Breaking News
light_mode
Trending Tags

JBC Jambi Dikecam: Ambisi Bisnis Diduga Abaikan Hak Hidup Nyaman Warga

  • account_circle Eli/Tim
  • calendar_month 13 jam yang lalu

Kondisi kawasan sekitar proyek JBC Jambi saat hujan deras yang diduga menyebabkan limpahan air ke permukiman warga.

NEWS PUBLIK | JAMBI – Kemegahan proyek Jambi Business Center (JBC) di kawasan Jalan Kapten Pattimura, Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, kembali menjadi sorotan publik. Proyek bernilai triliunan rupiah yang diproyeksikan sebagai pusat bisnis modern terbesar di Kota Jambi itu kini justru memunculkan persoalan serius yang dirasakan langsung masyarakat sekitar.

Setiap kali hujan deras mengguyur Kota Jambi, warga yang tinggal di sekitar kawasan pembangunan mengaku harus menghadapi limpahan air dalam jumlah besar yang diduga berasal dari area proyek JBC. Air disebut mengalir deras menuju permukiman warga hingga menyebabkan genangan, merusak fasilitas rumah tangga, dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sejumlah warga menilai persoalan tersebut bukan lagi kejadian insidental, melainkan masalah berulang yang terus terjadi sejak pembangunan kawasan bisnis itu berjalan. Rumah-rumah yang berada di sekitar pagar proyek disebut menjadi titik paling terdampak.

Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat, Politisi Golkar sekaligus mantan anggota DPRD Kota Jambi, Sony Zainul SH, ikut angkat bicara. Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai belum diselesaikan secara serius oleh pihak pengelola proyek.

Menurut Sony, sedikitnya terdapat empat persoalan penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Sorotan pertama berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap dokumen lingkungan hidup atau AMDAL. Pengelola proyek disebut belum memenuhi kewajiban pembangunan kolam retensi permanen dan sumur resapan sebagaimana tertuang dalam Adendum ANDAL RKL-RPL.

Padahal, dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum yang wajib dipatuhi oleh pihak pengembang. Tidak optimalnya sistem pengendalian air diduga menjadi penyebab limpasan air langsung mengarah ke kawasan permukiman warga.

“Kalau kewajiban lingkungan tidak dijalankan sesuai dokumen AMDAL, maka dampaknya pasti dirasakan masyarakat,” ujar Sony.

Tak hanya itu, proyek JBC juga disorot karena diduga mengalami persoalan dalam aspek prosedur perizinan. Dokumen AMDAL dan Andalalin disebut baru diproses setelah pembangunan fisik berjalan, bukan sejak tahap perencanaan awal sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan pemerintah terhadap proyek berskala besar yang berdiri di pusat Kota Jambi.

Persoalan lain yang turut disorot yakni skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) antara pihak pengembang dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Sony menilai pola kerja sama tersebut berpotensi merugikan daerah apabila kontribusi yang diberikan tidak sebanding dengan hak pengelolaan lahan yang diperoleh pengembang dalam jangka panjang.

Kritik juga diarahkan pada sikap pengelola proyek yang dinilai kurang kooperatif terhadap pemerintah maupun DPRD. Pengelola disebut pernah mengabaikan surat peringatan pemerintah dan tidak menghadiri rapat dengar pendapat yang digelar DPRD terkait polemik proyek tersebut.

Lebih jauh, Sony menegaskan bahwa persoalan JBC saat ini tidak lagi sekadar menyangkut administrasi pembangunan. Ia menilai kasus tersebut mulai membuka ruang dugaan tindak pidana lingkungan hidup oleh korporasi.

Mengacu pada Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenakan sanksi tambahan berupa perampasan keuntungan, penutupan usaha, kewajiban pemulihan lingkungan, hingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat terdampak.

Meski demikian, hingga kini langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Jambi masih berada pada ranah sanksi administratif, mulai dari pembekuan hingga ancaman pencabutan izin operasional.

Polemik JBC pun kini berkembang menjadi perhatian publik yang lebih luas. Di tengah ambisi menghadirkan pusat bisnis modern dan simbol pertumbuhan ekonomi baru di Kota Jambi, masyarakat mulai mempertanyakan sejauh mana aspek keselamatan lingkungan, tata kelola pembangunan, dan hak warga benar-benar dijadikan prioritas utama.

Bagi warga sekitar, pembangunan tidak semestinya hanya menghadirkan gedung megah dan nilai investasi besar. Lebih dari itu, pembangunan juga dituntut mampu menjamin rasa aman, kenyamanan hidup, dan perlindungan lingkungan bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan proyek tersebut.

  • Penulis: Eli/Tim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Rawi Keluhkan Jalan Penghubung Rawi Menuju Padan

    Warga Desa Rawi Keluhkan Jalan Penghubung Rawi Menuju Padan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Lampung Selatan – Sejumlah warga, terutama ibu rumah tangga di Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, mengeluhkan kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Rawi menuju Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Senin, (28/4/2025). Jalan tersebut menjadi akses penting dan telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun tanpa ada perbaikan berarti. Keluhan ini disampaikan warga saat […]

  • Gubernur Al Haris Serahkan 531 Bantuan Dumisake Pendidikan untuk Kabupaten Tebo

    Gubernur Al Haris Serahkan 531 Bantuan Dumisake Pendidikan untuk Kabupaten Tebo

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Rimbo Bujang (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyerahkan Bantuan Dana Dumisake Pendidikan Tahun Anggaran 2025 untuk Kabupaten Tebo sebanyak 531 orang dengan rincian, 369 orang untuk pelajar SMA, 138 orang untuk pelajar SMK, dan 24 orang untuk pelajar SLB. Selain itu, juga diberikan bantuan SPP kepada […]

  • Al Haris Targetkan SMK Titian Teras Bungo Jadi Pusat Vokasi Jambi Barat

    Al Haris Targetkan SMK Titian Teras Bungo Jadi Pusat Vokasi Jambi Barat

    • 0Komentar

    📰 Gubernur Al Haris Dorong SMK Titian Teras Bungo Jadi Pusat Pendidikan Vokasi dan Pariwisata NEWS PUBLIK, Muara Bungo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan vokasi di wilayah barat Provinsi Jambi melalui pengembangan SMK Titian Teras di Kabupaten Bungo. Didampingi Bupati Bungo H. Dedy Putra, […]

  • Bupati Hurmin Launching Gerai Z Ifthar Ramadhan Baznas Sarolangun

    Bupati Hurmin Launching Gerai Z Ifthar Ramadhan Baznas Sarolangun

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Sarolangun – Bupati Sarolangun H. Hurmin secara resmi melaunching Gerai Z Ifthar Ramadhan yang digelar oleh Baznas Kabupaten Sarolangun. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (23/2/2026) di Masjid Al-Falah Pasar Sarolangun. Peresmian program Ramadhan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah. Bupati Hurmin hadir bersama Ketua TP PKK Sarolangun Risha Fitria Hurmin, Sekretaris Daerah Muhammad […]

  • Dua Orang Pembawa Sabu Ditangkap Polsek Kampung Rakyat di Labusel

    Dua Orang Pembawa Sabu Ditangkap Polsek Kampung Rakyat di Labusel

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, LABUSEL – Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus dilakukan jajaran Polres Labuhanbatu Selatan. Kali ini, Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat menangkap dua pria yang berprofesi sebagai buruh karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu di Dusun Pekan, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026. Kedua tersangka berinisial MRH (39) […]

  • Penguatan Tata Kelola Pemerintah Daerah Untuk Mendorong Daya Saing yang Berkelanjutan dan Inklusif

    Penguatan Tata Kelola Pemerintah Daerah Untuk Mendorong Daya Saing yang Berkelanjutan dan Inklusif

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menerima kunjungan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., ME. Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola pemerintah daerah guna mendorong daya saing yang berkelanjutan dan inklusif. Kegiatan berlangsung di lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Kantor Bupati Karawang, pada 6 Maret. Dalam […]

expand_less