Breaking News
light_mode
Trending Tags

WILAYAH BUNGKU PENGHASIL BUNGA PALA: Harapan Baru di Tengah Ekosistem Alam yang Semakin Gundul

  • account_circle M. Arsyad
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 109
WILAYAH BUNGKU PENGHASIL BUNGA PALA: Harapan Baru di Tengah Ekosistem Alam yang Semakin Gundul

Aktivitas masyarakat di wilayah Bungku sebagai penghasil bunga pala bernilai ekonomi tinggi.

NEWS PUBLIK | SULTENG, Morowali – Wilayah Bungku Penghasil Bunga Pala menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Morowali. Di tengah citra daerah sebagai pusat tambang terbesar di Asia Tenggara, tersimpan potensi luar biasa yang selama ini luput dari perhatian publik, yakni sebagai penghasil buah pala dan bunga pala bernilai ekonomi tinggi.

Selama ini, Morowali lebih dikenal sebagai kawasan industri pertambangan berskala besar. Namun, di balik dominasi sektor tambang tersebut, wilayah Bungku ternyata menyimpan kekayaan hayati yang tak kalah penting, baik dari sisi ekonomi maupun ekologi.

Salah satu komoditas unggulan yang mulai mencuri perhatian adalah bunga pala atau yang dikenal sebagai mace atau fuli, bagian dari tanaman pala (Myristica fragrans). Bunga pala merupakan selaput merah yang membungkus biji pala dan setelah dikeringkan berubah warna menjadi oranye kecoklatan.

Wilayah Bungku Penghasil Bunga Pala dengan Nilai Ekonomi Tinggi

Seorang warga Bungku bernama Pandu mengungkapkan bahwa bunga pala memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasaran. Harga bunga pala kering saat ini berkisar antara Rp140.000 hingga Rp290.000 per kilogram.

Rempah ini memiliki aroma yang lembut namun tajam, sering digunakan sebagai penguat rasa dalam masakan seperti kari, sup, hingga campuran bumbu kue. Bahkan juga digunakan dalam pengobatan tradisional dan bahan parfum,” ujar Pandu, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, karakteristik bunga pala berbeda dengan bijinya. Jika biji pala memiliki rasa yang lebih kuat, maka bunga pala cenderung memiliki aroma yang lebih halus, lembut, dan sedikit manis.

Karakter tersebut membuat bunga pala sangat cocok digunakan dalam berbagai hidangan seperti saus krim dan makanan yang membutuhkan aroma harum tanpa rasa yang terlalu dominan.

Selain itu, bunga pala juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Dalam pengobatan tradisional, rempah ini digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan seperti perut kembung, mual, muntah, disentri, hingga rematik.

Dengan berbagai manfaat tersebut, bunga pala menjadi salah satu produk ekspor penting bagi Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.

Wilayah Bungku Penghasil Bunga Pala sebagai Penyangga Ekosistem

Di balik potensi ekonominya, keberadaan tanaman pala juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Pohon pala dapat berperan sebagai penyangga ekosistem hutan alami.

Namun, kondisi lingkungan di Morowali saat ini menjadi perhatian serius masyarakat. Sejumlah warga menyebutkan bahwa kawasan hutan di wilayah tersebut mulai mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan yang masif.

Sebagian besar hutan di wilayah Morowali saat ini sudah gundul akibat pengelolaan tambang,” ungkap salah seorang warga dalam diskusi dengan awak media.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keseimbangan lingkungan yang semakin terancam. Hilangnya tutupan hutan berpotensi memicu berbagai dampak negatif seperti banjir, longsor, hingga penurunan kualitas udara.

Dalam konteks ini, tanaman pala dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi solusi alternatif dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Dorongan Masyarakat untuk Perhatian Pemerintah Daerah

Sejumlah warga yang sempat berdiskusi dengan awak mediamasyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan tanaman pala di wilayah Bungku.

Menurut warga, pengembangan komoditas pala tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi langkah strategis dalam pemulihan ekosistem hutan yang mulai rusak.

M. Arsyad, salah satu warga yang turut dalam diskusi tersebut, menegaskan bahwa pohon pala memiliki potensi besar sebagai tanaman penyeimbang lingkungan.

Seharusnya pemerintah daerah memperhatikan tanaman pohon pala agar bisa menjadi penyeimbang hutan alam yang saat ini sebagian besar sudah gundul akibat tambang,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, sektor perkebunan pala dapat menjadi alternatif ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

Aktivitas masyarakat di wilayah Bungku sebagai penghasil bunga pala bernilai ekonomi tinggi

Potensi Besar yang Masih Terabaikan

Potensi besar yang dimiliki wilayah Bungku sebagai penghasil bunga pala sejatinya dapat menjadi kekuatan baru bagi perekonomian daerah. Namun, hingga kini pengelolaan komoditas tersebut dinilai masih belum optimal.

Kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi ini belum berkembang secara maksimal.

Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, bunga pala tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah daerah ke depan.

Dengan memaksimalkan potensi tanaman pala, wilayah Bungku berpeluang menjadi contoh keberhasilan integrasi antara sektor ekonomi dan konservasi alam.

  • Penulis: M. Arsyad

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hj. Hesti Haris Apresiasi SPPG Pasir Putih, Jadi Contoh Praktik Baik di Jambi

    Hj. Hesti Haris Apresiasi SPPG Pasir Putih, Jadi Contoh Praktik Baik di Jambi

    • 0Komentar

    📰 Hj. Hesti Haris Apresiasi SPPG Pasir Putih, Jadi Contoh Praktik Baik di Jambi NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi), 26 September 2025 – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Olivia Alaniasi Bagi Pendidikan di Jalan H. […]

  • Pekon Mulang Maya Kota Agung Timur Tanggamus Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

    Pekon Mulang Maya Kota Agung Timur Tanggamus Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Tanggamus – Pemerintah terus menggenjot percepatan pembangunan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, yang menargetkan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2025. Menindak lanjuti instruksi tersebut, Pekon […]

  • MK Tutup Pintu Kriminalisasi PERS, Wartawan Tak Bisa Serta – Merta Dipidana

    MK Tutup Pintu Kriminalisasi PERS, Wartawan Tak Bisa Serta – Merta Dipidana

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAKARTA – Praktik kriminalisasi terhadap wartawan akhirnya dipagari Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam putusan yang berpotensi mengguncang pola penanganan sengketa pers, MK menegaskan wartawan tidak dapat langsung diseret ke ranah pidana hanya karena karya jurnalistik yang dipublikasikannya. Penegasan keras itu tertuang dalam Putusan MK Nomor 145/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan Ketua MK Suhartoyo dalam sidang pengucapan […]

  • Hiburan atau Pembusukan Moral? HELEN’S PLAY MART Tantang Adat Melayu Jambi

    Hiburan atau Pembusukan Moral? HELEN’S PLAY MART Tantang Adat Melayu Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI — Polemik keberadaan HELEN’S PLAY MART (HPM) kian memanas. Tempat hiburan malam yang menyasar anak muda itu dituding telah menistakan norma adat, agama, dan budaya Melayu Jambi, serta membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat bagi masyarakat. Tudingan keras tersebut disampaikan Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU), gabungan sejumlah lembaga adat dan […]

  • Wujud Tanggung Jawab Prajurit dan Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Laksanakan Upacara Mingguan

    Wujud Tanggung Jawab Prajurit dan Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Laksanakan Upacara Mingguan

    • 0Komentar

    Merangin – Dalam rangka menumbuhkan semangat kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai TNI di kewilayahan, seluruh personel dan Perwira Staf Kodim 0420/Sarko yang bertugas di wilayah Merangin melaksanakan upacara mingguan di lapangan Makodim 0420/Sarko pada Senin pagi 05/05/2025. Bertindak sebagai Inspektur Upacara kali ini adalah Danramil 420-05/Jangkat, Kapten Inf M. Novri Yudha. Dalam amanatnya, beliau menekankan […]

  • Babinsa Koramil 420-08/Tabir Laksanakan Komsos dengan Warga di Kelurahan Mampun

    Babinsa Koramil 420-08/Tabir Laksanakan Komsos dengan Warga di Kelurahan Mampun

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Merangin – Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dan mendukung keberhasilan program pembinaan teritorial, Babinsa Koramil 420-08/Tabir, Koptu A Doni, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan warga di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Kamis, 27 Februari 2025. Pada kesempatan tersebut, Koptu A Doni melakukan dialog langsung dengan salah satu warga, yaitu Pak Sutirman, […]

expand_less