Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin Bersama Warga, Gubernur dan Wagub Hadirkan Pesan Kuat Ramadan
- account_circle GR
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 53

Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani mengikuti Qiamul Lail di Ponpes Darul Arifin, Muaro Jambi.
NEWS PUBLIK | JALUKO – Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin kembali menjadi panggung penguatan spiritual di bulan suci Ramadan. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. bersama Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I memimpin langsung kegiatan ibadah malam yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi di Pondok Pesantren Darul Arifin, Jalan Ness, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa dini hari, 17 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Pemerintah Provinsi Jambi menjadikannya sebagai ruang pembinaan rohani bagi aparatur pemerintah sekaligus momentum mendekatkan pemimpin daerah dengan masyarakat dalam suasana ibadah yang khidmat.
Sejak dini hari, suasana pondok pesantren tampak hidup. Jamaah, aparatur, dan unsur pemerintah daerah membaur dalam rangkaian ibadah malam yang berlangsung tenang, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin Dimulai Pukul 02.00 WIB
Kegiatan Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Rangkaian ibadah diawali dengan shalat sunah tasbih, tahajud, hajat, dan taubah yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin, DR. KH. Zainul Arifin, M.Ed., M.A.
Nuansa religius terasa kuat sejak awal kegiatan. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh khusyuk, menjadikan malam Ramadan di lingkungan pesantren itu sebagai ruang tafakur dan penguatan batin.
Setelah rangkaian shalat malam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sahur bersama jamaah masjid. Momen ini menghadirkan kehangatan tersendiri karena pemimpin daerah dan masyarakat duduk bersama dalam suasana sederhana, namun sarat makna.

Al Haris dan Abdullah Sani Sahur Bersama Warga
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam kegiatan ini adalah kebersamaan Gubernur Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani saat sahur bersama warga. Kebersamaan semacam ini memberi pesan bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga soal kebersamaan sosial antara pemimpin dan masyarakat.
Kehadiran dua pemimpin tertinggi di Provinsi Jambi itu juga memperlihatkan komitmen Pemprov Jambi untuk menjaga tradisi keagamaan tetap hidup di tengah rutinitas pemerintahan. Dalam konteks pelayanan publik, kedekatan emosional seperti ini kerap menjadi simbol penting bahwa pemerintah tidak berjarak dari rakyatnya.
Setelah sahur, kegiatan dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah. Seusai shalat, jamaah juga mengikuti pembacaan istighotsah dan wirid sebagai bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan ridho Allah SWT.
Spiritualitas ASN Jadi Pesan Utama Gubernur Jambi
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa kegiatan Qiamul Lail merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas spiritual aparatur pemerintah. Menurutnya, keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan ibadah harus terus dijaga.
Al Haris menilai, aparatur yang memiliki fondasi spiritual kuat akan lebih siap menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter birokrasi yang lebih baik.
“Melalui kegiatan seperti ini kita berharap ibadah para aparatur semakin meningkat. Dengan spiritualitas yang kuat, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ujar Al Haris.
Pernyataan ini menegaskan arah pesan yang ingin dibangun Pemprov Jambi selama Ramadan. Bahwa pembinaan aparatur tidak cukup hanya melalui disiplin administratif, tetapi juga harus disertai penguatan moral dan spiritual.

Ramadan Jadi Momentum Evaluasi Diri Aparatur
Bagi Al Haris, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan evaluasi diri. Ia berharap kegiatan Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin menjadi momentum pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Pesan tersebut penting, terutama di tengah tuntutan publik terhadap kualitas pelayanan pemerintah yang semakin tinggi. Aparatur dituntut bukan hanya cakap bekerja, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kedisiplinan yang lahir dari kesadaran batin.
“Ramadhan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” pungkasnya.
Kalimat ini menjadi penegasan bahwa Ramadan diposisikan sebagai ruang pembenahan menyeluruh, baik secara personal maupun institusional. Pemerintah ingin membangun budaya kerja yang tidak hanya efektif, tetapi juga bernilai ibadah.
Kegiatan Rutin Ramadan Pemprov Jambi
Qiamul Lail yang digelar di Ponpes Darul Arifin merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Provinsi Jambi selama bulan suci Ramadan. Program ini terus dijalankan sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat nilai keagamaan, dan menanamkan budaya spiritual di lingkungan pemerintahan.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris tampak didampingi langsung oleh Wakil Gubernur Abdullah Sani. Turut hadir pula sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan bahwa agenda keagamaan tersebut memang dirancang bukan hanya untuk simbolik, tetapi untuk diikuti langsung oleh unsur pimpinan daerah. Dengan begitu, pesan yang dibangun lebih kuat dan memberi contoh langsung kepada aparatur lainnya.
Jalan Santai dan Peninjauan Lingkungan Pondok
Setelah seluruh rangkaian ibadah dan subuh berjamaah selesai, kegiatan ditutup dengan jalan santai mengelilingi kawasan pondok pesantren. Momen ini dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi bangunan dan lingkungan pondok yang memiliki luas sekitar 30 hektare.
Peninjauan ini memberi kesan bahwa kunjungan tidak berhenti pada ibadah seremonial semata. Ada perhatian terhadap kondisi fisik pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran besar dalam pembinaan generasi muda.
Bagi pemerintah daerah, pondok pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga salah satu mitra penting dalam pembangunan karakter masyarakat. Karena itu, kehadiran kepala daerah di lingkungan pesantren membawa makna simbolik sekaligus strategis.
Ponpes Darul Arifin Jadi Ruang Kebersamaan Pemimpin dan Masyarakat
Pelaksanaan Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin menunjukkan bahwa pondok pesantren tetap menjadi ruang penting untuk membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Dalam suasana Ramadan, kebersamaan semacam ini terasa lebih kuat karena dibingkai dalam nuansa ibadah dan kekeluargaan.
Kehadiran Al Haris dan Abdullah Sani di tengah jamaah memperkuat citra bahwa pemimpin daerah tidak hanya hadir dalam forum formal, tetapi juga dalam ruang-ruang spiritual yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa Pemprov Jambi sedang berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental spiritual. Di tengah tuntutan birokrasi, aspek rohani tetap ditempatkan sebagai fondasi penting.
Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin Perkuat Pesan Ramadan Pemprov Jambi
Secara keseluruhan, Qiamul Lail Ponpes Darul Arifin menjadi salah satu agenda Ramadan yang sarat pesan. Bukan hanya soal ibadah malam, sahur bersama, dan shalat subuh berjamaah, tetapi juga soal pembinaan spiritual aparatur dan penguatan nilai kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Gubernur Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik harus lahir dari pribadi-pribadi yang kuat secara moral dan spiritual. Di titik itulah Ramadan mendapat makna yang lebih luas dalam tata kelola pemerintahan.
Dengan suasana khidmat di Ponpes Darul Arifin, Pemprov Jambi kembali menegaskan bahwa agenda keagamaan bukan pelengkap seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar membentuk aparatur yang disiplin, beriman, dan lebih peka terhadap tugas pelayanan kepada masyarakat.
- Penulis: GR
