Demo Panas di Lembur Pakuan! Warga Hadang Pendemo di Gerbang Rumah Dedi Mulyadi
- account_circle Ahmad z
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 24

NEWS PUBLIK | Jawa Barat, Subang – Suasana di Lembur Pakuan mendadak memanas pada Kamis, 19 Februari 2026. Aksi unjuk rasa yang telah direncanakan akhirnya digelar di sekitar gerbang kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Namun situasi berkembang di luar perkiraan. Warga sekitar justru turun langsung menghadang massa aksi yang hendak mendekati pintu masuk area rumah dinas tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah massa dari LSM Pemuda bersama mahasiswa bergerak menuju gerbang. Mereka mencoba mendekat hingga ke pintu masuk. Beberapa peserta aksi bahkan terlihat merangkak melewati celah gerbang yang dijaga ketat warga.
Aksi ini dipicu kekecewaan terhadap Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Massa menilai kedua instansi tersebut tidak responsif terhadap kritik masyarakat.
Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri SH, menegaskan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mendatangi Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Mereka menyampaikan kritik terkait buruknya umur layanan sejumlah proyek jalan.
“Banyak proyek yang baru selesai tapi sudah rusak. Ini patut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan cacat konstruksi,” ujarnya.
Dua Isu Utama Jadi Tuntutan
Andri memaparkan dua poin utama dalam aksi tersebut. Pertama, dugaan kegagalan konstruksi pada proyek jalan provinsi yang dinilai tidak sesuai umur rencana.
Kedua, munculnya isu pihak berinisial DK, H.U, dan HD yang diduga dapat mengatur proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta mencatut nama KDM.
Menurut Andri, aksi di Lembur Pakuan dipilih karena demonstrasi sebelumnya di kantor dinas maupun Kantor Gubernur tidak memperoleh respons yang dianggap memadai.
Warga Jaga Kondusivitas
Di sisi lain, warga sekitar Lembur Pakuan berinisiatif menjaga lingkungan tempat tinggal gubernur. Mereka menghadang massa aksi untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Sejak kepemimpinan Dedi Mulyadi, sebagian masyarakat Jawa Barat merasa lebih mudah menyampaikan aspirasi. Gubernur juga aktif mengawasi berbagai program pembangunan melalui kanal komunikasinya, termasuk proyek infrastruktur jalan.
Meski demikian, aksi kali ini menunjukkan dinamika kritik terhadap pemerintah daerah masih berlangsung. Situasi di Lembur Pakuan pun menjadi perhatian publik.
- Penulis: Ahmad z
