Gubernur Al Haris: Program Pertanian Jambi Harus Nyata, Bukan Wacana
- account_circle GR
- calendar_month Rab, 22 Apr 2026
- visibility 37

NEWS PUBLIK | Batang Hari – Gubernur Al Haris tegaskan program pertanian di Jambi harus nyata dan tidak berhenti pada tataran wacana. Penegasan ini disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, dalam kegiatan Tanam Padi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/04/2026) siang.
Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendukung penuh program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan.
Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh 16 provinsi di seluruh Indonesia, serta dihadiri Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arif, Wakil Bupati Bahtiar, Forkopimda, OPD, penyuluh pertanian, dan para petani.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani agar setiap program pertanian benar-benar memberikan hasil nyata.
“Gubernur Al Haris tegaskan program pertanian di Jambi harus nyata, bukan sekadar wacana. Kami di daerah siap mendukung penuh dan menindaklanjuti arahan pemerintah pusat,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga implementasi yang tepat di lapangan.
Menurutnya, program seperti cetak sawah baru, pengelolaan lahan, hingga optimalisasi musim tanam harus dijalankan secara serius dan terukur.
“Yang terpenting, program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.
Gubernur Al Haris mengungkapkan bahwa saat ini produksi padi di Provinsi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan konsumsi daerah.
Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 29 persen untuk mencapai swasembada pangan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong program cetak sawah rakyat.
Pada tahun 2025, program ini telah direalisasikan seluas 1.469,51 hektare. Sementara pada tahun 2026 direncanakan mencapai 1.009,32 hektare.
Program tersebut akan dilaksanakan di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, dan Batang Hari.
“Pemerintah Provinsi Jambi bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan semua pihak terkait untuk menyukseskan program ini,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penyediaan benih dan pupuk bersubsidi yang sangat membantu petani meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menekankan pentingnya memanfaatkan momentum musim hujan untuk mempercepat proses tanam.
Ia mengingatkan bahwa faktor air menjadi kunci utama dalam pertanian dan tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah.
“Kalau benih bisa kita berikan gratis, pupuk bisa disubsidi. Tapi air tidak bisa kita adakan, hujan tidak bisa kita ciptakan,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak petani untuk segera melakukan penanaman selama musim hujan masih berlangsung.
“Tanam sekarang, mumpung masih ada air. Dengan tanam hari ini, kita akan lebih cepat panen,” ujarnya.
Wamentan juga meminta pemerintah daerah untuk menggerakkan seluruh potensi lahan, baik cetak sawah baru, sawah reguler, maupun lahan rawa agar dimanfaatkan secara optimal.
Dalam arahannya, Wamentan Sudaryono juga membuka ruang komunikasi bagi petani dan pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan di lapangan.
Mulai dari benih hingga alat dan mesin pertanian (alsintan), pemerintah siap memberikan dukungan demi mempercepat proses tanam.
Ia menegaskan bahwa seluruh lahan yang tersedia harus dimanfaatkan demi menjaga ketahanan pangan nasional.
“Semua lahan yang bisa ditanami, tanam sekarang. Jika ada kebutuhan, sampaikan. Pemerintah siap mendukung,” tegasnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Selain itu, langkah ini juga memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Provinsi Jambi.
- Penulis: GR
