Breaking News
Trending Tags

KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

  • account_circle GR
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

KEBIJAKAN HILIRISASI
Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

​Oleh:

Prof. Mukhtar Latif
(Guru Besar UIN STS Jambi)

​Hilirisasi: Keharusan Strategis

Selama berdekade-dekade, struktur ekonomi daerah kita sering terjebak dalam “kutukan sumber daya alam”. Kita kaya secara fisik, namun seringkali kehilangan nilai tambah karena terlalu asyik mengekspor bahan mentah (raw material). Hilirisasi adalah keputusan cerdas untuk memutus rantai ini. Menurut Basri (2024), transformasi dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis nilai tambah adalah kunci agar daerah tidak hanya menjadi penonton dalam rantai pasok global.

​Data BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa Indonesia mulai merasakan dampak positif dari kebijakan ini, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di angka 5,05% di tengah ketidakpastian global (BPS, 2024). Di level daerah, hilirisasi menjadi mesin percepatan pembangunan karena mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih stabil. Ketika harga komoditas mentah dunia anjlok, daerah yang memiliki industri pengolahan hilir cenderung lebih tangguh terhadap guncangan eksternal. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi yang dimulai dari tingkat lokal.

​Konsep Hilirisasi yang Produktif

Hilirisasi yang produktif tidak hanya soal membangun pabrik, tetapi soal menciptakan ekosistem inovasi yang melibatkan tenaga kerja lokal dan teknologi berkelanjutan. Setiawan (2023) menekankan bahwa hilirisasi harus berorientasi pada “Inclusive Green Growth”, di mana pertumbuhan industri tidak mengabaikan kelestarian lingkungan dan inklusivitas sosial.

​Secara konseptual, hilirisasi produktif melibatkan tiga pilar utama: peningkatan kapasitas SDM, adopsi teknologi tepat guna, dan integrasi dengan UMKM lokal. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi yang melibatkan kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha daerah mampu meningkatkan realisasi investasi hingga 43,3% pada tahun 2025 (Kementerian Investasi, 2025). Dengan kata lain, hilirisasi yang cerdas adalah yang mampu mengubah “kekayaan alam” menjadi “kekayaan intelektual dan kemakmuran ekonomi” secara simultan.

​Jambi: “The Middle Power” di Sumatera

​Provinsi Jambi kini menempati posisi strategis yang unik atau “posisi tengah” dalam peta pembangunan di Sumatera. Secara geografis, Jambi adalah jembatan penghubung yang vital, namun secara prestasi, capaian Jambi dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan taji yang signifikan. Data triwulan IV-2024 mencatat ekonomi Jambi tumbuh impresif sebesar 6,00% (y-on-y), melampaui rata-rata nasional (BPS Provinsi Jambi, 2025).

​Prestasi ini didukung oleh indikator makro yang solid. Jambi berhasil menekan angka kemiskinan hingga 6,89% pada tahun 2025, angka terendah dalam lima tahun terakhir (JambiLINK, 2025).

Selain itu, dalam hal tata kelola pembangunan kependudukan, Jambi meraih GDPK Award Terbaik 1 Nasional tahun 2024. Posisi “tengah” ini membuat Jambi menjadi hub yang paling potensial untuk pengembangan hilirisasi berbasis perkebunan dan pertambangan di wilayah Sumatera bagian tengah.

​Potensi Daerah dan Kontribusi Nyata

Potensi Jambi untuk mendukung kebijakan hilirisasi sangatlah melimpah, terutama pada sektor kelapa sawit, karet, dan batu bara. Sebagai salah satu produsen sawit terbesar, Jambi memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri turunan berupa oleokimia dan biodiesel. Mulyani (2025) menyebutkan bahwa optimalisasi sektor perkebunan rakyat melalui hilirisasi dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 40%. Selain itu, komoditas unik seperti Kayu Manis dan Pinang juga menjadi primadona yang siap naik kelas melalui sentuhan industri pengolahan.

​Kontribusi hilirisasi dalam akselerasi pembangunan terlihat nyata pada penyerapan tenaga kerja. Data Sakernas BPS 2025 menunjukkan Angka Pengangguran Terbuka (APT) di Jambi berhasil ditekan hingga 3,5% berkat ekspansi sektor industri pengolahan. Hilirisasi menciptakan lapangan kerja formal yang lebih stabil dibandingkan sektor pertanian primer. Selain itu, hilirisasi mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar pusat kota, sehingga pembangunan menjadi lebih merata.

​Penutup

Kebijakan hilirisasi adalah jembatan menuju Indonesia Emas 2045. Bagi daerah seperti Jambi, hilirisasi bukan sekadar proyek industri, melainkan marwah pembangunan yang berkeadilan. Dengan posisi strategis di Sumatera dan dukungan data makro yang kuat di tahun 2025, Jambi siap bertransformasi dari penyedia bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah. Kuncinya terletak pada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan bahwa setiap tetes kekayaan alam memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Referensi:

1. Arifin, B. (2020). Ekonomi Pertanian Indonesia: Transformasi dan Tantangan Hilirisasi. Jakarta: UI Press.

2. Basri, F. (2024). Menjinakkan Kutukan Sumber Daya: Strategi Hilirisasi Nasional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

3. ​Fahmi, I. (2021). Manajemen Strategis: Teori dan Aplikasi Pembangunan Daerah. Bandung: Alfabeta.

4. ​Mulyani, S. (2025). Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Industri. Jakarta: Erlangga.

5. ​Prasetyo, E. (2022). Inovasi Teknologi Industri di Era 4.0. Yogyakarta: Andi Offset.

6. ​Saragih, J. P. (2021). Pembangunan Ekonomi Daerah: Teori dan Realita. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

7. Setiawan, A. (2023). Hilirisasi dan Industrialisasi Inklusif. Malang: UB Press.

8. Sugiyono, A. (2023). Metode Penelitian Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

9. ​Tambunan, T. (2022). UMKM di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan Hilirisasi. Jakarta: LP3ES.

10. Widjojo, A. (2024). Geopolitik Ekonomi: Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global. Jakarta: Kompas.

​Jurnal:

1..Nasution, R., & Siregar, H. (2023). “Dampak Hilirisasi Sektor Perkebunan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Sumatera”. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 12(1).

2. Putra, D. (2024). “Analisis Kesiapan Infrastruktur Pendukung Hilirisasi Industri di Provinsi Jambi”. Jurnal Pembangunan Daerah, 15(2).

3. Wulandari, S. (2025). “Impact of Downstream Manufacturing Industry on Inclusive Green Growth in Indonesia”. Journal of Sustainable Development and Economics, 10(1).

4. Zulkifli, M. (2024). “Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Investasi Hilirisasi”. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 8(3).

  • Penulis: GR

Rekomendasi Untuk Anda

  • PANDAWA Kecam Oknum ASN dalam Kasus Dugaan Mafia Aset Bogor

    PANDAWA Kecam Oknum ASN dalam Kasus Dugaan Mafia Aset Bogor

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | BOGOR – Aliansi PANDAWA dukung penuh Kejari Kabupaten Bogor bongkar dugaan mafia aset tanah Pemkab Bogor yang diduga melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi yang dirilis di Cibinong pada 7 Mei 2026. Dalam pernyataannya, Aliansi PANDAWA menilai langkah yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menjadi […]

  • Peletakan batu pertama pembangunan rumah lansia di Cilamaya Kulon Karawang

    Pemkab Karawang Bangun Rumah Layak Huni Lansia di Cilamaya Kulon

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang mulai merealisasikan pembangunan rumah layak huni bagi lanjut usia (lansia) di Kecamatan Cilamaya Kulon, Rabu (13/5/2026). Pembangunan tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Karawang H. Maslani dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Program […]

  • Job Fit Pagaralam

    Job Fit Pagaralam Disorot, Supriadi Tegaskan Tak Pernah Rekomendasikan Pejabat Bermasalah

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | PAGARALAM – Job Fit Pagaralam kembali menjadi sorotan. Kepala Inspektorat Kota Pagaralam, Supriadi, menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk apa pun terhadap pejabat yang sedang bermasalah untuk mengikuti proses Job Fit atau uji kesesuaian jabatan pejabat eselon II. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya informasi bahwa seorang pejabat berinisial DN, yang […]

  • Gubernur Al Haris Dampingi Wamen PAN-RB Tinjau Pelaksanaan MBG di SMAN 10 Kota Jambi

    Gubernur Al Haris Dampingi Wamen PAN-RB Tinjau Pelaksanaan MBG di SMAN 10 Kota Jambi

    • 0Komentar

    📰 Al Haris Dampingi Wamen PAN-RB Tinjau Pelaksanaan MBG di SMAN 10 Kota Jambi NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH mendampingi Wakil Menteri (Wamen) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI, Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, M.Si, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di […]

  • Bunda PAUD Hj. Hesti Haris: Anak SAD Berhak Dapat Pendidikan Sejak Dini

    Bunda PAUD Hj. Hesti Haris: Anak SAD Berhak Dapat Pendidikan Sejak Dini

    • 1Komentar

    📰 Bunda PAUD Hesti Haris Tegaskan Hak Pendidikan Anak SAD Sejak Usia Dini NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE atau Hesti Haris, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inklusif untuk semua anak, termasuk anak-anak Suku Anak Dalam (SAD). Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Podcast PAUD Inklusif bertema “Meretas […]

  • Gubernur Al Haris saat melepas kloter pertama jemaah haji Provinsi Jambi 2026

    Gubernur Al Haris Lepas Kloter Pertama Haji 2026 Jambi, Pastikan Pelayanan Terbaik

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah calon haji mulai dari tanah air hingga berada di tanah suci. Penegasan tersebut disampaikan Al Haris saat melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) kloter perdana BTH 13 Provinsi Jambi Tahun […]

expand_less