Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gencarnya Uji Coba Program MBG Mulai Berjalan di Berbagai Wilayah, Potret Berbeda Justru di SLB Tunas Harapan Belum Tersentuh

  • account_circle M. Novicho
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 53

NEWS PUBLIK | KARAWANG – Di tengah gencarnya uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di berbagai wilayah, potret berbeda justru terlihat di SLB Tunas Harapan,di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.Kabupaten Karawang,Jawabarat

Sekolah luar biasa yang berada di kawasan pusat aktivitas Karawang Barat itu hingga kini belum menerima manfaat dari program penguatan gizi yang dicanangkan pemerintah tersebut.

Secara geografis, lokasi sekolah ini terbilang strategis. Berada di wilayah kelurahan yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat, SLB Tunas Harapan seharusnya tidak luput dari perhatian distribusi program nasional.

Namun realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda. Para siswa berkebutuhan khusus di sekolah tersebut masih menunggu kepastian kapan program MBG benar-benar menyentuh lingkungan belajar mereka
Ketua Komite SLB Tunas Harapan, Fajar Sidik, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menyebut, siswa sekolah luar biasa justru membutuhkan perhatian lebih, baik dari sisi pendidikan maupun pemenuhan gizi.

“Kami melihat di beberapa titik lain sudah berjalan, namun di SLB Tunas Harapan Karangpawitan ini belum ada tanda-tanda pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Kami sangat berharap ada pemerataan,” ujar Fajar saat ditemui, Selasa (24/2/2026).lalu

Bukan Sekadar Bantuan Makanan

Menurutnya, program MBG bukan sekadar bantuan makanan, melainkan bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak, terutama bagi siswa disabilitas yang memiliki kebutuhan khusus.

Harapan besar juga datang dari para orang tua siswa. Dengan latar belakang ekonomi keluarga yang beragam, tambahan asupan gizi dari sekolah dinilai akan sangat membantu menunjang kesehatan dan perkembangan anak-anak mereka.

Fajar menilai, persoalan utama kemungkinan terletak pada validasi data maupun distribusi teknis di lapangan. Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi agar tidak ada sekolah luar biasa yang terlewat dalam agenda nasional tersebut.

“Anak-anak kami memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses gizi yang baik. Jangan sampai ada kesan pilih kasih atau sekolah tertentu justru terlupakan hanya karena masalah administratif atau teknis di lapangan,” tegasnya.

Investasi Masa Depan yang Inklusif

Kondisi ini menjadi ironi tersendiri. Di saat program MBG digaungkan sebagai bagian dari investasi generasi masa depan, masih ada kelompok rentan yang belum tersentuh implementasinya.

SLB Tunas Harapan selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang membina anak-anak berkebutuhan khusus di Karawang. Peran sekolah ini bukan hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membentuk kemandirian serta keterampilan sosial para siswanya.

Karena itu, keberadaan program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah luar biasa dinilai sangat relevan. Asupan nutrisi yang seimbang diyakini mampu membantu meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas hidup siswa disabilitas.

  • Penulis: M. Novicho

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less