tertinggal di mobil dibantu polisi Bakauheni

    Panik! Kunci Tertinggal di Mobil, Polisi Bakauheni Sigap Bantu Pemudik Lewat Layanan 110

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, LAMPUNG SELATAN – Kunci tertinggal di mobil menjadi momen yang bisa memicu kepanikan, apalagi saat perjalanan mudik sedang berlangsung. Hal inilah yang dialami seorang pemudik di kawasan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (24/3/2026). Insiden kunci tertinggal di mobil tersebut terjadi di depan Krakatau Park sekitar pukul 08.30 WIB. Pemudik bernama Riza Ramadhan mendapati kendaraannya […]

  • Dari Kampung Bersejarah ke Desa Maju, Komitmen Gubernur Al Haris untuk Sekeladi

    Dari Kampung Bersejarah ke Desa Maju, Komitmen Gubernur Al Haris untuk Sekeladi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Sarolangun – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH melaksanakan Safari Ramadhan 1446 H di Desa Batu Empang, Dusun Sekeladi, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, menjadi momentum penting yang sarat makna sejarah sekaligus arah pembangunan ke depan. Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan makanan tambahan untuk belita sebanyak 20 dus, buka puasa […]

expand_less