Operasi Ketupat Lodaya 2026, Personel Pos PAM Jomin Tertibkan “Pak Ogah” di Turunan Flyover
- account_circle M. Novicho
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 51

Personel Pos PAM Jomin Polres Karawang mengatur arus lalu lintas dan menertibkan Pak Ogah di kawasan turunan Flyover Jomin saat Operasi Ketupat Lodaya 2026.
NEWS PUBLIK | KARAWANG – Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Karawang mulai menunjukkan fokus pengamanan yang tegas pada titik-titik rawan kemacetan. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah kawasan Flyover Jomin, tepatnya di Jalan Raya Pangulah, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.
Di lokasi ini, personel Pos Pengamanan (PAM) Jomin Polres Karawang turun langsung melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus memberi imbauan keras kepada para Pak Ogah yang kerap memutar-balikkan kendaraan di area turunan flyover. Aktivitas liar semacam itu dinilai bukan sekadar mengganggu arus kendaraan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan serius di jalur mudik yang padat.
Flyover Jomin Jadi Titik Rawan Saat Arus Mudik
Flyover Jomin selama ini dikenal sebagai salah satu titik krusial dalam pergerakan kendaraan, terutama saat musim mudik Lebaran. Volume kendaraan yang meningkat tajam membuat kawasan ini rawan tersendat, apalagi jika ada aktivitas tidak resmi yang justru memperparah kondisi lalu lintas.
Karena itu, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, aparat kepolisian memberi perhatian khusus pada area turunan flyover. Langkah ini dilakukan agar jalur mudik tetap steril dari praktik-praktik liar yang dapat membahayakan pemudik.
Kegiatan pengamanan tersebut digelar pada Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Personel Pos PAM Jomin terlihat aktif mengurai arus kendaraan sambil menertibkan pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah padatnya mobilitas masyarakat.
Polisi Imbau Pak Ogah Tak Putar Balikkan Kendaraan
Kepala Pos PAM Jomin, Iptu Suherlan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Padal Ipda Agus Permana, S.H. dan Ipda Ilyas Suryana, bersama belasan personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan arus mudik di kawasan itu.
Fokus utama penertiban adalah para Pak Ogah, istilah yang lazim digunakan untuk menyebut juru parkir liar atau pihak tidak resmi yang mengatur kendaraan di jalan. Di turunan Flyover Jomin, keberadaan mereka kerap memicu kendaraan melakukan putar balik secara sembarangan.
Situasi ini sangat berbahaya. Selain memotong arus kendaraan yang sedang melaju, manuver mendadak di turunan flyover dapat menimbulkan tabrakan beruntun, khususnya ketika kepadatan lalu lintas sedang tinggi.
“Kami melaksanakan pengaturan lalu lintas dan memberikan himbauan kepada Pak Ogah agar tidak memutar balikan kendaraan di turunan Flyover Jomin. Hal ini untuk menghindari terjadinya kemacetan dan kecelakaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik yang melintas,” ujar Iptu Suherlan di lokasi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa polisi tidak ingin kawasan Flyover Jomin menjadi titik masalah baru di tengah upaya besar menjaga arus mudik tetap tertib. Ketegasan terhadap Pak Ogah menjadi bagian dari strategi pencegahan, bukan sekadar respons setelah masalah terjadi.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Tekankan Pencegahan di Lapangan
Pendekatan yang dilakukan personel Pos PAM Jomin memperlihatkan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 tidak hanya berfokus pada penjagaan statis, tetapi juga menyasar potensi gangguan yang muncul secara langsung di lapangan. Polisi bergerak cepat sebelum kemacetan dan kecelakaan benar-benar terjadi.
Langkah preventif seperti ini penting, terutama di jalur yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah. Sedikit saja gangguan di titik sempit atau jalur menurun, dampaknya bisa meluas hingga menyebabkan antrean panjang.
Penertiban terhadap Pak Ogah juga menunjukkan adanya perhatian serius terhadap keselamatan pengguna jalan. Sebab, praktik memutar-balikkan kendaraan di area yang tidak semestinya dapat menempatkan pengemudi, penumpang, bahkan petugas dalam situasi berisiko tinggi.
Dalam konteks mudik, kehadiran aparat bukan hanya simbol keamanan. Di lapangan, petugas menjadi faktor penentu apakah lalu lintas tetap terkendali atau justru berubah kacau akibat ulah segelintir pihak yang memanfaatkan situasi.
Kehadiran Petugas Beri Rasa Aman bagi Pemudik
Selain memberikan imbauan kepada para Pak Ogah, personel Pos PAM Jomin juga aktif mengatur laju kendaraan agar arus lalu lintas tetap bergerak. Upaya ini dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan pemudik dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Pengguna jalan pun menyambut positif kehadiran aparat di sekitar Flyover Jomin. Di tengah padatnya arus mudik, keberadaan petugas di lapangan memberi rasa tenang karena ada pengawasan langsung terhadap potensi gangguan lalu lintas.
Kondisi ini menjadi penting, terutama bagi pengendara luar daerah yang belum tentu memahami karakteristik jalur di kawasan Jomin. Dengan adanya pengaturan yang konsisten, risiko salah ambil jalur, perlambatan mendadak, hingga konflik antar-pengendara dapat ditekan.
Pengamanan semacam ini sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan mudik tidak bisa hanya mengandalkan rambu dan imbauan umum. Kehadiran fisik petugas tetap menjadi elemen utama dalam menjaga keteraturan lalu lintas di titik rawan.
Komitmen Polres Karawang Jaga Arus Mudik Tetap Lancar
Kegiatan di Pos PAM Jomin merupakan bagian dari komitmen Polres Karawang di bawah kepemimpinan AKBP Fiki N. Ardiansyah dalam memastikan arus mudik berlangsung aman, tertib, dan lancar. Fokus pengamanan tidak hanya diarahkan pada potensi kemacetan, tetapi juga perilaku-perilaku di lapangan yang dapat memperparah situasi.
Penanganan Pak Ogah di kawasan Flyover Jomin menjadi salah satu contoh bagaimana polisi berusaha memutus mata rantai gangguan lalu lintas dari hulunya. Ketika praktik-praktik liar dibiarkan, dampaknya bisa berlipat ganda, mulai dari hambatan kendaraan hingga ancaman keselamatan jiwa.
Karena itu, pengamanan mudik tidak boleh dibaca sebatas rutinitas tahunan. Di baliknya, ada kerja lapangan yang menuntut kewaspadaan, ketegasan, dan respons cepat terhadap dinamika di jalan.
Polres Karawang tampak ingin memastikan bahwa titik strategis seperti Jomin tidak berubah menjadi simpul kekacauan. Penertiban sejak dini menjadi langkah yang jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah insiden terjadi.
Masyarakat Diminta Patuh pada Arahan Petugas
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Kepatuhan pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman bagi semua pihak.
Pengendara diminta tidak mudah mengikuti arahan pihak tidak resmi yang menawarkan bantuan putar balik atau pengaturan jalur secara liar. Dalam situasi arus mudik yang padat, keputusan kecil yang salah bisa berujung fatal.
Pemudik juga diharapkan tetap waspada saat melintas di kawasan turunan Flyover Jomin. Jalur semacam ini menuntut konsentrasi tinggi, apalagi ketika kendaraan datang dalam volume besar dan bergerak beriringan.
Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, target Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk menciptakan arus mudik yang tertib bukan hal yang mustahil. Namun, itu hanya bisa terwujud jika ruang jalan tidak dikuasai praktik liar yang justru mengorbankan keselamatan publik.

Flyover Jomin Tak Boleh Dibiarkan Jadi Ruang Liar
Flyover Jomin bukan sekadar jalur lintasan biasa. Di musim mudik, kawasan ini menjadi urat nadi pergerakan kendaraan yang harus dijaga secara serius. Karena itu, setiap tindakan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus harus segera ditertibkan.
Imbauan tegas kepada Pak Ogah di turunan flyover merupakan pesan jelas bahwa keselamatan pemudik tidak boleh dikompromikan. Jalan raya bukan ruang bebas yang bisa dimanfaatkan semaunya oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Melalui pengaturan lalu lintas dan penertiban langsung di lapangan, Pos PAM Jomin menunjukkan bahwa pengamanan mudik harus dilakukan dengan tindakan nyata. Bukan hanya berjaga, tetapi juga mencegah sumber masalah sejak awal.
Pada akhirnya, Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Karawang mengirim pesan kuat: arus mudik harus dijaga dengan disiplin, ketegasan, dan keberpihakan penuh pada keselamatan masyarakat. Dan di Flyover Jomin, pesan itu kini mulai ditegakkan langsung di atas aspal.
- Penulis: M. Novicho
