Penipuan WhatsApp Mengintai! Warga Labusel Tertipu Rp3 Juta Nyaris Raib dalam Hitungan Menit
- account_circle RM
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | LABUHANBATU SELATAN – Modus penipuan melalui pembajakan akun WhatsApp kembali membuat warga resah. Seorang warga berinisial S (56), warga Dusun Cinta Makmur, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), diduga menjadi sasaran pembajakan akun yang kemudian digunakan untuk meminta pinjaman uang kepada kontak-kontaknya.
Aksi tersebut nyaris membuat kerugian semakin besar. Salah seorang teman S bahkan sempat mentransfer Rp3 juta setelah menerima pesan permintaan pinjaman yang diduga dikirim melalui akun WhatsApp S.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 2 September 2026. Saat itu, sejumlah keluarga dan teman S disebut menerima permintaan uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta.
Modus Pinjam Uang dari Akun WhatsApp
Kepada NEWS PUBLIK, S mengatakan dirinya baru mengetahui WhatsApp miliknya telah dibajak setelah mengetahui ada orang yang meminta uang kepada keluarga dan teman-temannya.
Menurut S, pesan tersebut menggunakan namanya sehingga penerima pesan mengira permintaan uang itu benar-benar berasal darinya.
“Beberapa keluarga dan teman diminta pinjaman uang, mulai Rp1 juta sampai Rp3 juta. Jumlahnya bervariasi,” ujar S saat ditemui di kediamannya.
Situasi menjadi serius ketika salah seorang teman S percaya dengan pesan tersebut.
Sekitar pukul 14.57 WIB, teman S mengirimkan uang sebesar Rp3 juta melalui transfer bank setelah menerima permintaan pinjaman dari nomor WhatsApp yang selama ini dikenal sebagai milik S.
Uang tersebut disebut ditransfer ke rekening Bank BNI atas nama Jodi Saputra.
Korban Kaget Uang Terlanjur Ditransfer
S mengaku terkejut setelah mengetahui nomor WhatsApp miliknya telah dikuasai pihak lain dan digunakan untuk meminta uang.
Ia menduga pelaku memanfaatkan daftar kontak WhatsApp untuk menyasar orang-orang yang mengenal dirinya. Dengan begitu, pesan permintaan uang terlihat lebih meyakinkan karena datang dari nomor yang memang selama ini digunakan S.
Kasus tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap pesan WhatsApp yang meminta transfer uang, sekalipun pesan tersebut datang dari nomor teman, keluarga, atau orang yang dikenal.
Terlebih jika permintaan disertai desakan untuk segera mengirimkan uang.
- Penulis: RM

