Bupati Labusel Hadiri Musda IV Golkar, Serukan Konsolidasi dan Persatuan Kader
- account_circle RM
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | LABUHANBATU SELATAN, SUMATERA UTARA – Persatuan dan soliditas kader menjadi pesan utama Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu Selatan 2026 di Convention Hall Grand Suma Bloksongo, Kecamatan Kotapinang, Senin (12/10/2026).
Di hadapan jajaran pengurus dan kader partai, Fery menegaskan pentingnya konsolidasi serta komunikasi antarkader untuk memperkuat organisasi dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya memecah kebersamaan setelah keputusan ditetapkan.
Musda IV tersebut menjadi forum penting bagi Partai Golkar Labusel untuk mengevaluasi kinerja organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta merumuskan arah dan strategi kepengurusan ke depan.
Bupati Labusel Ingatkan Kader Jangan Terpecah
Fery Sahputra Simatupang menilai Musda tidak boleh sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi dan membangun kesepahaman di antara kader.
Ia berharap seluruh rangkaian musyawarah berjalan demokratis, tertib, dan mengedepankan semangat kekeluargaan. Proses tersebut diharapkan melahirkan kepemimpinan yang solid dan bertanggung jawab.
“Saya berharap Musda IV ini dapat berjalan secara demokratis, tertib, dan penuh kekeluargaan, serta menghasilkan kepemimpinan yang solid. Dengan demikian, Partai Golkar semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Labuhanbatu Selatan,” ujar Fery.
Pesan persatuan itu menjadi salah satu penekanan dalam agenda Musda. Menurut Bupati, perbedaan pandangan dan pilihan dalam organisasi merupakan bagian yang lumrah dari proses musyawarah.
Namun, setelah keputusan diambil, seluruh kader diharapkan kembali merapatkan barisan dan bekerja bersama demi kepentingan organisasi serta masyarakat.
“Perbedaan pilihan dalam organisasi adalah hal yang wajar. Namun, setelah musyawarah selesai, mari kita kembali bersama-sama membangun daerah yang kita cintai,” tegasnya.
Musda IV Golkar Dihadiri Sejumlah Tokoh Daerah
Musda IV Partai Golkar Labusel turut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara yang juga anggota DPR RI, Andar Amin Harahap.
Hadir pula Sekretaris Daerah Labusel M. Reza Pahlevi Nasution, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Partai Golkar Labusel M. Romadon, para ketua partai politik di Labusel, serta perwakilan Partai Golkar.
Sejumlah unsur organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), para ketua pengurus kecamatan Partai Golkar se-Labusel, dan undangan lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan bahwa Musda menjadi agenda organisasi yang melibatkan jajaran partai di tingkat kabupaten hingga kecamatan, sekaligus dihadiri unsur pemerintahan dan tokoh daerah.
Meski demikian, inti dari pelaksanaan Musda bukan semata-mata kehadiran para tokoh. Hasil musyawarah, arah kebijakan organisasi, dan kepemimpinan yang terbentuk menjadi bagian penting yang menentukan langkah Partai Golkar Labusel selanjutnya.
Konsolidasi Partai Diharapkan Berkontribusi bagi Daerah
Bupati Labusel mengajak kader Golkar menjadikan persatuan, komunikasi, dan sinergi sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Ia juga berharap partai mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Konsolidasi internal menjadi penting agar perbedaan pandangan selama proses musyawarah tidak berlarut-larut setelah keputusan bersama ditetapkan.
Di sisi lain, harapan agar partai berkontribusi terhadap pembangunan daerah menempatkan hasil Musda sebagai hal yang patut diperhatikan, terutama terkait program kerja dan peran organisasi dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Musda IV Partai Golkar Labusel 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan agenda ke depan.
Bagi seluruh kader, tantangan setelah musyawarah adalah menerjemahkan pesan persatuan tersebut menjadi kerja organisasi yang nyata, terarah, dan bermanfaat bagi masyarakat Labuhanbatu Selatan.
- Penulis: RM
















































