Breaking News
Trending Tags

Belajar dari Umar bin Khattab: Jangan Jadikan Masa Lalu sebagai Vonis Seumur Hidup “Refleksi Hukum Islam atas Polemik Hj. Ernawati”

  • account_circle Elas Anra Dermawan, S.H.
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • print Cetak

Masa Lalu Bukan Vonis Seumur Hidup

Belajar dari Umar bin Khattab: Jangan Jadikan Masa Lalu sebagai Vonis Seumur Hidup
“Refleksi Hukum Islam atas Polemik Hj. Ernawati”

Oleh:

Elas Anra Dermawan, S.H.
Founder LBH NADI

Polemik yang berkembang mengenai Hj. Ernawati telah memunculkan perdebatan di ruang publik.

Ada yang mengingat masa lalunya, ada pula yang melihat kiprah dan pengabdiannya hari ini.

Perdebatan tersebut merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.

Namun, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi hukum dan sebagai umat Islam yang meyakini ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, kita perlu menempatkan persoalan ini secara proporsional.

Dalam perspektif hukum positif, setiap orang yang telah dijatuhi putusan pengadilan dan menjalani seluruh konsekuensi hukumnya telah menyelesaikan pertanggungjawaban pidananya.

Negara memang tidak menghapus sejarah, tetapi negara juga tidak mengenal konsep menghukum seseorang tanpa batas waktu melalui stigma sosial.

Keadilan harus berjalan seiring dengan kepastian hukum.
Dalam perspektif hukum Islam, korupsi adalah perbuatan yang tercela karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah.

Namun, Islam juga mengajarkan bahwa tidak ada dosa yang lebih besar daripada rahmat Allah SWT apabila seorang hamba benar-benar bertaubat.

Allah SWT berfirman:

Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).

Ayat ini menjadi fondasi bahwa Islam tidak pernah menutup pintu taubat. Yang dinilai bukan hanya siapa seseorang di masa lalu, tetapi juga siapa dirinya setelah ia kembali kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupannya.

Sejarah Islam memberikan pelajaran yang luar biasa melalui sosok Umar bin Khattab. Sebelum memeluk Islam, beliau dikenal sebagai penentang keras dakwah Rasulullah SAW, bahkan pernah berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah memperoleh hidayah, Umar berubah menjadi salah satu sahabat terbaik dan khalifah yang dikenal karena keadilan, keberanian, serta integritasnya.

Pelajaran dari kisah Umar bin Khattab bukanlah untuk menyamakan siapa pun dengan beliau. Umar adalah sahabat Rasulullah SAW yang memiliki kedudukan sangat mulia. Akan tetapi, kisah tersebut mengajarkan satu prinsip universal dalam Islam, yaitu bahwa manusia tidak boleh dinilai selamanya berdasarkan masa lalunya apabila ia telah benar-benar berubah dan bertaubat.

Dalam perspektif politik Islam, kepemimpinan memang mensyaratkan amanah, integritas, dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, masyarakat memiliki hak untuk mengkritisi rekam jejak setiap tokoh publik.

Kritik adalah bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam kehidupan demokrasi maupun dalam konsep amar ma’ruf nahi munkar.

Namun kritik tidak boleh berubah menjadi kebencian yang menghilangkan objektivitas. Politik Islam mengajarkan keadilan (al-‘adl), yaitu menempatkan seseorang sesuai dengan fakta dan kenyataan, bukan semata-mata berdasarkan prasangka atau masa lalunya.

Jika seseorang telah menjalani hukuman, mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan hari ini berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat, maka perubahan tersebut patut dinilai secara objektif.

Sebaliknya, apabila perubahan itu hanya sebatas pencitraan tanpa bukti nyata, masyarakat juga berhak memberikan penilaian secara kritis.

Karena itu, polemik mengenai Hj. Ernawati seharusnya tidak berhenti pada perdebatan tentang masa lalu.

Yang jauh lebih penting adalah melihat apakah hari ini beliau menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kejujuran, amanah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Itulah ukuran yang lebih relevan dalam menilai seorang tokoh publik.

Islam tidak mengajarkan untuk melupakan sejarah, tetapi Islam juga tidak mengajarkan mengabadikan dosa seseorang yang telah bertaubat.

Politik membutuhkan akuntabilitas, sedangkan agama mengajarkan kasih sayang dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Keduanya harus berjalan beriringan.

Pada akhirnya, kita perlu belajar dari Umar bin Khattab. Bukan untuk menyamakan siapa pun dengan beliau, tetapi untuk memahami bahwa Islam selalu membuka ruang bagi perubahan. Sebab apabila Allah SWT menerima taubat seorang hamba yang sungguh-sungguh, maka manusia pun seharusnya mampu memberikan kesempatan bagi perubahan, tanpa kehilangan sikap kritis dan tanpa mengorbankan prinsip keadilan.

Keadilan bukan hanya menghukum yang bersalah, tetapi juga memberi ruang bagi mereka yang telah memperbaiki diri untuk membuktikan perubahan melalui amal dan pengabdian.

  • Penulis: Elas Anra Dermawan, S.H.

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-39 Perumdam Tirta Tarum Karawang, Bupati Aep Apresiasi Komitmen Perbaikan Layanan

    HUT ke-39 Perumdam Tirta Tarum Karawang, Bupati Aep Apresiasi Komitmen Perbaikan Layanan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tarum Kabupaten Karawang merayakan Hari Jadi ke-39 tahun dengan meresmikan gedung pelayanan baru sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perayaan yang berlangsung di Aula Gedung Perumdam Tirta Tarum Karawang pada Senin (25/5/2026) itu mengusung tema “Mewujudkan Layanan Berkeadilan Menuju Karawang […]

  • Kapolres Langkat Tinjau Ketersediaan BBM di SPBU Perdamaian Stabat, Antrean Mulai Berangsur Normal

    Kapolres Langkat Tinjau Ketersediaan BBM di SPBU Perdamaian Stabat, Antrean Mulai Berangsur Normal

    • 0Komentar

    Langkat –News Publik– Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K. turun langsung meninjau ketersediaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 14.208.152 Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Jumat (17/7/26) Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat sekaligus memantau secara langsung kondisi antrean kendaraan di SPBU. Kehadiran Kapolres di lapangan juga menjadi […]

  • Bupati Labusel Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Sambangi SMP Negeri 1 Kotapinang

    Bupati Labusel Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Sambangi SMP Negeri 1 Kotapinang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUHANBATU SELATAN – Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang, S.H., turun langsung ke SMP Negeri 1 Kotapinang, Senin (27/7/2026), sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat yang beredar di media sosial mengenai tujuh siswa yang disebut belum mampu mengganti buku paket yang hilang. Kunjungan ke sekolah yang berada di Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten […]

  • Sistem Tender Dipertanyakan, ULP Muaro Jambi Dituding Mainkan Mekanisme “Satu Pintu”

    Sistem Tender Dipertanyakan, ULP Muaro Jambi Dituding Mainkan Mekanisme “Satu Pintu”

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, MUARO JAMBI — Dugaan praktik tidak sehat dalam pengadaan barang dan jasa mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat kini menjadi sorotan publik menyusul indikasi kuat adanya mekanisme “satu pintu” dalam penentuan pemenang proyek. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah paket pekerjaan yang semestinya dilelang secara terbuka dan kompetitif […]

  • Al Haris gelar open house Idul Adha di Jambi

    Gubernur Al Haris Gelar Open House Idul Adha 1447 H, Ribuan Warga Padati Rumah Dinas

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Usai melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Falah, Kota Jambi, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., langsung menggelar open house di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (27/05/2026). Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Gubernur Al Haris bersama isteri Hj. Hesnidar Haris serta […]

  • Viral Di Media Sosial!! Warga Grebeg Pedagang Obat Terlarang di Desa Lemah Makmur Tempuran Karawang

    Viral Di Media Sosial!! Warga Grebeg Pedagang Obat Terlarang di Desa Lemah Makmur Tempuran Karawang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Puluhan warga Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang menggeruduk sebuah warung yang diduga menjual obat-obat terlarang jenis hexymer dan tremadol (obat golongan opioid—narkotika sintetis) yang terletak di Dusun Wagirserut RT 03/RW 01, Selasa sore 17 Februari 2026. Warga yang didominasi emak-emak didampingi pemerintah desa setempat geruduk “Kios Aceh” itu karena […]

expand_less