Breaking News
Trending Tags

MENATA KEMANDIRIAN PANGAN JAMBI DI TENGAH AGENDA NASIONAL: “Ketika Urusan PERUT Telah Terpenuhi, Maka Manusia Memiliki Ruang Untuk Berpikir, Bekerja, Dan Membangun PERADABAN”

  • account_circle Dr. Fahmi Rasid
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • print Cetak

MENATA KEMANDIRIAN PANGAN JAMBI DI TENGAH AGENDA NASIONAL

MENATA KEMANDIRIAN PANGAN JAMBI DI TENGAH AGENDA NASIONAL
Ketika Urusan PERUT Telah Terpenuhi, Maka Manusia Memiliki Ruang
Untuk Berpikir, Bekerja, Dan Membangun PERADABAN

Oleh:
Dr. Fahmi Rasid

Sang Fakir

PANGAN adalah isu yang paling mendasar dalam kehidupan manusia. Ia bukan sekadar komoditas ekonomi, bukan pula sekadar indikator statistik pembangunan. Pangan adalah soal perut, tentang keberlangsungan hidup, tentang ketenangan sosial, bahkan tentang martabat sebuah daerah. Dalam perspektif inilah, pembahasan mengenai ketahanan dan kemandirian pangan tidak bisa dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.

Provinsi Jambi, dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan beras. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat bahwa luas panen padi pada tahun 2023 berada di angka sekitar 61.240 hektare, relatif stabil pada 2024 sebesar 61.630 hektare, dan melonjak pada tahun 2025 menjadi sekitar 80.710 hektare.

Sejalan dengan itu, produksi padi juga meningkat dari sekitar 275.940 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2023 menjadi sekitar 366.540 ton GKG pada 2025. Produksi beras pun mengalami peningkatan dari 159.620 ton menjadi sekitar 212.030 ton dalam periode yang sama.

Capaian ini tentu menjadi sinyal positif. Ia menunjukkan adanya kerja kolektif antara pemerintah daerah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menggerakkan sektor pangan. Namun demikian, realitas lain juga harus diakui secara jujur. Produksi beras Provinsi Jambi pada tahun 2025 baru mampu memenuhi sekitar 77 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Artinya, masih terdapat ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah untuk menutup kekurangan tersebut.

Di sinilah pentingnya menata ulang arah kebijakan pangan daerah, tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pencapaian kemandirian pangan yang utuh dan berkelanjutan.

Momentum penting yang mempertegas arah ini terlihat dalam Rapat Perdana Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Tahun 2026 di Bappeda Provinsi Jambi hari senin Tanggal 6 April 2026. Dalam forum tersebut, Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, secara langsung menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap mendukung berbagai agenda strategis nasional sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Pernyataan ini bukan sekadar komitmen simbolik. Ia mencerminkan kesadaran bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus selaras dengan arah kebijakan nasional. Dalam konteks ini, terdapat beberapa program strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan sektor pangan, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan sekolah rakyat, serta pengembangan koperasi merah putih.

Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, merupakan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, program ini membutuhkan dukungan ketersediaan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Tanpa basis produksi lokal yang kuat, program ini berpotensi menimbulkan tekanan baru terhadap rantai pasok pangan.

Di sisi lain, konsep Sekolah Rakyat tidak hanya berbicara tentang akses pendidikan, tetapi juga tentang kualitas kehidupan peserta didik. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup akan memiliki daya pikir yang lebih baik, sehingga mampu menyerap pendidikan secara optimal. Dengan demikian, ketahanan pangan menjadi fondasi yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan pendidikan.

Sementara itu, Koperasi Merah Putih dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat ekosistem pangan daerah. Koperasi dapat menjadi penghubung antara petani dan pasar, memotong rantai distribusi yang panjang, serta menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil. Dalam konteks ini, penguatan koperasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan pangan.

Namun demikian, menata kemandirian pangan tidak cukup hanya dengan mengandalkan program. Ia membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Lahan produktif yang seharusnya menjadi basis produksi pangan justru beralih menjadi kawasan non-pertanian.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur, khususnya jaringan irigasi, masih menjadi kendala klasik yang belum sepenuhnya teratasi. Banyak lahan pertanian yang masih bergantung pada curah hujan, sehingga produktivitasnya tidak stabil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat upaya peningkatan produksi secara berkelanjutan.

Tantangan lainnya adalah regenerasi petani. Data BPS menunjukkan bahwa sebagian besar petani di Indonesia, termasuk di Jambi, berada pada kelompok usia tua. Sementara itu, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih relatif rendah. Jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, maka sektor pertanian akan menghadapi krisis sumber daya manusia di masa depan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, kepemimpinan menjadi faktor kunci. Kepemimpinan yang dibutuhkan bukan hanya yang mampu merumuskan kebijakan, tetapi juga yang mampu menggerakkan seluruh potensi daerah secara kolaboratif. Dalam hal ini, komitmen yang disampaikan oleh Dr. H. Al Haris menjadi penting sebagai arah sekaligus energi bagi seluruh perangkat daerah.

Kepemimpinan dalam sektor pangan harus mampu melihat persoalan secara utuh. Bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga distribusi, akses, dan konsumsi. Bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari peningkatan angka produksi, tetapi juga dari berkurangnya ketimpangan akses pangan di masyarakat.

Lebih dari itu, kepemimpinan pangan harus berangkat dari kesadaran bahwa persoalan ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Pangan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Ketika harga beras naik, ketika pasokan terganggu, maka dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Dalam konteks ini, penting untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif dari dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Perguruan tinggi dapat berperan dalam pengembangan teknologi pertanian yang lebih efisien. Dunia usaha dapat membantu dalam penguatan rantai distribusi. Sementara masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan konsumsi pangan lokal.

Data BPS yang dihasilkan melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) memberikan gambaran yang cukup akurat mengenai kondisi produksi padi di lapangan. Data ini seharusnya menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kebijakan yang berbasis data akan lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan yang hanya bersifat asumtif.

Pada akhirnya, menata kemandirian pangan adalah tentang membangun masa depan. Jambi memiliki potensi yang besar untuk menjadi daerah yang mandiri secara pangan. Dengan luas wilayah yang cukup, kondisi geografis yang mendukung, serta dukungan kebijakan yang tepat, cita-cita tersebut bukanlah hal yang mustahil.

Ketika Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda nasional, maka sesungguhnya itu adalah langkah awal menuju transformasi yang lebih besar. Transformasi dari ketergantungan menuju kemandirian, dari kerentanan menuju ketahanan, dan dari potensi menuju kekuatan nyata.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi angka pertumbuhan ekonomi, tetapi dari seberapa kuat sebuah daerah mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.

Dan di antara semua kebutuhan dasar itu, pangan adalah yang paling utama. Sebab ketika urusan perut telah terpenuhi, maka manusia memiliki ruang untuk berpikir, bekerja, dan membangun peradaban.

Referensi:

1. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Luas Panen dan Produksi Padi 2023–2025.
2. BPS RI, Statistik Tanaman Pangan Indonesia.
3. Kementerian Pertanian RI, Outlook Komoditas Padi dan Beras.
4. Paparan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Tahun 2026 (Bappeda Provinsi Jambi).
5. Pernyataan Gubernur Jambi dalam Rapat Perdana TAG Tahun 2026.

  • Penulis: Dr. Fahmi Rasid

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Pencegahan Radikal dan Terorisme

    Pemprov Jambi Sosialisasikan Pencegahan Radikal dan Terorisme Diikuti 3.000 Peserta di Sungai Penuh-Kerinci

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | SUNGAI PENUH – Sosialisasi Pencegahan Radikal dan Terorisme yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi bersama Satgas Wilayah Densus 88 Anti Teror Polri menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan generasi muda terhadap berbagai ancaman sosial dan ideologi menyimpang. Kegiatan akbar tersebut berlangsung di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis (18/06/2026), dan diikuti sekitar 3.000 peserta […]

  • Hj. Hesti Haris Dorong Kreativitas dan Kualitas Produk Olahan Pangan

    Hj. Hesti Haris Dorong Kreativitas dan Kualitas Produk Olahan Pangan

    • 0Komentar

    📰 Ketua TP-PKK Jambi Serahkan Bantuan Peralatan Produksi dan Motivasi UMKM NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE atau akrab disapa Hesti Haris, menekankan pentingnya kreativitas dan peningkatan kualitas produk olahan pangan rumah tangga. Dorongan ini disampaikannya saat kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan kue basah di Balai Latihan Koperasi […]

  • Perayaan Hari Raya Nyepi di SMP Negeri 1 Lore Timur, Penuh Makna dan Toleransi

    Perayaan Hari Raya Nyepi di SMP Negeri 1 Lore Timur, Penuh Makna dan Toleransi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | POSO – Perayaan Hari Raya Nyepi di SMP Negeri 1 Lore Timur berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bagian dari pembinaan karakter serta penguatan nilai toleransi antar umat beragama. Kegiatan yang digelar pada Kamis (02/04/2026) ini melibatkan seluruh siswa beragama Hindu serta mendapat dukungan dari pihak sekolah. Pelaksanaan Perayaan Hari Raya Nyepi […]

  • Ketua MPLLBB Susana Wati Jenguk dan Pastikan Dukungan untuk Keluarga Korban Kecelakaan di RS Mitra

    Ketua MPLLBB Susana Wati Jenguk dan Pastikan Dukungan untuk Keluarga Korban Kecelakaan di RS Mitra

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK | Jambi – Ketua Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB), Susana Wati, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Ia mendatangi Rumah Sakit Mitra pada Selasa malam, 10 Maret 2026 sekitar pukul 22.03 WIB, untuk menjenguk keluarga korban kecelakaan yang terjadi di kawasan Penerokan Km 34, Desa Tanjung Pauh 32. Kunjungan […]

  • Pastikan Proses Pemungutan Suara Berjalan Lancar, Kapolres Karawang Bersama Forkopimda Cek TPS

    Pastikan Proses Pemungutan Suara Berjalan Lancar, Kapolres Karawang Bersama Forkopimda Cek TPS

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG — Kepala Kepolisian Resor Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Pejabat Utama Polres Karawang melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Kepala Desa Serentak Gelombang III Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025. Monitoring dilakukan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara […]

  • Al Haris Hadiri Peletakan Batu Pertama 80 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih Secara Virtual

    Al Haris Hadiri Peletakan Batu Pertama 80 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih Secara Virtual

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri secara virtual acara peletakan batu pertama pembangunan 80 ribu gerai, pergudangan, dan fasilitas pendukung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Jumat (17/10/2025) siang. Kegiatan ini diikuti Gubernur Al Haris bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc, Sekda Kota […]

expand_less