SUYUP-SUYUP Ibu Hj Darwati Hasibuan, Penyemangat Setelah Menjadi Korban Penyandraan di Kala Pane Kota Pinang
- account_circle RM
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- visibility 168

NEWS PUBLIK, LABUHANBATU SELATAN — Empat hari pascapenyanderaan yang sempat viral dan menggegerkan warga Kala Pane, Kota Pinang, kondisi psikologis korban mulai berangsur membaik. Pada Jumat (9/1/2026), Hj Darwati Hasibuan terlihat tersenyum saat menerima kunjungan sanak saudara, kerabat, dan tetangga di kediamannya.
Peristiwa penyanderaan yang menyerupai adegan film tersebut terjadi pada Selasa (6/1/2026) di Lingkungan Kala Pane, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Seorang pria paruh baya melakukan aksi penyanderaan dengan menggunakan golok belah kelapa, sehingga menimbulkan ketegangan dan kepanikan warga.
Berkat gerak cepat jajaran Polsek Kota Pinang, Polres Labuhanbatu Selatan, drama penyanderaan berhasil diakhiri. Pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Tradisi SUYUP-SUYUP Kembalikan Semangat Hidup
Sebagai bentuk dukungan moral, keluarga dan masyarakat melaksanakan tradisi adat yang dikenal dengan upah-upah singgot atau “SUYUP-SUYUP”. Tradisi ini bertujuan mengembalikan semangat hidup korban setelah mengalami peristiwa traumatis.
Dalam prosesi tersebut, sanak saudara dan keluarga menyampaikan ucapan penuh makna sebagai penguat jiwa korban.
“SUYUP-SUYUP sada, dua, tolu, opat, lima, onom, pitu, mulak tondini tu badan,” demikian ucapan yang dilantunkan keluarga sebagai doa dan penyemangat.
Saat ditemui awak media di kediamannya, Hj Darwati Hasibuan mengungkapkan kembali detik-detik menegangkan saat dirinya disandera. Ia mengaku mendengar ancaman pelaku yang membuatnya sangat ketakutan.
“Pelaku berkata, jangan mendekat nanti ibu itu kubunuh,” ungkap Hj Darwati mengenang kejadian tersebut.
Ia mengaku peristiwa yang dialaminya terasa seperti mimpi buruk dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Menurutnya, kejadian itu seperti adegan film yang selama ini hanya ia lihat di layar televisi.
Dukungan Moral Menguatkan Korban
Doa, perhatian, dan dukungan moral dari keluarga, kerabat, serta masyarakat sekitar perlahan memulihkan kondisi psikologis korban. Kini, Hj Darwati Hasibuan mulai kembali tersenyum dan menjalani aktivitasnya dengan lebih tenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial serta peran cepat aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
- Penulis: RM
- Editor: NEWS PUBLIK
