PERDATIN Aceh Gelar Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat di Sabang, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Kritis | News Publik.perss
- account_circle NOVI KARNO
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

0-4096x2304-0-0#
BREAKING : NEWS PUBLIK
PERDATIN Aceh Gelar Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat di Sabang, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Kritis
SABANG — NEWS PUBLIK | Upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan terus mendapat perhatian serius. Hal tersebut diwujudkan melalui Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat di Pulau Sabang, yang digelar di Aula RSUD Kota Sabang, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Anaesthesia Day (Hari Anestesi Sedunia) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Aceh, dengan melibatkan peserta dari Kota Sabang maupun Banda Aceh.
Workshop ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang pembelajaran dan peningkatan keterampilan dalam memberikan pertolongan awal secara cepat, tepat dan aman ketika menghadapi pasien atau korban dalam kondisi gawat darurat, sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kegiatan tersebut menjadi semakin penting bagi Kota Sabang yang secara geografis merupakan wilayah kepulauan dan berada di ujung barat Indonesia. Dalam situasi kegawatdaruratan, kecepatan pertolongan awal dapat menjadi salah satu faktor penting sebelum pasien memperoleh penanganan definitif di fasilitas kesehatan.
Hadirkan Dokter Profesional, Perkuat Pengetahuan Pertolongan Awal
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi dan arahan dari Dr. dr. Zafrullah Khany Jasa, Sp.An-TI., Subsp.NA(K), dokter spesialis anestesi dan terapi intensif sekaligus konsultan neuroanestesi. Ia merupakan staf pengajar pada Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua PERDATIN Aceh, Zafrullah memberikan sambutan sekaligus membawa pesan penting mengenai perlunya peningkatan kompetensi dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Materi yang diberikan dalam workshop diarahkan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pemahaman praktis mengenai tindakan awal yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan kondisi darurat.
Pengetahuan tersebut sangat penting karena dalam keadaan kritis, masyarakat maupun petugas di lapangan sering kali menjadi pihak pertama yang berhadapan dengan korban.
Pertolongan awal yang benar, komunikasi yang tepat, serta kemampuan mengenali kondisi yang mengancam nyawa menjadi bagian penting dalam rantai penyelamatan pasien.
Pemko Sabang Berikan Dukungan
Dari unsur Pemerintah Kota Sabang, kegiatan tersebut turut mendapat dukungan melalui kehadiran dr. Edi Suharto yang mewakili Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Sabang Drs. H. Suradji Junus/Pemerintah Kota Sabang.
Berdasarkan informasi terbaru Pemerintah Kota Sabang, dr. Edi Suharto saat ini tercatat sebagai Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia.
Kehadiran Pemko Sabang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Apalagi, Sabang tidak hanya menjadi kota tujuan wisata, tetapi juga merupakan wilayah dengan aktivitas masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, transportasi laut serta berbagai kegiatan yang memiliki karakteristik tersendiri.
Karena itu, kemampuan memberikan pertolongan awal pada kondisi darurat menjadi pengetahuan yang bernilai strategis.
Sabang dan Banda Aceh Bertemu dalam Forum Ilmiah
Workshop ini juga memperlihatkan adanya kolaborasi antara insan kesehatan dari Sabang dan Banda Aceh. Pertemuan para dokter, tenaga kesehatan dan peserta dari dua wilayah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala sendiri memiliki Departemen Anestesiologi dan Reanimasi yang menjadi bagian penting dalam pendidikan, penelitian serta pelayanan anestesiologi di Aceh.
Sementara itu, sosok Dr. dr. Zafrullah Khany Jasa juga memiliki rekam akademik dan profesional di bidang anestesiologi serta neuroanestesi.
Dengan menghadirkan tenaga profesional di bidangnya, kegiatan di RSUD Sabang tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih aplikatif kepada seluruh peserta.
Bukan Sekadar Workshop, Tetapi Investasi Keselamatan
Dari perspektif kepentingan masyarakat, edukasi mengenai pertolongan awal gawat darurat memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan pelatihan sehari.
Ketika seseorang mengalami kecelakaan, gangguan pernapasan, kehilangan kesadaran, cedera berat atau kondisi medis lain yang mengancam keselamatan jiwa, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, serta kapan harus segera meminta bantuan tenaga medis profesional.
Inilah nilai strategis dari workshop yang digelar PERDATIN Aceh tersebut.
Kegiatan itu sekaligus menjadi pesan bahwa keselamatan pasien bukan hanya tanggung jawab rumah sakit dan dokter, tetapi membutuhkan pemahaman serta keterlibatan banyak pihak sejak pertolongan pertama diberikan.
Memperkuat Sistem Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Bagi Sabang, penguatan kapasitas kegawatdaruratan mempunyai arti tersendiri. Kondisi geografis sebagai daerah kepulauan menuntut kesiapan sumber daya manusia, fasilitas kesehatan dan koordinasi antarpihak agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan seefektif mungkin.
Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat yang digelar di Aula RSUD Kota Sabang diharapkan menjadi salah satu langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan tersebut.
Lebih jauh, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan kesehatan di tengah masyarakat, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui pentingnya hidup sehat, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi keadaan darurat.
Peringatan World Anaesthesia Day sendiri diperingati setiap 16 Oktober, sehingga kegiatan pada 11 September ini berlangsung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju momentum tersebut.
Dari Sabang, pesan yang dibawa cukup jelas: dalam situasi gawat darurat, pengetahuan dan ketepatan tindakan pada menit-menit pertama dapat menjadi bagian penting dari upaya menyelamatkan kehidupan.
Laporan: MJ Novi Karno
Kabiro -News Publik
Sabang – Pulau Weh
- Penulis: NOVI KARNO
