216 Jabatan Pemkab Karawang Dirombak Bupati Aep
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026

NEWS PUBLIK, KARAWANG – Momentum pergantian malam Tahun Baru 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan penyegaran besar-besaran di tubuh birokrasi. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, secara resmi melantik, merotasi, dan memutasi sebanyak 216 Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Prosesi pengukuhan, pemberhentian, serta pengangkatan PNS dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrasi, hingga penugasan tambahan tersebut digelar di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, pada Rabu malam (31/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa perombakan jabatan ini bukan langkah populis. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar serius pemerintah daerah untuk merealisasikan janji pembangunan kepada masyarakat Karawang selama lima tahun masa kepemimpinannya.
Aep menekankan pentingnya percepatan kerja birokrasi agar Karawang mampu melangkah lebih cepat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Keputusan ini bukan keputusan populis. Ini adalah ikhtiar saya sebagai bupati bersama wakil bupati agar janji-janji kepada masyarakat Karawang bisa benar-benar terwujud,” ujar Aep.
Apresiasi untuk ASN dan Forkopimda
Aep juga menyampaikan rasa syukurnya karena didukung oleh jajaran Forkopimda dan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilainya solid dan memiliki etos kerja tinggi. Menurutnya, berbagai capaian yang mulai dirasakan masyarakat merupakan hasil kerja kolektif seluruh ASN di Karawang.
“Hampir satu tahun saya menjabat, masyarakat mulai merasakan hasilnya. Itu bukan karena saya, melainkan kerja keras seluruh ASN di Karawang,” tegasnya.
Ia menambahkan, Karawang memiliki karakter serta potensi daerah yang berbeda dibanding wilayah lain. Oleh karena itu, pola pembangunan yang diterapkan harus fokus dan tidak terjebak pada perbandingan dengan daerah lain.
“Kita tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Karawang punya banyak potensi. Saya fokus ke depan untuk membangun dan menggali potensi itu agar Karawang semakin maju,” katanya.
Menanggapi isu yang beredar, Bupati Aep secara tegas membantah adanya praktik jual beli jabatan dalam proses mutasi dan rotasi kali ini. Ia menegaskan seluruh proses dilakukan melalui mekanisme seleksi yang murni.
“Ini murni seleksi. Tidak ada jual beli jabatan,” tandasnya.
Aep menyebut malam pergantian tahun sebagai momentum refleksi bersama bagi seluruh jajaran pemerintahan. Ia mengajak semua pihak untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri.
“Malam ini menjadi malam refleksi bagi kita semua. Saya bukan orang yang sempurna, tetapi saya ingin menjadi lebih baik,” ucapnya.
Evaluasi Ketat dan Ancaman Penurunan Jabatan
Bupati Aep mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak terlena dengan jabatan yang diemban. Ia meminta seluruh pejabat bekerja maksimal dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Jabatan jangan membuat terlena. Bekerjalah semaksimal mungkin karena masyarakat sudah mulai merasakan dampaknya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi sektor pertanian Karawang yang masih sangat besar. Aep menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Lebih lanjut, Aep meminta komitmen penuh dari para pejabat yang baru dipromosikan maupun dirotasi. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi ketat selama enam bulan ke depan.
“Kami beri waktu enam bulan. Jika tidak bisa bekerja, jabatan akan kami cabut dan diturunkan. Camat yang tidak mampu, bisa diturunkan menjadi sekretaris camat. Itu sangat mungkin,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Aep mengajak seluruh ASN untuk meninggalkan pola kerja lama dan membangun budaya kerja kolaboratif demi kemajuan daerah.
“Ke depan kita harus terbang bersama. Ubah pola kerja dari superman menjadi super tim. Jangan hanya slogan. Karawang harus benar-benar maju, bukan sekadar jargon,” pungkasnya.
- Penulis: Hendra
- Editor: NEWS PUBLIK


