Lahan Dibakar di Tengah Kemarau, Polres Kaur Ingatkan Bahaya Karhutla
- account_circle Apen Rozali
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak
NEWS PUBLIK | KAUR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengintai Kabupaten Kaur, Bengkulu. Di tengah kondisi kemarau, polisi masih menemukan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar.
Temuan itu terungkap setelah Polres Kaur menindaklanjuti sejumlah titik panas atau hotspot berdasarkan pemantauan citra satelit di wilayah Kecamatan Maje dan Kecamatan Nasal.
Personel Polres Kaur melalui jajaran Bhabinkamtibmas dan Polsek kemudian turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi.
Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Petugas menemukan bekas pembakaran yang diduga dilakukan masyarakat untuk membuka atau membersihkan lahan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena lahan dan semak belukar yang mengering akibat kemarau membuat api jauh lebih mudah merambat.
Hotspot Muncul, Polisi Turun ke Lapangan
Salah satu kejadian ditemukan di Desa Air Long, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Minggu (13/9/2026).
Personel Polsek Maje yang melakukan pengecekan menemukan titik api di sekitar lahan warga. Api diduga berasal dari semak belukar sebelum kemudian menjalar ke lahan di sekitarnya.
Petugas langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi api sekaligus melakukan pengecekan terhadap situasi di lapangan.
Saat pemeriksaan dilakukan, api sudah dalam kondisi padam.
Namun, dampaknya tetap terlihat. Dari sekitar 15 hektare lahan, diperkirakan kurang lebih 2 hektare lahan terdampak terbakar.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa pembakaran kecil sekalipun dapat berubah menjadi persoalan besar ketika dilakukan saat kondisi lahan kering.
Apalagi, jika api tidak diawasi dan angin membawa bara ke semak atau vegetasi di sekitarnya.
- Penulis: Apen Rozali

