Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hak Dasar SAD Diperjuangkan Pemkab Sarolangun

  • account_circle Syarifah
  • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
  • visibility 55
Bupati Sarolangun Hurmin bicara pemenuhan hak dasar Suku Anak Dalam

Bupati Sarolangun Hurmin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar komunitas Suku Anak Dalam yang tersebar di wilayah Sarolangun dan Taman Nasional Bukit Duabelas.

NEWS PUBLIK | SAROLANGUN Hak Dasar SAD atau Suku Anak Dalam dipastikan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Pemerintah daerah mengklaim telah menyiapkan berbagai program untuk menjamin akses pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial bagi komunitas adat yang hidup di kawasan pedalaman tersebut.

Bupati Sarolangun Hurmin menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah fasilitas dasar bagi komunitas Suku Anak Dalam yang tersebar di wilayah Kabupaten Sarolangun. Program tersebut meliputi akses pendidikan, penyediaan perumahan, hingga bantuan lahan untuk menunjang kehidupan mereka.

Kalau hak mereka tentang pendidikan, perumahan, dan lain sebagainya sudah kita siapkan di wilayah tersebut,” ujar Hurmin saat memberikan keterangan di Jambi, Minggu.

Namun di balik berbagai program yang telah disiapkan, pemerintah daerah juga menemukan sejumlah persoalan di lapangan yang dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya pembinaan komunitas tersebut.

Pola Hidup Nomaden Jadi Kendala Program

Hurmin mengungkapkan, salah satu persoalan yang kerap muncul adalah pola hidup berpindah-pindah yang masih dijalani sebagian kelompok Suku Anak Dalam. Kondisi ini membuat sejumlah program bantuan pemerintah tidak berjalan optimal.

Menurutnya, beberapa bantuan lahan yang sebelumnya diberikan pemerintah bahkan kerap ditinggalkan oleh kelompok SAD. Tidak sedikit pula lahan tersebut yang kemudian ditukar dengan barang oleh pihak tertentu setelah dipengaruhi masyarakat dari luar komunitas.

Fenomena tersebut dinilai merugikan kelompok SAD sendiri sekaligus menyulitkan pemerintah dalam menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan.

Temuan di lapangan, bantuan lahan yang diberikan negara sering ditinggal oleh kelompok SAD. Bahkan ada yang ditukar menjadi barang karena pengaruh dari masyarakat luar,” kata Hurmin.

Kondisi ini, lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah yang selama ini berupaya mendorong pola kehidupan yang lebih stabil bagi komunitas tersebut.

Pemerintah Pastikan Komitmen Pendampingan

Meski menghadapi berbagai kendala, Pemerintah Kabupaten Sarolangun memastikan komitmen untuk terus memperhatikan keberlangsungan hidup komunitas Suku Anak Dalam.

Kelompok SAD yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas serta wilayah Air Hitam disebut tetap menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah. Berbagai program sosial dan pemberdayaan terus diupayakan agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi.

Hurmin menegaskan bahwa komunitas adat tersebut merupakan bagian penting dari identitas sosial dan budaya daerah yang tidak bisa diabaikan.

Namun sama-sama kita ketahui Suku Anak Dalam itu hidupnya berpindah-pindah. Jadi tuntutan yang disampaikan sebenarnya sudah kita lakukan. Kalau ada lahan tidur yang belum digunakan, bagaimana kita menyikapinya, tetap kita perhatikan,” ujarnya.

Aksi SAD ke Kantor Gubernur Jadi Sorotan

Isu pemenuhan hak dasar komunitas Suku Anak Dalam sebelumnya juga sempat mencuat setelah puluhan anggota komunitas tersebut mendatangi Kantor Gubernur Jambi pada 11 Februari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai kelompok SAD menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah agar kebutuhan dasar mereka dipenuhi, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih.

Aksi tersebut menjadi perhatian publik karena memperlihatkan masih adanya persoalan mendasar yang dihadapi komunitas adat di wilayah Jambi.

Pemprov Jambi Siapkan Forum Komunikasi

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman menyatakan bahwa pemerintah provinsi berencana membentuk forum komunikasi khusus antara komunitas Suku Anak Dalam dan pemerintah.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah dialog untuk menjembatani berbagai persoalan yang muncul di lapangan, sekaligus memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan komunitas tersebut.

Menurut Sudirman, pendekatan terhadap komunitas Suku Anak Dalam tidak bisa dilakukan secara seragam. Setiap kelompok memiliki karakteristik sosial yang berbeda, terutama bagi mereka yang masih mempertahankan pola hidup nomaden.

Pendekatan penanganan terhadap SAD tidak bisa disamaratakan. Kita perlu strategi yang berbeda, terutama bagi kelompok yang masih hidup berpindah-pindah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembahasan terkait penanganan komunitas Suku Anak Dalam sebenarnya telah lama digagas oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersama berbagai pihak.

Kolaborasi tersebut melibatkan organisasi non-pemerintah, pemangku kebijakan, hingga kalangan dunia usaha.

Namun demikian, penyelesaian persoalan komunitas adat ini tidak dapat dilakukan secara instan. Penanganannya membutuhkan waktu panjang serta kerja sama lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

  • Penulis: Syarifah

Rekomendasi Untuk Anda

  • TAKE OVER DI DEPAN MATA, SKANDAL DI BELAKANG LAYAR: Kasus Buruh PT AFRESH INDONESIA Bayangi Cham Resto Tbk

    TAKE OVER DI DEPAN MATA, SKANDAL DI BELAKANG LAYAR: Kasus Buruh PT AFRESH INDONESIA Bayangi Cham Resto Tbk

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI — Gelombang sorotan publik menerpa PT Afresh Indonesia, perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di kawasan Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Barokah Melayu Foods Pte. Ltd, pemegang saham terbesar Cham Resto Indonesia Tbk, emiten yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia. […]

  • Pelabuhan Muara Jambi: Makna Historis dan Kesiapan Daerah

    Pelabuhan Muara Jambi: Makna Historis dan Kesiapan Daerah

    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Guru Besar UIN STS Jambi) Historis Pelabuhan Muara Jambi sebagai Dermaga Dunia Pelabuhan Muara Jambi memiliki akar sejarah panjang yang merekam kejayaan perdagangan maritim masa lalu. Pada abad ke-11 hingga ke-13, wilayah ini menjadi dermaga penting Kerajaan Melayu dan Sriwijaya, pusat aktivitas ekonomi yang terhubung dengan India, Tiongkok, dan […]

  • MJUGGp, TNKS, dan Candi Muaro Jambi sebagai Pilar Utama Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

    MJUGGp, TNKS, dan Candi Muaro Jambi sebagai Pilar Utama Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

    • 1Komentar

    📰 MJUGGp, TNKS, dan Candi Muaro Jambi sebagai Pilar Utama Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Provinsi Jambi kaya akan alam dan budaya, dengan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp), Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan Candi Muaro Jambi sebagai tiga pilar pembangunan berkelanjutan. Ketiganya menjadi sumber daya utama pariwisata berbasis konservasi dan edukasi, penggerak ekonomi lokal, serta […]

  • Terima Apresiasi PAI 2025, Al Haris Komitmen Penguatan Pendidikan Agama Islam di Jambi

    Terima Apresiasi PAI 2025, Al Haris Komitmen Penguatan Pendidikan Agama Islam di Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jambi kembali menunjukkan konsistensinya dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pendidikan agama. Pada ajang Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025, Jambi berhasil menembus 4 besar nasional sebagai provinsi yang dinilai memiliki komitmen kuat dan berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan agama Islam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh […]

  • Gubernur Al Haris Beberkan 3 Kunci Hadapi Zaman Modern

    Gubernur Al Haris Beberkan 3 Kunci Hadapi Zaman Modern

    • 0Komentar

    📰 Gubernur Al Haris: Hadapi Zaman Modern dengan 3 Kunci, Ilmu Pengetahuan, Skill dan Sikap NEWS PUBLIK, Mendalo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. memberikan motivasi kepada 7.800 mahasiswa baru Universitas Jambi (UNJA) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tiga kunci […]

  • Tragedi Wahana Istana Balon: Mediasi Berjalan Lancar, Kasus Ditutup Secara Kekeluargaan

    Tragedi Wahana Istana Balon: Mediasi Berjalan Lancar, Kasus Ditutup Secara Kekeluargaan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Sungai Penuh — Musibah yang terjadi pada Wahana Istana Balon di Kota Sungai Penuh pada Minggu malam, 30 November 2025 pukul 21.30 WIB, akhirnya mencapai penyelesaian. Insiden tersebut menyebabkan meninggal dunianya Ananda M. Gilang Hedrianto, dan kini telah disepakati penyelesaiannya secara kekeluargaan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. Pemkot dan Polres Kerinci […]

expand_less