12.000 Meter Kabel LPJU di Mauk Raib, Warga Kesal
- account_circle Bandi
- calendar_month Jum, 8 Mei 2026

NEWS PUBLIK, TANGERANG – Warga Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dibuat resah dan kesal akibat maraknya pencurian kabel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sepanjang Jalan Raya Mauk – Tanjung Kait.
Hilangnya kabel LPJU tersebut membuat sejumlah ruas jalan menjadi gelap gulita pada malam hari dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Warga menyebut pencurian kabel LPJU itu sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dan hingga kini belum ada penanganan nyata dari pihak terkait.
Seorang warga Desa Tanjung Anom bernama Bram mengatakan masyarakat sempat digegerkan dengan hilangnya kabel LPJU di sepanjang Jalan Raya Mauk – Tanjung Kait.
“Beberapa minggu sebelumnya, masyarakat Desa Tanjung Anom digegerkan dengan hilangnya kabel-kabel LPJU sepanjang Jalan Raya Mauk – Tanjung Kait,” kata Bram kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, kabel yang hilang tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Banten dengan perkiraan panjang mencapai 12.000 meter.
“Ya tadi kan kata Sekdes juga hilangnya kabel itu kira-kira 12.000 meter lah,” sambungnya.
Tak hanya di ruas jalan utama, pencurian kabel LPJU juga terjadi di wilayah Kampung Pabuaran, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk.
Akibatnya, beberapa titik jalan di kawasan tersebut kini minim penerangan dan membuat masyarakat merasa khawatir saat melintas pada malam hari.
“Ada beberapa titik keberadaan kabel-kabel LPJU itu hilang, ini masuknya ke aset Kabupaten Tangerang ya, kira-kira ratusan meter,” ujarnya.
Warga mengaku kecewa karena laporan terkait hilangnya kabel LPJU sebenarnya sudah disampaikan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Banten maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bahkan, titik lokasi kejadian disebut sudah dikirimkan kepada pihak terkait. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya tindakan konkret di lapangan.
“Ya udah lapor, udah dikirim titik sharloknya, tapi belum ada tindakan. Enggak tau kenapa dah,” keluh Bram.
Kondisi jalan yang gelap akibat hilangnya LPJU dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Selain rawan kecelakaan, minimnya penerangan jalan juga dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi tindak kriminal di wilayah tersebut.
Karena itu, warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Bram berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Kecamatan Mauk maupun daerah lain di Kabupaten Tangerang.
Ia meminta Dinas terkait meningkatkan sistem pengamanan terhadap aset LPJU agar pencurian kabel tidak terus berulang.
“Ya jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini, harusnya pihak Dinas terkait dapat meningkatkan safety atau pengamanan agar kabel-kabel LPJU tidak dicuri lagi,” tukasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung Anom juga membenarkan adanya pencurian kabel LPJU di wilayahnya.
“Benar bang, dua minggu yang lalu,” ungkap Sekdes Tanjung Anom saat ditemui di Kantor Desa Tanjung Anom, Kamis (7/5/2026).
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas penerangan jalan dan memperketat pengawasan agar keamanan serta kenyamanan masyarakat kembali terjamin.
- Penulis: Bandi
