Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kedaulatan Digital: Model China vs Amerika Serikat

  • calendar_month Ming, 23 Nov 2025

Oleh:

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd
(Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)

A. Kedaulatan Digital

Kedaulatan digital muncul sebagai isu strategis global dalam dua dekade terakhir, terutama di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia: China dan Amerika Serikat. Istilah ini merujuk pada kemampuan negara untuk mengatur arus data, infrastruktur digital, informasi, hingga algoritma dalam batas yurisdiksinya (Zhao, 2021). Dalam lanskap geopolitik modern, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar faktor ekonomi, tetapi juga sumber kekuatan politik dan keamanan nasional.

China dan AS kini mengembangkan dua model kedaulatan digital yang saling bersaing. China menekankan kontrol negara yang kuat atas ruang digital, sedangkan AS menonjolkan keterbukaan, kebebasan berekspresi, serta peran dominan perusahaan teknologi. Perbedaan ini menimbulkan fragmentasi digital global dan mempengaruhi banyak negara dalam menentukan arah kebijakan teknologinya.

B. Landasan Konseptual Kedaulatan Digital

Secara teoretis, kedaulatan digital merupakan perluasan konsep kedaulatan negara klasik ke dalam ruang maya. Negara dianggap memiliki hak untuk mengatur data, server, platform, hingga lalu lintas informasi yang beredar dalam wilayahnya (Creemers, 2022).

Dari perspektif demokrasi digital, West (2021) menyebut bahwa kedaulatan digital harus mencakup perlindungan terhadap penyalahgunaan data oleh negara maupun korporasi. Sementara itu, literatur hubungan internasional memandang kedaulatan digital sebagai arsitektur kekuasaan baru yang menentukan legitimasi politik dan daya saing ekonomi global. Dengan demikian, kedaulatan digital bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga ideologi, keamanan, dan geopolitik.

Model China: Kontrol Terpusat dan Keamanan Nasional

China mengembangkan model kedaulatan digital yang sangat terpusat, menempatkan negara sebagai aktor dominan dalam mengontrol teknologi informasi. Model ini dapat dipahami melalui tiga pilar utama.

1. Regulasi dan Sentralisasi Data

China menerapkan regulasi yang ketat melalui Cybersecurity Law (2017), Data Security Law (2021), dan Personal Information Protection Law (2021). Negara memegang otoritas atas pengelolaan data strategis dan pergerakan data lintas batas (Laskai, 2021).

2. Great Firewall dan Pengendalian Informasi

China menciptakan tembok digital yang membatasi akses terhadap platform digital global seperti Google, Facebook, atau YouTube. Ekosistem digital domestik seperti WeChat, Weibo, dan TikTok tumbuh sebagai alternatif yang terintegrasi dengan pengawasan negara (Ding, 2020).

3. Strategi Teknologi Nasional

Melalui Made in China 2025 dan strategi AI 2030, China berupaya menciptakan swasembada teknologi sekaligus memimpin standar digital global (Wang, 2023).

Model China menekankan keamanan nasional, stabilitas sosial, dan kemandirian teknologi sebagai fondasi utama kedaulatan digital.

Model Amerika Serikat: Pasar Terbuka dan Dominasi Korporasi Teknologi

Berbeda dari China, model kedaulatn digital AS berlandaskan ekonomi pasar, kebebasan informasi, dan inovasi yang dipimpin sektor swasta.

1. Market-Driven Digital Governance

AS menyerahkan sebagian besar ruang digital kepada perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, Microsoft, Amazon, dan Apple. Pemerintah berperan melalui kebijakan persaingan dan privasi, bukan kontrol langsung (Kerry, 2022).

2. Prinsip Kebebasan Informasi

AS mengusung nilai open internet yang dipercaya mendorong inovasi dan demokrasi global. Pendekatan ini menolak fragmentasi internet dan menekankan keterhubungan universal (Carpenter, 2022).

3. Dominasi Teknologi sebagai Soft Power

Perusahaan AS memegang peran penting dalam membentuk standar teknologi internasional, ekosistem data global, hingga narasi geopolitik digital (Segal, 2021).

Model AS menawarkan kebebasan dan inovasi, namun dikritik karena minimnya kontrol terhadap monopoli teknologi dan risiko privasi data.

E. Implikasi Geopolitik dan Masa Depan Tata Kelola Global

Pertarungan antara model China dan AS melahirkan fenomena splinternet, yaitu terpecahnya internet global menjadi beberapa blok dengan standar dan aturan berbeda (Bradford, 2020). Di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin, banyak negara terjebak dalam dilema memilih antara efisiensi infrastruktur China atau keterbukaan sistem digital AS.

Kurlantzick (2023) menyebut bahwa dunia sedang bergerak menuju multipolarisasi digital, di mana negara-negara tidak lagi mengikuti satu model tunggal. Negara seperti Indonesia mulai mengadopsi pendekatan hybrid: melindungi data strategis untuk kepentingan nasional, namun tetap membuka ruang bagi inovasi dan investasi global.

Ke depan, tata kelola digital global akan dipengaruhi oleh persaingan standar teknologi (AI, 5G, cloud), kebijakan privasi lintas negara, serta posisi negara-negara berkembang dalam percaturan geopolitik teknologi.

F. Penutup

Kedaulatan digital telah menjadi medan persaingan strategis antara dua kekuatan global yang memengaruhi arah perkembangan teknologi dunia.

Model China yang berorientasi pada kontrol negara dan keamanan nasional berhadapan langsung dengan model Amerika Serikat yang berbasis pada kebebasan internet dan dominasi perusahaan teknologi.

Rivalitas ini tidak hanya menciptakan fragmentasi digital, tetapi juga memaksa negara-negara lain menentukan posisi dalam ekosistem digital yang semakin kompleks.

Di tengah dinamika tersebut, pendekatan hybrid menjadi pilihan realistis bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Kombinasi perlindungan data, kemandirian digital, serta keterbukaan inovasi diperlukan agar negara tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari arsitek peradaban digital global.

Dengan merumuskan kebijakan digital yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing, bangsa-bangsa dapat memastikan kedaulatan digital yang berkelanjutan dan relevan dalam perkembangan teknologi yang terus berubah.

Referensi:

1. Bradford, A. (2020). The Brussels Effect: How the EU Rules the World. Oxford University Press.

2. Carpenter, T. (2022). Digital Freedom and the Future of the Open Internet. Brookings Institution Press.

3. Creemers, R. (2022). China’s Cyber Governance: State Control and Digital Strategy. Cambridge University Press.

4. Ding, J. (2020). Decoding China’s AI Strategy. Oxford Policy Papers.

5. Kerry, C. (2022). The New Politics of Data Regulation in the United States. Brookings Press.

6. Kurlantzick, J. (2023). Beijing’s Global Media Influence. Council on Foreign Relations.

7. Laskai, L. (2021). The Data Governance Model in China. Harvard Kennedy School Papers.

8. Segal, A. (2021). The Hacked World Order: Cyber Conflict and Geopolitics. PublicAffairs.

9. Wang, Y. (2023). AI, Power, and China’s Technological Rise. Routledge.

10. West, D. (2021). Data, Democracy, and Digital Sovereignty. Brookings Institution Press.

  • Penulis: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd (Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)
  • Editor: NEWS PUBLIK
  • Sumber: Diskominfo Provinsi Jambi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Al Haris Fokus Percepat Pembangunan SPPG di Daerah Terpencil

    Gubernur Al Haris Fokus Percepat Pembangunan SPPG di Daerah Terpencil

    • 0Komentar

    📰 Gubernur Al Haris Fokus Percepat Pembangunan SPPG di Daerah Terpencil NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Upaya ini difokuskan pada perluasan Program Makan Bergizi Gratis […]

  • Wagub Sani: Tradisi Grebeg Suro Jaga Budaya Lokal Agar Tetap Lestari

    Wagub Sani: Tradisi Grebeg Suro Jaga Budaya Lokal Agar Tetap Lestari

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Muara Bulian (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menghadiri kegiatan Grebeg Suro ke-VII dalam rangka kenduri dan doa bersama menyambut tahun baru Islam 1447 Hijriah, bertempat di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Sabtu (28/6/2025). Dalam sambutan dan arahannya Wagub Sani […]

  • Berbagi Kebahagiaan, Pemprov Jambi Santuni 2.100 Anak Yatim Piatu

    Berbagi Kebahagiaan, Pemprov Jambi Santuni 2.100 Anak Yatim Piatu

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memperingati 10 muharram 1447 H dengan berbagi kebahagiaan bersama 2.100 anak yatim piatu. Acara yang diadakan pada Minggu (06/07/2025) pagi ini berlangsung di lapangan halaman Kantor Gubernur Provinsi Jambi. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, Wakil Gubernur […]

  • Wagub Sani Buka Seminar Nasional di KCBN Muaro Jambi

    Wagub Sani Buka Seminar Nasional di KCBN Muaro Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Muaro Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – ‎Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I secara resmi telah membuka Seminar Nasional Kedigdayaan Melayu Jambi sebagai Penguatan Arah Pembangunan Nasional di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (08/11/2025). ‎ ‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan direktur Kepercayaan dan masyarakat adat Kementerian […]

  • Ahli Waris Gugat PT WKS: Hak Karyawan Meninggal 3 Tahun Tak Diserahkan, Diduga Ada Penyalahgunaan ATM dan Akta Waris

    Ahli Waris Gugat PT WKS: Hak Karyawan Meninggal 3 Tahun Tak Diserahkan, Diduga Ada Penyalahgunaan ATM dan Akta Waris

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Bekasi – Perselisihan antara keluarga almarhum Satya Nur dan perusahaan tempatnya bekerja, PT Wirakarya Sakti (PT WKS), memasuki tahap gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jawa Barat. Para penggugat yang merupakan ahli waris sah menuntut perusahaan agar menyerahkan seluruh hak normatif almarhum setelah tiga tahun tidak kunjung diberikan. Almarhum Satya Nur diketahui bekerja di […]

  • Bersama Para Bupati/Wali Kota, Gubernur Al Haris Lakukan Audiensi dengan Menteri Kehutanan

    Bersama Para Bupati/Wali Kota, Gubernur Al Haris Lakukan Audiensi dengan Menteri Kehutanan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jakarta (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi melakukan audiensi dengan Kementerian Kehutanan terkait kendala-kendala pada sektor kehutanan yang dihadapi Provinsi Jambi. Audiensi yang langsung disambut hangat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta jajarannya ini berlangsung di Ruang Rapat Kementerian […]

expand_less