Breaking News
Trending Tags

Situs Muara Jambi sebagai Simbol Peradaban Dunia

  • account_circle Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd. (Guru besar UIN STS Jambi)
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • print Cetak

Situs Muara Jambi sebagai Simbol Peradaban Dunia

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.
(Guru besar UIN STS Jambi)

Pendahuluan

Situs Candi Muara Jambi merupakan salah satu kompleks percandian Buddha terbesar di Asia Tenggara, berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia. Kawasan ini mencakup lebih dari 12 km² dengan delapan kompleks utama yang telah dipugar dan puluhan lainnya masih tertimbun tanah. Para arkeolog menilai situs ini sebagai pusat peradaban Melayu kuno yang berpengaruh luas, sejajar dengan pusat peradaban Asia lainnya seperti Angkor Wat di Kamboja dan Borobudur di Jawa Tengah (Sulasman, 2019, hlm. 27).

Berdirinya Situs dan Para Pendirinya

Situs Muara Jambi diperkirakan berdiri antara abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, bertepatan dengan masa kejayaan Kerajaan Melayu Kuno dan Sriwijaya. Menurut penelitian Pusat Arkeologi Nasional (Balai Arkeologi Sumatra, 2018, hlm. 13), kompleks ini dibangun oleh para biksu dan penguasa Melayu sebagai pusat pendidikan dan meditasi Buddha Mahayana.

Sumber prasasti seperti Prasasti Karang Berahi (686 M) menyebut nama Dapunta Hyang Sri Jayanasa, yang menjadi petunjuk hubungan erat antara Sriwijaya dengan Jambi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan. Penemuan fragmen arca dan stupa memperkuat teori bahwa situs ini adalah universitas Buddhis internasional, seperti Nalanda di India (Rahardjo, 2017, hlm. 44).

Tujuan pendirian kompleks Muara Jambi bukan hanya religius, melainkan juga diplomatik dan ekonomi. Sungai Batanghari menjadi jalur strategis perdagangan lintas Samudra Hindia–Selat Malaka, menjadikan kawasan ini simpul interaksi dunia Melayu, India, dan Tiongkok (Wahyudi, 2020, hlm. 58).

Situs Terluas di Dunia

Penelitian terbaru oleh UNESCO (2021, hlm. 7) menyebutkan bahwa kompleks Muara Jambi memiliki luas sekitar 3.981 hektar, menjadikannya kompleks percandian Buddha terluas di dunia yang masih alami. Sebagai perbandingan, Angkor Wat di Kamboja mencakup sekitar 1.626 hektar (Evans et al., 2013, hlm. 98).

Muara Jambi memiliki sistem kanal, parit, dan jalur air kuno sepanjang 26 km yang menunjukkan keunggulan perencanaan tata kota kuno. Sistem hidrologi ini menandakan kecanggihan teknologi lokal Melayu dalam memanfaatkan lanskap sungai untuk kegiatan religius dan ekonomi.

Temuan Arkeologis sebagai Bukti Peradaban Dunia

Penelitian arkeologi di Muara Jambi dimulai sejak kolonial Belanda pada tahun 1820 oleh S.C. Crooke, yang melaporkan reruntuhan candi di tepian Sungai Batanghari (Crooke, 1820, hlm. 102).
Selanjutnya, penggalian modern oleh Tim Arkeologi Nasional Indonesia (1975–2020) menemukan lebih dari 60 struktur bata kuno, arca perunggu abad ke-8, fragmen manik-manik India, dan keramik Tang–Song (abad ke-9–13 M) (Nasution, 2018, hlm. 76).

Penemuan Arca Prajnaparamita (abad ke-9 M) dan Stupa Emas kecil menunjukkan pengaruh India yang kuat (Sumadio, 2019, hlm. 91). Selain itu, artefak tulisan beraksara Pallawa dan Kawi membuktikan adanya pertukaran ilmu antara Jawa, Sumatra, dan Asia Selatan (Wolters, 2011, hlm. 119).

Keberadaan kanal kuno yang terhubung dengan Sungai Batanghari menandakan sistem urban kuno yang terencana, menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi (Manguin, 2012, hlm. 56).

Arkeologis, Sejarah, dan Kisah Besar di Baliknya

Kisah besar di balik situs ini erat dengan jatuh bangunnya peradaban Melayu dan Sriwijaya. Setelah keruntuhan Sriwijaya pada abad ke-13, Muara Jambi tetap menjadi pusat intelektual dan spiritual. Menurut Miksic (2010, hlm. 62), tradisi Buddhis di Muara Jambi menjadi jembatan antara ajaran Buddha India dan Asia Tenggara.

Peneliti dari University of Oxford (Bennet & Goh, 2019, hlm. 142) menyebut bahwa Muara Jambi memainkan peran penting dalam “Buddhist Maritime Network”, jaringan biara dan pelabuhan yang menghubungkan Asia Selatan, Nusantara, dan Tiongkok.

Secara lokal, legenda masyarakat Jambi menyebut situs ini sebagai “Tanah Para Resi” atau tempat bersemayamnya pendeta suci. Hingga kini, masyarakat sekitar masih melakukan ziarah dan ritual tertentu sebagai bentuk penghormatan pada leluhur dan spiritualitas Melayu kuno (Zainal, 2020, hlm. 39).

Penutup

Situs Muara Jambi bukan sekadar peninggalan arkeologi, melainkan simbol kebesaran peradaban Melayu dan bukti keterhubungan Nusantara dengan peradaban dunia. Luasnya kompleks, canggihnya sistem tata kota, serta artefak lintas budaya menunjukkan bahwa peradaban Jambi kuno sejajar dengan pusat-pusat peradaban global seperti Angkor Wat dan Nalanda.
Pemeliharaan dan pengkajian berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama agar Muara Jambi tak hanya menjadi warisan lokal, tetapi juga ikon peradaban dunia yang hidup dan berkelanjutan.

Referensi:

1. Balai Arkeologi Sumatra. (2018). Laporan Penelitian Arkeologi Muara Jambi. Jambi: Kemdikbud.

2. Bennet, J., & Goh, J. (2019). Buddhist Maritime Networks in Southeast Asia. Oxford University Press.

3. Crooke, S.C. (1820). Report on the Ruins near the Batanghari River. Batavia: VOC Archives.

4. Evans, D., Pottier, C., & Fletcher, R. (2013). Angkor and the Khmer Empire. Cambridge University Press.

5. Manguin, P.-Y. (2012). Trading Cities in the Malay Archipelago. Leiden: Brill.

6. Miksic, J. N. (2010). Southeast Asian Archaeology 101. Singapore: NUS Press.

7. Nasution, H. (2018). Temuan Arkeologis di Situs Muara Jambi. Jurnal Arkeologi Indonesia, 24(3).

8. Rahardjo, S. (2017). Sriwijaya dan Jambi: Jejak Peradaban Sungai. Jakarta: Balitbang.

9. Sumadio, B. (2019). Pradaban Melayu Kuno dan Pengaruh India. Yogyakarta: Ombak.

10. Sulasman. (2019). Sejarah Kebudayaan Melayu dan Islamisasi Sumatra. Bandung: Alfabeta.

11. UNESCO. (2021). World Heritage Report on Muara Jambi Archaeological Site. Paris: UNESCO Press.

12. Wahyudi, D. (2020). Jalur Sungai dan Ekonomi Peradaban Melayu Kuno. Jurnal Sejarah, 15(2).

13. Wolters, O. W. (2011). Early Indonesian Commerce and Cultural Exchange. Ithaca: Cornell University Press.

14. Zainal, M. (2020). Tradisi Ziarah di Muara Jambi. Jurnal Sosiohumaniora, 22(1).
———-

Rekomendasi Untuk Anda

  • AMP BARA BAHARI Bongkar Pelanggaran Armada Batu Bara di Sungai Batanghari

    AMP BARA BAHARI Bongkar Pelanggaran Armada Batu Bara di Sungai Batanghari

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Jambi – Aktivitas armada batu bara di Sungai Batanghari kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, organisasi AMP BARA BAHARI Jambi mengungkap sejumlah pelanggaran serius yang diduga dilakukan oleh kapal-kapal pengangkut batu bara yang beroperasi di perairan tersebut. Sorotan ini mencuat setelah dalam beberapa waktu terakhir, Sungai Batanghari kerap diwarnai insiden, mulai dari […]

  • KREASI dan SPEAK Jambi Geruduk Kejagung RI, Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Miliaran di Sarolangun dan Tebo

    KREASI dan SPEAK Jambi Geruduk Kejagung RI, Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Miliaran di Sarolangun dan Tebo

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jakarta — Puluhan aktivis Koalisi Rakyat Anti Korupsi Jambi (KREASI) dan Suara Pemuda Jambi (SPEAK) Jambi menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Selasa (11/11/2025). Mereka menuntut Kejaksaan segera mengusut dugaan penyimpangan anggaran bernilai miliaran rupiah pada sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sarolangun dan Tebo tahun anggaran 2024. Dalam aksinya, massa membawa […]

  • Kecewa Eksepsi Gugur, Nadiem: Semua Fakta Akan Terbuka

    Kecewa Eksepsi Gugur, Nadiem: Semua Fakta Akan Terbuka

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAKARTA — Proses hukum terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, terus bergulir. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memutuskan menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang diajukan pihak terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Dengan putusan sela tersebut, perkara yang menjerat Nadiem resmi […]

  • Sekda Sudirman Minta Fokus Jalankan Visi Misi Kepala Daerah

    Sekda Sudirman Minta Fokus Jalankan Visi Misi Kepala Daerah

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH memimpin pelaksanaan upacara peningkatan semangat nasionalisme dan kedisiplinan ASN di halaman Kantor Gubernur Jambi pada Kamis pagi (17/07/2025). Dalam kegiatan tersebut, juga diberikan santunan uang duka kepada 12 keluarga anggota KORPRI di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi. Dalam arahannya, Sekda […]

  • Warga Taman Jernih Desak Perbaikan Jalan, Pemkab Kerinci Diminta Tak Tutup Mata

    Warga Taman Jernih Desak Perbaikan Jalan, Pemkab Kerinci Diminta Tak Tutup Mata

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Kerinci – Kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Taman Jernih – Sungaitutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, semakin memprihatinkan. Sebagian besar permukaan aspal mengelupas dan dipenuhi lubang besar yang membahayakan pengguna jalan. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju Kantor Camat Air Hangat Timur. Akibat kerusakan yang parah, tidak jarang pengendara sepeda […]

  • Operasi Ketupat Lodaya 2026 Sukses Besar: Kecelakaan Turun 76%, Korban Tewas Anjlok 89%

    Operasi Ketupat Lodaya 2026 Sukses Besar: Kecelakaan Turun 76%, Korban Tewas Anjlok 89%

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Operasi Ketupat Lodaya 2026 sukses mencatat capaian signifikan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Barat, terutama selama periode arus mudik dan balik Lebaran. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mencatat penurunan drastis angka kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan […]

expand_less