Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Karawang Tegaskan Perannya Sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional

  • account_circle M. Novicho
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • visibility 132

Pemkab Karawang Tegaskan Perannya Sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional

NEWS PUBLIK, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional. Penegasan tersebut mengemuka dalam siaran langsung CNN Indonesia Newsroom bertajuk “Swasembada Pangan: Karawang Lumbung Pangan Nasional”, Selasa (13/1/2026) pukul 16.48 WIB.

Dalam program tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., hadir sebagai narasumber bersama anchor CNN Indonesia Hernof Al Basyir. Pada kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Kang Aep memaparkan capaian, tantangan, serta strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga eksistensi daerah sebagai sentral produksi padi dan gabah nasional.

Bupati Aep menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menunjuk Kabupaten Karawang sebagai lokasi Panen Raya Nasional. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam kegiatan panen raya yang digelar di Kecamatan Cilebar.

Alhamdulillah, Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Karawang untuk melaksanakan panen raya, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Daerah ini memang menjadi salah satu sentral gabah di Indonesia,” ujar Kang Aep.

Ia menuturkan bahwa pelaksanaan panen raya berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan para petani. Kondisi tanaman padi yang dihasilkan juga dinilai sangat baik, mencerminkan kesuburan lahan serta keberhasilan pengelolaan sektor pertanian di Karawang.

Alhamdulillah, panen berjalan lancar, padinya bagus, dan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Karawang sejak dulu dikenal sebagai kota lumbung padi,” tambahnya.

Produksi Gabah Lampaui Target Nasional

Dalam perbincangan tersebut, Bupati Aep mengungkapkan capaian produksi gabah Karawang yang berhasil melampaui target nasional. Pada tahun 2025, Kabupaten Karawang ditargetkan memproduksi 1,4 juta ton gabah kering panen. Realisasinya bahkan mencapai 1.400.100 ton, atau surplus dari target yang ditetapkan.

Target 2025 itu 1,4 juta ton, dan alhamdulillah kami mencapainya, bahkan lebih. Ini menunjukkan Karawang masih sangat kuat sebagai sentra produksi pangan,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Kementerian Pertanian kembali memberikan target peningkatan produksi kepada Karawang. Pemerintah daerah pun optimistis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.

Secara kualitas, beras dan gabah Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan,” ungkap Bupati Aep.

Kunci Swasembada, Lahan Sawah Dikunci LP2B

Menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan, Bupati Aep menegaskan komitmen Pemkab Karawang dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian. Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah penguncian lahan baku sawah melalui skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kami sudah mengunci lebih dari 87 ribu hektare, hampir 88 ribu hektare lahan sawah dalam LP2B. Lahan itu tidak bisa diotak-atik,” tegasnya.

Kebijakan tersebut menjadi fondasi utama agar luas lahan pertanian di Karawang tidak terus tergerus oleh pembangunan non-pertanian.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Pemerintah Kabupaten Karawang juga memberikan insentif berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan sawah hingga 3 hektare per keluarga, dengan masa berlaku selamanya.

Kami ingin masyarakat tetap mau menjadi petani. Karena itu kami berikan stimulus berupa PBB-P2 gratis untuk maksimal tiga hektare per keluarga,” jelas Bupati Aep.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut berbasis satu Kartu Keluarga, bukan per individu, sehingga lebih adil dan tepat sasaran.

Dalam siaran tersebut, Bupati Aep juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut target swasembada pangan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Pada tahun 2025, Indonesia bahkan tidak melakukan impor beras.

Pak Presiden menyampaikan bahwa kita tidak impor beras di 2025. Salah satu penopangnya adalah Kabupaten Karawang dengan produksi gabah mencapai 1,4 juta ton,” ungkapnya.

Selain itu, Karawang menjalin kerja sama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekitar 5.000 hektare lahan sawah dikerjasamakan untuk mendukung pasokan beras ke ibu kota. Dalam skema tersebut, gabah diproduksi di Karawang dan dikelola menjadi beras untuk kebutuhan Jakarta.

Atas kontribusi besar tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan ini menjadi pengakuan negara atas dedikasi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Aep, Karawang masuk dalam 10 besar daerah penghasil beras nasional serta berperan strategis dalam pencapaian cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton.

  • Penulis: M. Novicho
  • Editor: NEWS PUBLIK

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sani: Olahraga Cerminan Masyarakat Sehat

    Wagub Sani: Olahraga Cerminan Masyarakat Sehat

    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menegaskan bahwa Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) bukan hanya soal mengejar medali dan rekor, namun menjadi ruang inklusif yang mencerminkan keberagaman dan semangat hidup sehat.

  • Wagub Sani: Pentingnya Peran Ulama dan Umara Sebagai Pengayom Masyarakat

    Wagub Sani: Pentingnya Peran Ulama dan Umara Sebagai Pengayom Masyarakat

    • 0Komentar

    Sengeti (Diskominfo Provinsi Jambi) –  Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mengemukakan bahwa kebaikkan hubungan antara ulama dan umara dapat menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat. Keduanya dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan pembangunan dalam mengayomi masyarakat. Hal tersebut dikemukakan Wagub saat menghadiri Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi bersama […]

  • Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

    Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Jakarta – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bergerak cepat menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, Gubernur Al Haris memboyong seluruh Bupati, Wali Kota, hingga Kepala Dinas Perkim se-Provinsi Jambi untuk memastikan rakyatnya mendapatkan kuota pembangunan rumah yang layak. Dalam pertemuan yang berlangsung […]

  • Gubernur Al Haris Ajak Perempuan Teladani Kartini, Bangun Keluarga dan Daerah

    Gubernur Al Haris Ajak Perempuan Teladani Kartini, Bangun Keluarga dan Daerah

    • 0Komentar

    Gubernur Al Haris Menghadiri Peringatan Hari Kartini ke 147 Tahun 2025

  • Hari Ayah Nasional: di tengah Pengaruh Budaya Global dan Digital

    Hari Ayah Nasional: di tengah Pengaruh Budaya Global dan Digital

    • 0Komentar

    ​Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Guru Besar UIN STS Jambi) Hari Ayah Nasional Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Momen refleksi ini hadir di tengah Pengaruh dan gerusan budaya global dan digital yang secara perlahan mendefinisikan ulang peran domestik seorang laki-laki. Di era post-modern ini, identitas ayah mengalami dualisme krisis: dituntut menjadi […]

  • Kapal KM Barcelona 5 Terbakar!! Penumpang Lompat ke Laut

    Kapal KM Barcelona 5 Terbakar!! Penumpang Lompat ke Laut

    • 0Komentar

    🚨 KM Barcelona 5 Terbakar di Laut Minahasa Utara, Penumpang Lompat Selamatkan Diri NEWS PUBLIK, SULAWESI UTARA — Kepanikan melanda para penumpang Kapal Motor (KM) Barcelona 5 setelah kapal tersebut dilaporkan terbakar di wilayah perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), pada Minggu siang, 20 Juli 2025. Dalam situasi mencekam tersebut, sejumlah penumpang terpaksa melompat […]

expand_less