Breaking News
Trending Tags

Sambut Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Indonesia Sabang Tanam Padi Gogo di Batee Shoek | News Publik.perss

  • account_circle NOVI KARNO
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • print Cetak

BREAKING  : NEWS PUBLIK 

Sambut Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Indonesia Sabang Tanam Padi Gogo di Batee Shoek

Dari Alue Jaya, Gerakan Petani Didorong Jadi Kekuatan Ketahanan Pangan Kota Sabang

SABANG – NEWS PUBLIK | Dalam Kegiatan Hari Tani Nasional 2026, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kota Sabang kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan sektor pertanian melalui kegiatan penanaman padi gogo bersama petani dan unsur pemerintah di wilayah Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 26 September 2026, tersebut mengambil lokasi di Jurong Alue Jaya, Gampong Batee Shoek. Suasana kebersamaan tampak kuat ketika jajaran Tani Merdeka Indonesia bersama unsur pemerintah dan masyarakat turun langsung ke lahan pertanian untuk melakukan penanaman.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan bercocok tanam, tetapi juga menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Tani Nasional dengan mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia agar semakin produktif.

Dalam kegiatan itu tampak hadir Ketua Tani Merdeka Indonesia Wilayah Kota Sabang, Andriansyah, bersama jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Sabang.

Kehadiran organisasi tani tersebut sekaligus mempertegas posisi Tani Merdeka sebagai bagian dari elemen masyarakat yang ikut mendorong penguatan petani dan pengembangan pertanian di Kota Sabang.

PADI GOGO, PILIHAN PERTANIAN DI LAHAN KERING SABANG
Pengembangan padi gogo memiliki relevansi tersendiri bagi Kota Sabang. Pemerintah Kota Sabang sebelumnya telah mengembangkan padi gogo di sejumlah kawasan sebagai salah satu upaya memanfaatkan lahan kering sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pada 2026, pengembangan padi gogo di Sabang ditargetkan mencapai sekitar 40 hektare, tersebar di tiga kecamatan, yakni Sukajaya, Sukakarya dan Sukamakmue. Batee Shoek termasuk salah satu kawasan yang masuk dalam pengembangan tersebut.

Karena itu, kegiatan yang dilakukan DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Sabang di Batee Shoek menjadi bagian dari rangkaian gerakan pertanian yang tengah berkembang di wilayah tersebut.

SINERGI TANI MERDEKA, PEMERINTAH DAN PETANI
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Faisal Azwar, serta Camat Sukamakmue, Sjafrizal, S.E., bersama unsur pemerintah gampong, kelompok tani dan masyarakat setempat.

Kehadiran jajaran Dinas Pertanian dan Pangan menunjukkan pentingnya pendampingan pemerintah terhadap petani, terutama dalam pengembangan tanaman pangan yang disesuaikan dengan kondisi lahan Sabang.

Sementara itu, Kecamatan Sukamakmue sendiri memiliki sejumlah kawasan pertanian yang selama ini terus didorong untuk menjadi lahan produktif. Gampong Batee Shoek merupakan salah satu wilayah yang cukup aktif dalam program ketahanan pangan dan pengembangan pertanian.

Catatan kegiatan pertanian sebelumnya juga menunjukkan bahwa Jurong Alue Jaya, Gampong Batee Shoek, telah menjadi lokasi pendampingan kelompok tani. Kelompok Tani Alue Jaya tercatat mendapatkan pendampingan dalam pemanfaatan lahan pertanian dan pengembangan produktivitas.

BATEE SHOOK TERUS BERGERAK
Batee Shoek bukan kawasan yang baru mengenal program ketahanan pangan. Pada tahun sebelumnya, BUMDes Mandiri Gampong Batee Shoek juga pernah mengembangkan penanaman padi gogo dan jagung pada lahan produktif sekitar 1,4 hektare.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang juga sebelumnya mencatat keberadaan Kelompok Tani Asoe Nanggroe dan Kelompok Tani Ingin Jaya di Gampong Batee Shoek dalam program pertanian.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pertanian di Batee Shoek terus bergerak melalui keterlibatan pemerintah, kelompok tani, masyarakat, serta berbagai unsur pendamping.

ANDRIANSYAH: KETAHANAN PANGAN HARUS DIBANGUN BERSAMA
Ketua Tani Merdeka Indonesia Wilayah Kota Sabang, Andriansyah, sebelumnya menegaskan bahwa gerakan pertanian tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penanaman secara simbolis.
Menurutnya, keberhasilan padi gogo membutuhkan kesinambungan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pendampingan petani hingga memastikan hasil produksi nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan keberadaan Tani Merdeka Indonesia yang sejak awal dibentuk untuk menjadi wadah yang menaungi kelompok tani sekaligus memperkuat komunikasi antara petani dan pemerintah.

DARI LAHAN MENJADI HARAPAN
Penanaman padi gogo di Jurong Alue Jaya, Gampong Batee Shoek, menjadi gambaran bahwa keterbatasan lahan sawah bukan berarti keterbatasan peluang untuk bertani.

Dengan pengelolaan yang tepat, lahan kering dapat dikembangkan menjadi lahan produktif. Di sinilah peran kelompok tani, penyuluh, pemerintah gampong, pemerintah kecamatan, Dinas Pertanian dan Pangan serta organisasi tani seperti Tani Merdeka menjadi penting.

Bagi Kota Sabang, gerakan tersebut bukan hanya berbicara tentang tanaman yang tumbuh di atas tanah, tetapi juga tentang menumbuhkan kemandirian pangan, menghidupkan kembali semangat petani dan membuka ruang ekonomi masyarakat melalui potensi lahan yang tersedia.

Momentum menyambut Hari Tani Nasional 2026 di Batee Shoek pun menjadi pengingat bahwa masa depan pertanian Sabang tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada kemauan untuk mengolah, merawat dan mengembangkan setiap potensi yang ada.

Dari Jurong Alue Jaya, Gampong Batee Shoek, semangat bertani kembali ditanam. Bukan hanya padi yang diharapkan tumbuh, tetapi juga harapan akan ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat Kota Sabang.

(Redaksi/News Publik Wilayah Sabang)
MJ Eric Karno
Kepala Biro

  • Penulis: NOVI KARNO

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less