Pemkab Tanggamus Sambut Yonif TP 945, Pilar Keamanan dan Pembangunan Daerah
- account_circle Wandi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 61

Pemkab Tanggamus menggelar penyambutan prajurit Yonif TP Pandu Pepadun Cakti di Islamic Center Kota Agung.
NEWS PUBLIK | TANGGAMUS – Pemkab Tanggamus sambut Yonif TP Pandu Pepadun Cakti melalui upacara resmi yang digelar di halaman Masjid Nurul Faizin Islamic Center, Kecamatan Kota Agung, Rabu, 18 Maret 2026. Penyambutan ini menjadi penegasan bahwa kehadiran prajurit TNI di wilayah Tanggamus bukan hanya untuk memperkuat pertahanan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tanggamus, Hi. Moh Saleh Asnawi, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam momentum itu, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan yang ditempatkan di wilayah tersebut.
Kehadiran Yonif TP Pandu Pepadun Cakti di Tanggamus dinilai strategis. Pemerintah daerah melihat keberadaan pasukan ini sebagai kekuatan penting untuk menopang keamanan wilayah sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan di daerah yang memiliki karakter geografis kompleks tersebut.
Pemkab Tanggamus Sambut Yonif TP dengan Penghormatan Resmi
Penyambutan prajurit Yonif TP dilakukan secara resmi oleh Pemkab Tanggamus sebagai bentuk penghormatan terhadap tugas dan pengabdian TNI. Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus menegaskan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap peran aktif para prajurit dalam menjaga stabilitas wilayah.
Menurut Bupati, Kabupaten Tanggamus membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan TNI. Apalagi, daerah ini memiliki tantangan yang tidak sederhana, mulai dari bentang wilayah pegunungan hingga kawasan pesisir yang membutuhkan perhatian serius dari sisi keamanan, ketahanan wilayah, dan kesiapsiagaan bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, kami menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan pengabdian prajurit Yonif TP-945 dalam mendukung tugas-tugas pertahanan negara, khususnya di wilayah pesisir seperti Kabupaten Tanggamus,” ujar Hi. Moh Saleh Asnawi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyambutan ini bukan sekadar seremoni. Ada pesan politik pemerintahan yang jelas, yakni memperkuat kemitraan dengan TNI untuk menghadapi berbagai tantangan daerah.
Kehadiran Yonif TP Dinilai Strategis bagi Tanggamus
Bupati menjelaskan, kehadiran Yonif TP yang berjumlah 537 personel memiliki arti penting bagi Kabupaten Tanggamus. Pemerintah daerah menilai kekuatan tersebut akan memberi dampak langsung, tidak hanya terhadap penguatan aspek keamanan, tetapi juga terhadap pembinaan masyarakat di berbagai sektor.
Dalam pandangan Pemkab Tanggamus, prajurit Yonif TP dapat menjadi mitra strategis untuk mendukung program pembangunan berbasis masyarakat. Kehadiran mereka dinilai mampu memperluas jangkauan pendampingan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, hingga lingkungan.
Hal itu menjadi relevan karena Tanggamus bukan hanya berbicara soal keamanan wilayah, tetapi juga soal kebutuhan memperkuat daya tahan sosial masyarakat. Daerah dengan luas wilayah dan sebaran penduduk yang besar memerlukan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan berjalan lebih efektif.
Bupati juga menyinggung pentingnya kontribusi TNI dalam mendukung isu-isu dasar yang menyentuh masyarakat secara langsung. Mulai dari edukasi gizi, penanganan stunting, hingga peningkatan akses layanan kesehatan dasar di pelosok desa dan pekon.
Sinergi TNI dan Pemda Didorong Lebih Solid
Pemkab Tanggamus menilai kehadiran Yonif TP di tengah masyarakat akan memperkuat kemitraan antara TNI dan pemerintah daerah. Sinergi ini dipandang penting untuk mewujudkan ketahanan wilayah yang berbasis masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa TNI memiliki posisi unik dan strategis dalam mendampingi masyarakat desa. Peran itu tidak hanya terbatas pada urusan pertahanan, tetapi juga menyentuh percepatan pembangunan desa, penguatan ketahanan keluarga, dan pengembangan potensi lokal agar lebih produktif.
Dalam konteks pemerintahan daerah, kolaborasi seperti ini menjadi kebutuhan nyata. Pemkab Tanggamus membutuhkan dukungan semua unsur, termasuk TNI, agar program pembangunan tidak terhambat oleh keterbatasan jangkauan pelayanan di lapangan.
Karena itu, penyambutan terhadap Yonif TP Pandu Pepadun Cakti dapat dibaca sebagai langkah awal memperkuat hubungan kerja yang lebih konkret antara Pemkab Tanggamus dan institusi TNI di wilayah Lampung.
Tanggamus Punya Potensi Besar, Tapi Juga Rawan Bencana
Dalam sambutannya, Bupati juga menguraikan kondisi objektif Kabupaten Tanggamus. Daerah ini disebut memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari wilayah pegunungan hingga lautan, dengan panjang garis pantai mencapai 202 kilometer.
Kabupaten Tanggamus terdiri dari 20 kecamatan, 302 desa atau pekon, serta 3 kelurahan, termasuk 3 pekon persiapan. Jumlah penduduknya mencapai sekitar 662 ribu jiwa. Dengan komposisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis seperti itu, Tanggamus menjadi daerah yang kaya potensi, tetapi juga sarat risiko.
Setiap tahun, wilayah ini kerap menghadapi dampak curah hujan tinggi yang memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga merusak rumah warga, gedung sekolah, lahan pertanian, jalan, dan jembatan.
Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa Pemkab Tanggamus menaruh harapan terhadap kehadiran Yonif TP. Pemerintah daerah ingin keterlibatan TNI tidak hanya hadir pada aspek pertahanan, tetapi juga dalam membantu penanganan dan mitigasi bencana.
Pemkab Tanggamus Harap Yonif TP Bantu Mitigasi Bencana
Bupati secara tegas berharap keberadaan Yonif TP 945 di Tanggamus mampu membantu pemerintah daerah dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana. Harapan itu sangat beralasan mengingat ancaman banjir dan longsor hampir menjadi persoalan berulang setiap tahun.
Mitigasi bencana bukan semata soal respons saat musibah terjadi. Lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah langkah terstruktur, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.
Di titik inilah, kehadiran TNI dipandang dapat menjadi kekuatan tambahan bagi daerah. Dengan personel yang disiplin, terlatih, dan tersebar di lapangan, keterlibatan prajurit dapat mempercepat respons sekaligus mendukung upaya pencegahan berbasis masyarakat.
Pemkab Tanggamus tampaknya ingin memastikan bahwa kolaborasi dengan Yonif TP tidak berhenti di seremoni penyambutan. Pemerintah daerah memberi sinyal kuat bahwa sinergi ini harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Dari Keamanan Hingga Pembangunan Daerah
Pesan utama yang dibawa Bupati dalam penyambutan ini adalah pentingnya memperluas makna kehadiran TNI di daerah. Yonif TP tidak hanya diposisikan sebagai kekuatan pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mampu menjangkau sektor-sektor strategis.
Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan pengabdian, Bupati berharap Yonif TP mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan wilayah yang aman, produktif, dan sejahtera. Pandangan ini menunjukkan bahwa Pemkab Tanggamus ingin mengintegrasikan pendekatan pertahanan dan pembangunan dalam satu arah kebijakan yang saling menguatkan.
Dari wilayah pegunungan hingga kawasan pesisir, dari kebun hingga sawah, pemerintah daerah memandang TNI sebagai elemen yang dapat membantu mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi tantangan.
Narasi ini juga memperlihatkan bagaimana Pemkab Tanggamus sedang membangun framing kolaboratif. Pemerintah tidak ingin berjalan sendiri, melainkan memperkuat sinergi dengan institusi yang dinilai memiliki kapasitas dan kedisiplinan dalam mendampingi masyarakat.
Pangdam XXI/Radin Inten Turut Tinjau Kegiatan
Selain penyambutan prajurit Yonif TP, kegiatan ini juga diwarnai dengan peninjauan oleh Pangdam XXI/Radin Inten wilayah Lampung, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi. Kehadiran Pangdam menambah bobot strategis acara tersebut.
Turut hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya, antara lain Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, serta sejumlah pejabat daerah dan personel TNI lainnya.
Namun demikian, fokus utama kegiatan tetap tertuju pada sikap resmi Pemkab Tanggamus dalam menyambut kehadiran Yonif TP Pandu Pepadun Cakti. Di situlah pesan utamanya: pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap kekuatan negara yang hadir di Tanggamus dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan.
Penyambutan Bukan Sekadar Seremoni
Penyambutan Yonif TP Pandu Pepadun Cakti oleh Pemkab Tanggamus membawa pesan yang lebih dalam daripada sekadar agenda seremonial. Di balik upacara itu, ada harapan agar sinergi TNI dan pemerintah daerah benar-benar menjelma menjadi kekuatan nyata bagi masyarakat.
Kabupaten Tanggamus merupakan daerah dengan potensi besar, tetapi juga menyimpan tantangan berat, terutama pada aspek kebencanaan, pemerataan pelayanan, dan penguatan pembangunan wilayah. Dalam situasi seperti itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan lintas sektor yang konkret.
Karena itu, langkah Pemkab Tanggamus sambut Yonif TP patut dibaca sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi daerah. Pemerintah tidak hanya menyampaikan penghormatan kepada prajurit, tetapi juga menitipkan harapan besar agar kehadiran mereka memberi dampak langsung bagi keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, penyambutan ini menjadi titik awal bagi kolaborasi yang lebih luas. Bukan hanya menjaga wilayah tetap aman, tetapi juga memastikan Tanggamus bergerak lebih kuat menghadapi tantangan masa depan.
- Penulis: Wandi
