Jalan Alternatif Pamah Tambunan — Ujung Bandar Putus Total, Warga Mendesak Perbaikan Segera
- account_circle Siti Nafsiah
- calendar_month 24 menit yang lalu
- print Cetak

LANGKAT -NEWS PUBLIK Akses penghubung vital antara Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar, tepatnya di kawasan perkebunan PT Kinar Lapiga (KL), Desa Perkebunan Tambunan A, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, kini putus total. Badan jalan amblas akibat derasnya curah hujan pada Sabtu, 12 September 2026 sore hari, membuat aktivitas warga lumpuh sejak saat itu.

Kondisi Jalan Sangat Memprihatinkan
Menurut keterangan Ecen, tokoh masyarakat Desa Ujung Bandar yang memantau langsung lokasi kejadian, sisa badan jalan yang tersisa kini hanya sekitar satu meter. Kondisi tersebut membuat jalan ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja, sedangkan kendaraan roda empat sudah tidak bisa melintas sama sekali.
“Badan jalan tinggal sekitar satu meter lagi. Sekarang cuma motor yang bisa lewat, itupun dengan rasa takut,” ungkap Ecen di lokasi kejadian.
Urat Nadi Perekonomian Warga Terancam
Kepala Desa Ujung Bandar menegaskan bahwa jalan ini merupakan akses vital dan urat nadi perekonomian masyarakat kedua desa. Setiap hari, warga menggunakan jalur ini untuk mengangkut hasil bumi seperti kelapa sawit, sayur-mayur, dan hasil tani lainnya ke pasar. Gangguan ini bukan sekadar menghambat aktivitas, tetapi langsung berdampak pada pendapatan warga.
“Kalau dibiarkan, bukan hanya aktivitas terganggu, tapi juga sangat membahayakan pengguna jalan. Anak-anak sekolah pun bisa terpaksa libur kalau tidak ada jalan yang aman,” ujar Kades Ujung Bandar.
Kades juga menambahkan bahwa laporan kondisi jalan ini sudah disampaikan kepada pihak berwenang sejak hari pertama kejadian, namun hingga saat ini belum terlihat adanya perbaikan sedikit pun.
PWLI Sorot Kinerja Pemkab Langkat
Ketua Persatuan Wartawan Langkat Indonesia (PWLI), Risman Sinulingga, turut menyoroti lambatnya tanggapan Pemerintah Kabupaten Langkat terhadap kerusakan infrastruktur yang sangat krusial ini. Ia mengingatkan bahwa posisi jalan yang berada di antara jurang dalam di sisi kanan dan kiri sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja.
“Kondisi jalan yang terus dibiarkan dapat memicu kecelakaan fatal. Posisinya di kanan-kiri jurang yang sangat dalam. Ini bukan hal yang bisa ditunda-tunda,” tegas Risman.
Ia meminta Plt. Bupati Langkat beserta Dinas Pekerjaan Umum segera turun ke lapangan dan mengambil langkah konkret penanganan bersama instansi terkait.
Seruan Warga
Melalui pemberitaan ini, warga Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar menyampaikan permohonan kepada pemerintah Kabupaten Langkat agar segera memperbaiki jalan tersebut. Jalan ini adalah satu-satunya harapan masyarakat untuk menafkahi keluarga dan menjamin kelancaran pendidikan anak-anak mereka. Jangan sampai menunggu ada korban baru baru jalan diperbaiki.
- Penulis: Siti Nafsiah
