Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 Jadi Momentum Kuat Bupati Monadi Dorong Ketahanan Pangan
- account_circle Raflis
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- visibility 40

Bupati Kerinci Monadi menghadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 di Auditorium Kementan RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).
NEWS PUBLIK | JAKARTA – Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmen nyata dengan kehadiran Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., dalam forum strategis yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Auditorium Kementan RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 ini diikuti oleh para bupati dan wali kota dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah koordinasi nasional untuk menyusun langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian.
Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 Perkuat Strategi Nasional
Dalam Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026, pemerintah pusat menekankan pentingnya langkah strategis dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.
Selain fokus pada mitigasi kekeringan, forum ini juga membahas target besar pemerintah dalam optimalisasi sumber daya alam daerah guna mendukung kemandirian nasional. Empat sektor utama menjadi perhatian, yakni pangan, protein, biodiesel B-50, dan bioethanol E-20.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu.
Menurutnya, upaya mitigasi kekeringan harus dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berbasis data akurat agar memberikan dampak nyata bagi petani.
“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian. Oleh karena itu, perlu langkah konkret seperti optimalisasi embung, jaringan irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern. Kita harus kompak antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan Indonesia swasembada pangan,” tegasnya.
Langkah Nyata Hadapi Ancaman Kekeringan
Dalam Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026, Kementerian Pertanian juga memaparkan berbagai program strategis untuk mendukung daerah menghadapi ancaman kekeringan.
Program tersebut meliputi percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, serta penguatan sistem informasi iklim dan pertanian.
Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa optimalisasi infrastruktur air menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
“Dengan optimalisasi infrastruktur air, penggunaan benih unggul tahan kering, serta pemanfaatan lahan tadah hujan yang selama ini kurang produktif, kita dapat menjaga keberlanjutan produksi pangan. Tidak ada waktu untuk menunggu, setiap hari adalah kesempatan untuk menyelamatkan produksi pangan nasional,” ujarnya.
Komitmen Monadi Dukung Swasembada Pangan
Menanggapi hasil Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026, Bupati Kerinci Monadi menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menindaklanjuti berbagai kebijakan strategis yang telah dibahas.
Ia menyampaikan sejumlah usulan penting kepada pemerintah pusat, khususnya terkait penguatan infrastruktur pengairan pertanian guna mengantisipasi potensi kekeringan di daerah.
Menurut Monadi, Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga produktivitas pertanian.
“Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen mendukung penuh program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Melalui sinergi ini, kami optimistis berbagai potensi pertanian di Kabupaten Kerinci dapat dimaksimalkan untuk mendukung swasembada pangan Indonesia,” ungkapnya.
Peluang Besar Kerinci dalam Ketahanan Pangan Nasional
Kehadiran Monadi dalam Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 diharapkan mampu membuka peluang dukungan program dari pemerintah pusat bagi Kabupaten Kerinci.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor pertanian daerah agar tetap tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.
Dengan potensi pertanian yang dimiliki, Kabupaten Kerinci dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas produksi pangan secara berkelanjutan.
- Penulis: Raflis
