Breaking News
Trending Tags

Tiga Kantor Dinas di Langkat Digeledah KPK, Lanjutan Kasus Suap Bupati Syah Afandin

  • account_circle Siti Nafsiah
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • print Cetak
Stabat, Langkat – 8 Juli 2026 – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan penggeledahan serentak di tiga lokasi utama lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Langkah ini merupakan tahap lanjut penyidikan pasca penetapan Bupati nonaktif Langkat Syah Afandin dan satu orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.
Lokasi Penggeledahan
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 09.00 WIB tim KPK didampingi pengamanan Brimob mendatangi dan memeriksa secara cermat:
1. Kantor Dinas Pendidikan Langkat (Jalan Kartini, Kwala Bingai, Stabat) – menyasar ruang Sarana dan Prasarana serta berkas pengadaan.
2. Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Langkat – memeriksa ruang Cipta Karya dan dokumen proyek infrastruktur.
3. Ruang Kerja Bupati serta ruang terkait di Kompleks Kantor Bupati Langkat.
Penyidik mengamankan sejumlah dokumen keuangan, berkas lelang, surat perjanjian, arsip mutasi jabatan, serta perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan aliran dana yang tidak wajar. Proses berlangsung tertib namun ketat hingga siang hari.
Dasar dan Dugaan Penyimpangan
Penggeledahan terkait kasus yang menjerat Bupati Syah Afandin (dikenal juga sebagai Ondim) dan Yaqub Abdhal Al Mu’arif (mantan tim sukses Pilkada 2024) sebagai tersangka pada awal Juli 2026. KPK menduga:
– Penerimaan suap terkait 80 proyek di Dinas Pendidikan dan 5 proyek di Dinas Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman (Perkim) tahun 2025, dengan uang yang sudah diterima sekitar Rp800 juta dari total kesepakatan lebih dari Rp1,1 miliar .
– Penerimaan gratifikasi minimal Rp3,5 miliar yang berkaitan dengan pengaturan mutasi, pengisian jabatan, serta pengadaan seragam sekolah di lingkungan Pemkab Langkat .
– Temuan barang bukti lain seperti logam mulia saat operasi tangkap tangan (OTT) yang masih ditelusuri asalnya.
Dampak dan Harapan Masyarakat
Warga Langkat menyambut baik langkah ini, bahkan mengirimkan papan bunga dukungan ke kantor bupati. “Sudah lama kami menunggu anggaran pendidikan, jalan desa, dan perumahan layak sampai ke rakyat, bukan berputar di kantong oknum,” ujar perwakilan warga Kecamatan Tanjung Pura.
Pemerintah Kabupaten Langkat menyatakan tidak akan melindungi siapa pun dan siap mendukung proses hukum sepenuhnya. Sementara KPK menegaskan penggeledahan ini hanya langkah awal; nanti akan ditentukan apakah ada pihak lain yang terseret, serta berapa kerugian negara yang harus dikembalikan.
Penutup
Kasus ini kembali membuktikan bahwa pengawasan di daerah masih memiliki celah besar. Masyarakat berharap penyelidikan berjalan cepat, transparan, dan berujung pada hukuman setimpal, sehingga Langkat segera memiliki tata kelola yang bersih, adil, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
(Siti Nafsiah)
  • Penulis: Siti Nafsiah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik Direksi Baru Bank Jambi

    Lantik Direksi Baru Bank Jambi

    • 0Komentar

    📰 Lantik Direksi Baru Bank Jambi, Gubernur Al Haris Tekankan Profesionalisme dan Inovasi NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH., secara resmi melantik jajaran direksi baru Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (01/09/2025) pagi. Adapun jajaran direksi […]

  • Polisi cek lokasi ketukan misterius di Cikokol Tangerang

    Tengah Malam Mencekam di Cikokol: Polisi Bergerak Cepat Usai Laporan Pintu Diketuk Misterius

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANGERANG – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Cikokol, Kota Tangerang, setelah seorang warga melaporkan aksi misterius berupa ketukan berulang di pintu rumahnya pada tengah malam, Kamis (21/05/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga berkaitan dengan modus pencurian itu langsung direspons cepat oleh jajaran Polsek Tangerang usai menerima laporan melalui layanan Call Center 110. Menurut […]

  • Anggaran Dana Desa 2026 Karawang Berkurang 146 Milyar Dialihkan Ke Koperasi

    Anggaran Dana Desa 2026 Karawang Berkurang 146 Milyar Dialihkan Ke Koperasi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG – Pagu anggaran Dana Desa Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami penurunan signifikan pada tahun anggaran 2026. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, alokasi Dana Desa berkurang cukup tajam. Pada tahun 2025, Kabupaten Karawang menerima Dana Desa sebesar Rp196 miliar. Namun, pada tahun 2026, jumlah tersebut menurun menjadi Rp146 miliar. Artinya, terdapat pengurangan anggaran sekitar […]

  • Akses Sadang Japek 2 dibuka untuk pemudik Idulfitri 1447 H

    Mulai Hari Ini, Akses Sadang ke Japek 2 Resmi Difungsikan, Pemudik Dialihkan ke Setu–Burangkeng

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Akses Sadang ke Japek 2 resmi difungsikan mulai hari ini sebagai bagian dari strategi rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek 1) selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini diterapkan oleh jajaran kepolisian bersama instansi terkait guna mendistribusikan arus kendaraan agar lebih merata […]

  • WUJUDKAN KONEKTIVITAS DESA: Peletakan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda

    Peletakan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda, Langkah Strategis Wujudkan Konektivitas Desa

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG — Peletakan batu pertama Jembatan Perintis Garuda menjadi langkah nyata percepatan konektivitas desa di Kabupaten Karawang. Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Karawang ini menandai komitmen kuat dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan infrastruktur strategis. Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih atau yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda […]

  • PARIWISATA DAN DAERAH PEDESAAN DI PROVINSI JAMBI

    PARIWISATA DAN DAERAH PEDESAAN DI PROVINSI JAMBI

    • 0Komentar

    PARIWISATA DAN DAERAH PEDESAAN DI PROVINSI JAMBI Oleh:Thamrin B. Bachri** PENDAHULUAN Sebagian besar dari obyek wisata domestik dengan segala aktivitas yang dilakukan pada waktu luang umumnya dihubungkan dengan daerah pedesaan atau daerah luar kota. Jika daerah pedesaan diartikan sebagai daerah non-urban, maka di dalamnya tercakup hutan belantara selain daerah pertanian atau perladangan yang digarap dengan […]

expand_less