Takbiran Keliling Way Muli Timur 2026 Penuh Haru, Camat dan Kapolsek Turun Langsung Dampingi Warga
- account_circle Juhri
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 88

Warga Way Muli Timur menggelar takbiran keliling menyambut Idul Fitri 1447 H didampingi Camat dan Kapolsek
NEWS PUBLIK | LAMPUNG SELATAN – Takbiran Keliling Way Muli Timur menjadi momen penuh makna dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ratusan warga Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, turun langsung menggelar takbiran keliling pada Sabtu malam (21/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah namun tetap khusyuk, dengan warga berjalan kaki mengelilingi dusun-dusun sambil mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk syiar Islam.
Tradisi Takbiran Keliling Way Muli Timur Terus Dijaga
Takbiran keliling Way Muli Timur bukan sekadar perayaan, melainkan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Setiap tahunnya, warga secara konsisten menggelar kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Tradisi ini juga menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan antar warga desa, yang secara gotong royong menjaga nilai-nilai religius dan sosial.
Kegiatan dimulai usai salat Isya, di mana warga berkumpul dan memulai perjalanan menyusuri lingkungan desa dengan penuh semangat kebersamaan.
Camat dan Aparat Turun Langsung Dampingi Warga
Pelaksanaan takbiran keliling Way Muli Timur tahun ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian.
Camat Rajabasa, Firdaus, bersama unsur kepolisian hadir langsung mendampingi kegiatan, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan tertib.
Dalam keterangannya, Camat Rajabasa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjaga tradisi dengan penuh khidmat.
Ia menilai, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan sosial dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Way Muli Timur yang terus menjaga tradisi takbiran dengan penuh kebersamaan. Ini adalah momentum untuk mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Berlangsung Tertib, Aparat Pastikan Keamanan
Takbiran keliling Way Muli Timur berlangsung dalam suasana aman dan tertib, berkat pengamanan dari aparat setempat.
Kapolsek Kalianda, IPTU Sulyadi, turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Ia menekankan pentingnya menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, seperti konvoi berlebihan dan penggunaan petasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi yang berlebihan, tidak menyalakan petasan, serta tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Imbauan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang tetap menjaga suasana kondusif selama kegiatan berlangsung.
Syiar Islam dan Kebersamaan Jadi Inti Kegiatan
Takbiran keliling Way Muli Timur tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Lantunan takbir yang menggema di sepanjang jalan desa menciptakan suasana religius yang kental, sekaligus menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT.
Di sisi lain, interaksi antar warga selama kegiatan berlangsung memperkuat ikatan sosial dan mempererat rasa persaudaraan.
Momentum ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat modern.
Idul Fitri Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi
Camat Rajabasa juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan.
Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan takbiran harus terus dijaga dan dilestarikan.
Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan masyarakat dapat kembali ke fitrah, saling memaafkan, serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan masing-masing.
Tradisi yang Menyatukan
Takbiran keliling Way Muli Timur menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal mampu menyatukan masyarakat dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.
Dengan dukungan pemerintah dan aparat keamanan, kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi simbol kuat harmoni antara masyarakat dan institusi.
Di tengah berbagai tantangan sosial, tradisi seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan.
- Penulis: Juhri
