Siswa Diduga Dikeroyok di Lingkungan Sekolah, Respons SMA Negeri 13 Sungai Tutung Dipertanyakan
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | KERINCI – Dugaan Pengeroyokan Siswa SMA Negeri 13 Sungai Tutung menjadi perhatian publik setelah keluarga seorang siswa berinisial PREDI mempertanyakan penanganan yang dilakukan pihak sekolah terhadap insiden yang diduga terjadi di lingkungan sekolah saat jam belajar masih berlangsung.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga korban, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan melibatkan sekitar 15 orang siswa.
Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami sejumlah luka, di antaranya telinga lebam disertai denging, benjolan di bagian kepala, serta memar pada tangan dan kaki yang diduga akibat pukulan. Keluarga juga menyebut korban diduga dipukul menggunakan sebatang kayu.
Untuk memastikan kondisi korban, pihak keluarga segera membawa korban ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis sekaligus visum.
Dugaan Pengeroyokan Siswa SMA Negeri 13 Sungai Tutung Dipertanyakan Keluarga
Keluarga korban mengaku kecewa terhadap penanganan awal yang dilakukan pihak sekolah. Mereka menyebut harus mengantar sekaligus menjemput korban ke rumah sakit tanpa adanya pendampingan dari pihak sekolah.
Menurut keluarga, kondisi tersebut tidak sejalan dengan tanggung jawab sekolah dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik, terlebih peristiwa itu diduga terjadi di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.
Saat dimintai penjelasan, Kepala SMA Negeri 13 Sungai Tutung disebut menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan persoalan antarsiswa dan meminta agar korban lebih dahulu memperoleh penanganan medis sebelum persoalan diproses lebih lanjut.
Namun, penjelasan tersebut dinilai keluarga belum menjawab harapan mereka terkait langkah konkret sekolah dalam menangani dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap pihak sekolah tidak menganggap persoalan ini sebagai hal yang biasa. Keamanan dan keselamatan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap ada perhatian serius terhadap korban, evaluasi sistem pengawasan, serta langkah nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar perwakilan keluarga korban.
- Penulis: Eli/Tim

