Karawang MOTEKAR di Usia 393 Tahun! Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh, Prestasi Menumpuk
- account_circle M. Novicho
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | KARAWANG – Memasuki usia ke-393 tahun, Kabupaten Karawang membawa sederet catatan capaian pembangunan. Dari indeks pembangunan manusia yang meningkat, angka kemiskinan yang menurun, hingga deretan penghargaan tingkat Jawa Barat dan nasional, Pemkab Karawang menjadikan semangat MOTEKAR sebagai pijakan untuk terus melaju.
MOTEKAR merupakan akronim dari Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.
Semangat tersebut diklaim tidak berhenti sebagai slogan. Pemerintah Kabupaten Karawang menyebutnya sebagai spirit kerja kolektif jajaran pemerintahan bersama berbagai elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan dan pelayanan publik.
Sejumlah indikator makro sepanjang 2025 menjadi bagian dari capaian yang ditonjolkan dalam momentum Hari Jadi Karawang ke-393 Tahun 2026.
IPM Naik, Kemiskinan dan Ketimpangan Turun
Salah satu capaian yang disorot adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang yang mencapai 74,59 poin pada 2025, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 73,82.
Peningkatan tersebut disebut ditopang oleh penguatan sektor kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak.
Di bidang pendidikan, salah satu program yang disebut turut mendukung peningkatan tersebut adalah Karawang Cerdas melalui pemberian beasiswa.
Sementara dari sisi kesejahteraan, persentase penduduk miskin Karawang tercatat turun menjadi 7,08 persen, dari 7,86 persen pada 2024.
Artinya, terdapat penurunan sebesar 0,78 poin persentase.
Pemkab Karawang mengaitkan penurunan tersebut dengan sinkronisasi kebijakan ekonomi inklusif dan penyaluran bantuan sosial yang diarahkan lebih tepat sasaran.
Namun, tantangan ketenagakerjaan masih menjadi perhatian.
Di tengah tingginya arus migrasi pencari kerja akibat aglomerasi industri, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Karawang tercatat 7,99 persen.
Pemkab menyebut optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal, sistem rekrutmen yang transparan serta program pemagangan yang diselaraskan dengan kebutuhan industri menjadi bagian dari strategi menekan pengangguran.
Dari sisi ekonomi, Karawang juga mencatat pertumbuhan.
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) meningkat dari 4,20 persen menjadi 5,06 persen. Sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama, sementara aktivitas jasa dan perdagangan turut memperkuat perekonomian daerah.
PDRB per kapita berdasarkan harga berlaku juga meningkat dari Rp121,30 juta menjadi Rp130,65 juta.
Tak hanya pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan turut menjadi sorotan. Gini Ratio Karawang turun dari 0,376 menjadi 0,360, yang menunjukkan adanya perbaikan tingkat ketimpangan pendapatan.
- Penulis: M. Novicho
