Aktivitas Kapal Tongkang PT RUJ Picu Protes Nelayan Nambo, Ruang Tangkap Menyempit
- account_circle News Publik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 91

📰 Aktivitas Kapal Tongkang PT RUJ Picu Protes Nelayan Nambo, Ruang Tangkap Menyempit
NEWS PUBLIK | MOROWALI – Aktivitas Kapal Tongkang PT RUJ di wilayah pesisir Desa Nambo dan Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, menuai keluhan keras dari para nelayan setempat.
Lalu lalang kapal tongkang yang digunakan untuk pemuatan batu gamping dinilai telah mengganggu aktivitas utama masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut.
Nelayan mengaku, sejak adanya aktivitas perusahaan di kawasan jetty, ruang tangkap ikan semakin menyempit dan hasil tangkapan terus menurun.
Nelayan Kehilangan Ruang Tangkap Tradisional
Salah seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sebelum adanya aktivitas perusahaan, wilayah sekitar jetty merupakan salah satu titik utama mencari ikan.
Namun kini kondisi tersebut berubah drastis.
“Dulu di sekitar bibir pantai itu tempat kami cari ikan. Sekarang sudah tidak bisa lagi karena kapal tongkang terus lalu lalang,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan bahwa keberadaan kapal tongkang membuat nelayan kesulitan untuk melaut dengan aman dan nyaman.
Keluhan nelayan tidak hanya soal ruang tangkap, tetapi juga menyangkut kondisi lingkungan laut yang dinilai semakin memburuk.
Menurut pengakuan nelayan, aktivitas pemuatan batu gamping menyebabkan air laut menjadi keruh. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada ekosistem bawah laut, termasuk terumbu karang yang menjadi habitat ikan.
“Air sekarang sering keruh. Kami khawatir terumbu karang rusak, karena itu tempat ikan berkembang,” ungkapnya.
Jika kerusakan ekosistem ini benar terjadi, maka dampaknya tidak hanya bersifat sementara, tetapi bisa mengancam keberlanjutan mata pencaharian nelayan dalam jangka panjang.
Ombak Kapal Tongkang Ancam Keselamatan Nelayan
Selain pencemaran dan gangguan ekosistem, nelayan juga mengeluhkan dampak langsung dari gelombang yang ditimbulkan kapal tongkang.
Ketika kapal melintas, ombak besar kerap menghantam perahu nelayan yang sedang memancing.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas menangkap ikan, tetapi juga membahayakan keselamatan.
“Kadang saat kami mancing, tiba-tiba kapal lewat. Ombaknya besar sekali, perahu bisa terguncang. Ikan juga langsung menjauh,” jelasnya.
Gangguan tersebut membuat nelayan harus berpindah lokasi, yang berarti menambah biaya operasional dan waktu di laut.
Fenomena yang terjadi di perairan Nambo dan Unsongi menunjukkan adanya potensi konflik antara aktivitas industri dan keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
Di satu sisi, aktivitas perusahaan menjadi bagian dari roda ekonomi daerah. Namun di sisi lain, dampaknya terhadap nelayan tidak bisa diabaikan.
Jika tidak ada pengaturan yang jelas, maka potensi kerugian nelayan akan semakin besar.
Pihak Perusahaan Belum Beri Tanggapan
Menindaklanjuti keluhan nelayan, wartawan News Publik telah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan PT RUJ.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang diperoleh.
Petugas keamanan di pos penjagaan perusahaan menyampaikan bahwa pimpinan sedang sibuk dan belum dapat ditemui.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan masih belum memberikan klarifikasi terkait keluhan nelayan maupun dugaan dampak lingkungan yang terjadi.
- Penulis: News Publik
