Breaking News
Trending Tags

Jalan Balohan–Anoi Itam Ditutup Total, BPKS Tegaskan Keselamatan Warga di Atas Segalanya | News Publik.perss

  • account_circle NOVI KARNO
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

BREAKING : NEWS PUBLIK 

Jalan Balohan–Anoi Itam Ditutup Total, BPKS Tegaskan Keselamatan Warga di Atas Segalanya

SABANG — NEWS PUBLIK | Keselamatan pengguna jalan akhirnya menjadi pertimbangan utama. Ruas Jalan Balohan–Anoi Itam, tepatnya di kawasan Cot Bak Geutum, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, resmi ditutup total mulai Rabu, 26 Agustus 2026, menyusul kondisi badan jalan yang mengalami longsor dan amblas serta dinilai semakin berbahaya bagi kendaraan maupun masyarakat yang melintas.

Penutupan tersebut bukan sekadar pembatasan akses biasa. Di balik keputusan itu terdapat kekhawatiran terhadap potensi kecelakaan dan korban jiwa, terutama karena ruas jalan tersebut masih digunakan masyarakat serta wisatawan sebagai jalur penghubung Balohan menuju Anoi Itam.

Langkah penutupan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Pemerintah Kota Sabang, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Sabang, Polsek Sukajaya, unsur Kecamatan Sukajaya serta aparatur gampong.

Di lokasi, Rabu (26/8/2026), terlihat jajaran lintas instansi turun langsung memastikan pemasangan pembatas dan sosialisasi penutupan kepada masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian, unsur perhubungan, kecamatan serta perangkat terkait menunjukkan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian bersama.

Fajran: Jangan Tunggu Sampai Ada Korban
Deputi Teknik, Pengembangan dan Tata Ruang BPKS, Dr. Fajran Zain, MA, menegaskan bahwa keputusan penutupan diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan.

Fajran menyebut kondisi longsor di kawasan tersebut telah berlangsung hampir satu tahun. Material longsoran dan kondisi badan jalan yang semakin rawan membuat risiko terhadap pengguna jalan tidak dapat lagi diabaikan.

“Kita khawatir jatuh korban, terutama pengguna jalan, baik mobil maupun motor,” ujar Fajran saat ditemui di lokasi, Rabu (26/8/2026).

Menurut Fajran, kekhawatiran tersebut semakin besar pada malam hari karena kawasan itu minim penerangan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan dari dalam maupun luar Sabang berpotensi tidak menyadari tingkat kerawanan badan jalan.

Ruas Balohan–Anoi Itam juga kerap menjadi jalur pintas bagi masyarakat dan pengguna kendaraan dari luar Sabang. Karena itu, menurut Fajran, penutupan menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

BPKS Dorong Penanganan Permanen
BPKS menegaskan penutupan ini bukan dimaksudkan untuk menghambat aktivitas masyarakat, melainkan sebagai langkah pengamanan sembari menunggu penanganan yang lebih permanen.

Fajran menyampaikan bahwa BPKS berkepentingan terhadap keselamatan pengguna jalan karena ruas tersebut sebelumnya dibangun dalam kawasan yang menjadi kewenangan BPKS.

Persoalan pembiayaan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. BPKS telah memperoleh masukan dari Bappenas agar kebutuhan anggaran perbaikan ruas jalan tersebut diusulkan kepada pemerintah pusat. Namun, proses penganggaran hingga pembangunan kembali membutuhkan tahapan yang tidak singkat.

Sebelumnya, Direktur Pembangunan BPKS Maulana Wicaksana juga menyampaikan bahwa pemasangan palang dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum penutupan resmi diberlakukan pada 26 Agustus 2026.

Pemko Sabang: Kondisi Tidak Bisa Ditangani Secara Sederhana
Dukungan terhadap langkah penutupan juga disampaikan Pemerintah Kota Sabang.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Sabang, Budhi Satria, yang hadir di lokasi, menyatakan kondisi longsoran di kawasan tersebut cukup terjal sehingga penanganannya membutuhkan kajian dan desain teknis yang tepat.

Menurut Budhi, penanganan tidak dapat dilakukan sekadar dengan memperbaiki permukaan jalan. Kondisi kontur dan longsoran membuat kawasan tersebut membutuhkan desain ulang agar pembangunan nantinya benar-benar aman dan dapat bertahan.

Pemko Sabang, kata Budhi, tetap mendukung langkah BPKS untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kewenangan masing-masing instansi.

Polisi dan Dishub Turun Pastikan Keselamatan
Dari unsur kepolisian, pengamanan dan pengaturan lalu lintas turut menjadi bagian penting dalam proses penutupan.
Kasat Lantas Polres Sabang Iptu Darmi, S.H. hadir bersama unsur kepolisian di lapangan. Sementara Kapolsek Sukajaya Iptu Samsuri bersama jajaran ikut memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan tertib.

Kehadiran unsur lalu lintas menjadi penting mengingat masyarakat tetap membutuhkan informasi yang jelas mengenai akses yang ditutup serta jalur yang dapat digunakan selama penutupan berlangsung. Data kepolisian sebelumnya juga mencatat Iptu Darmi sebagai Kasat Lantas Polres Sabang dan Iptu Samsuri sebagai Kapolsek Sukajaya.

Sementara dari unsur Pemerintah Kota Sabang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang Husaini, ST, turut menjadi bagian penting dalam koordinasi persoalan lalu lintas dan akses jalan.

Dishub Sabang memang memiliki tugas dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis lalu lintas serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan persoalan transportasi.

Camat Sukajaya dan Unsur Wilayah Ikut Mengawal
Camat Sukajaya Hadi Asmaja, S.A.P., M.A.P., juga hadir dalam koordinasi lapangan bersama unsur terkait.
Keterlibatan pemerintah kecamatan dinilai penting karena ruas tersebut berada di wilayah Kecamatan Sukajaya dan berhubungan langsung dengan mobilitas masyarakat Gampong Balohan maupun Anoi Itam.

Selain itu, unsur Polsek Sukajaya, Babinsa, Dinas Perhubungan, Satlantas, BPKS, PUPR dan aparatur gampong terlihat berada di lokasi untuk memastikan keputusan penutupan dapat berjalan secara tertib.

Bukan Sekadar Jalan, Tetapi Akses Vital Masyarakat dan Wisata
Jalan Balohan–Anoi Itam memiliki arti penting bagi masyarakat. Ruas tersebut menjadi salah satu akses penghubung sekaligus jalur yang selama ini digunakan masyarakat dan wisatawan untuk menuju kawasan timur Pulau Weh.

Kawasan Cot Bak Geutum juga memiliki panorama yang menghadap ke kawasan Teluk Balohan sehingga jalur tersebut tidak hanya memiliki fungsi transportasi, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas wisata di Kota Sabang.

Karena itu, penutupan total dipastikan berdampak terhadap mobilitas warga dan wisatawan. Namun, dalam kondisi jalan yang rawan longsor dan amblas, keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan akses sementara.

Sebelumnya, pada Juli 2026, kondisi longsor di kawasan tersebut telah dilaporkan semakin parah dan badan jalan terus mengalami ambles. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang ketika itu juga meminta agar jalan segera diperbaiki atau minimal ditutup secara permanen dengan portal demi mencegah pengguna jalan melintas di kawasan berbahaya.

Penutupan Harus Diikuti Solusi
Kini, setelah penutupan resmi dilakukan, perhatian publik tentu bergeser pada langkah berikutnya: kapan dan bagaimana jalan tersebut akan ditangani secara permanen?
Penutupan memang merupakan solusi darurat untuk mencegah korban. Namun, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa persoalan tersebut tidak berhenti pada pemasangan portal dan papan larangan melintas.

Diperlukan langkah teknis, perencanaan, koordinasi kewenangan dan dukungan anggaran agar badan jalan yang rusak dapat kembali dibangun dengan konstruksi yang sesuai kondisi geografis kawasan.

BPKS sendiri telah menyatakan bahwa penanganan membutuhkan dukungan pembiayaan dan proses pembangunan kembali tidak dapat dilakukan secara instan.

Dengan demikian, penutupan Jalan Balohan–Anoi Itam hari ini harus dilihat sebagai peringatan keras terhadap kondisi infrastruktur sekaligus momentum untuk mempercepat solusi permanen.

Masyarakat tentu berharap seluruh pihak tidak saling menunggu. BPKS, Pemerintah Kota Sabang, PUPR, Dinas Perhubungan, kepolisian dan unsur pemerintahan di wilayah perlu terus memperkuat koordinasi agar jalan yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat dan pariwisata tersebut dapat segera ditangani.

Satu hal yang kini menjadi pesan utama dari lokasi penutupan: lebih baik jalan ditutup sementara daripada keselamatan masyarakat dipertaruhkan. Tetapi setelah palang berdiri, pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan jalan tersebut benar-benar kembali aman dan layak dilalui.

Laporan/Pers : Media News Publik — Wilayah Sabang

  • Penulis: NOVI KARNO

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less