KISAH JUNAIDI: DARI PENGABDIAN, PENEGAKAN HUKUM HINGGA MENJADI KAPOLSEK KUTA BARO | News Publik.perss
- account_circle NOVI KARNO
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

BREAKING : NEWS PUBLIK
KISAH JUNAIDI: DARI PENGABDIAN, PENEGAKAN HUKUM HINGGA MENJADI KAPOLSEK KUTA BARO
Bukan Sekadar Perjalanan Karier, Tetapi Jejak Pengabdian Seorang Polisi yang Memadukan Ketegasan, Ilmu dan Kepedulian
BANDA ACEH – Ada perjalanan yang tidak cukup hanya dibaca dari deretan jabatan. Ada pula pengabdian yang justru memiliki makna ketika melihat bagaimana seseorang tumbuh, belajar, bertugas dan kemudian kembali hadir di tengah masyarakat dengan tanggung jawab yang semakin besar.
Kisah itu tergambar dalam perjalanan Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., perwira Polri yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Kuta Baro Polresta Banda Aceh.
Pergantian tersebut bukan sekadar rotasi jabatan. Pada 1 Oktober 2026, Polresta Banda Aceh secara resmi melaksanakan serah terima jabatan sejumlah pejabat, berdasarkan Keputusan Kapolda Aceh Nomor KEP/323/IX/2026. Dalam rangkaian sertijab itu, Iptu Dr. Junaidi resmi menempati jabatan Kapolsek Kuta Baro, menggantikan AKP Firmansyah.
Namun, jabatan tersebut hanyalah satu babak dari perjalanan panjang pengabdiannya.
Dari Lapangan Tugas hingga Ruang Pelayanan
Sebelum dipercaya memimpin Polsek Kuta Baro, Junaidi memiliki pengalaman di bidang penegakan hukum.
Di Kota Sabang, namanya cukup dikenal dalam kapasitas sebagai Kasat Reskrim Polres Sabang. Ia memimpin fungsi reserse kriminal dalam menangani berbagai perkara dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat terkait persoalan hukum dan keamanan.
Pada Januari 2026, misalnya, Junaidi menyampaikan perkembangan sejumlah kasus pencurian di Sabang sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan.
Tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, ia juga terlibat dalam penguatan sinergi antara penyidik Polri dan PPNS. Dalam kegiatan tersebut, Junaidi menekankan pentingnya koordinasi agar proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketegasan Hukum, Tetap Membuka Ruang Humanis
Menariknya, perjalanan Junaidi tidak berhenti pada persoalan hukum.
Pada April 2025, ketika masih menjabat Kasat Reskrim Polres Sabang, ia hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi generasi muda yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Sabang.
Pesannya kepada pemilih pemula cukup jelas: generasi muda harus aktif, kritis dan memahami tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Di sisi lain, terdapat pula sisi sosial-keagamaan yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya. Pada November 2024, Tribrata News Polda Aceh mencatat Junaidi sebagai pimpinan Rumah Tahfiz Raudhatul Qur’an di Perumahan Bhara Daksa, Kuta Baro, yang saat itu menjadi lokasi santunan bagi anak-anak yatim.
Di sinilah perjalanan Junaidi menjadi menarik: penegakan hukum berjalan berdampingan dengan pendidikan, pembinaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Dari Sabang, Kembali ke Kuta Baro
Jabatan Kapolsek Kuta Baro kini mempertemukan kembali Junaidi dengan wilayah yang sebelumnya sudah memiliki keterkaitan dengan aktivitas sosial-keagamaannya.
Secara kelembagaan, amanah barunya jelas: menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan pelayanan kepolisian, membangun komunikasi dengan masyarakat serta memastikan penegakan hukum berjalan sesuai aturan.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho dalam sertijab 1 Oktober 2026 menyebut pergantian jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi sekaligus penyegaran dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Junaidi, perjalanan tersebut tentu membawa pengalaman dari berbagai ruang pengabdian—mulai dari tugas operasional, reserse, pelayanan masyarakat hingga aktivitas sosial dan pendidikan.
Kini tantangannya berada di depan mata.
Kuta Baro membutuhkan kepolisian yang mampu tegas ketika hukum harus ditegakkan, komunikatif ketika masyarakat membutuhkan tempat untuk menyampaikan persoalan, dan humanis ketika pelayanan menjadi kebutuhan utama.
Jabatan Berubah, Prinsip Pengabdian Tetap
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat media pada September 2026, Junaidi menekankan pentingnya kualitas yang berjalan bersama adab dan etika dalam menjalankan tugas. Ia juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar amanah barunya dapat dijalankan dengan baik.
Pesan tersebut menjadi menarik ketika ditempatkan dalam konteks perjalanan kariernya.
Sebab, seorang polisi tidak hanya diukur dari seragam dan kewenangan yang melekat pada jabatannya. Di tengah masyarakat, kehadiran aparat juga dibangun melalui komunikasi, keteladanan, keberanian mengambil keputusan dan kemampuan menjaga kepercayaan publik.
Dari perjalanan tugasnya di Sabang hingga kini dipercaya sebagai Kapolsek Kuta Baro, nama Junaidi membawa satu cerita tentang pengabdian yang terus bergerak.
Dari tugas lapangan menuju ruang pelayanan. Dari penegakan hukum menuju pembinaan masyarakat. Dari pengalaman menuju amanah baru.
Dan kini, Kuta Baro menjadi halaman berikutnya dalam perjalanan pengabdian Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H.
Bukan tentang seberapa tinggi sebuah jabatan, tetapi seberapa besar amanah itu mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang dirasakan masyarakat.
(Reporter/Pers Media News Publik Wilayah Sabang : Kabiro – MJ Eric Karno)
- Penulis: NOVI KARNO



































