Asap Karhutla Makin Mengusik Kesehatan, Kelompok Rentan Diminta Waspada
- account_circle Alimusa
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | KAYUAGUNG, OKI, SUMSEL – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Bukan hanya mengganggu jarak pandang, paparan asap juga dapat mengiritasi mata dan kulit hingga memicu gangguan pada sistem pernapasan.
Direktur RSUD Kayuagung, dr. Tito Aristian, M.K.M., mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan kabut asap, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Menurut Tito, asap karhutla mengandung partikel dan zat iritatif yang dapat memicu maupun memperburuk sejumlah gangguan kesehatan.
“Beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat bencana kabut asap antara lain ISPA, penyakit kulit, iritasi mata, asma, hingga pneumonia,” ujar Tito.
Kabut Asap Bisa Perburuk Gangguan Pernapasan
Paparan asap menjadi persoalan yang perlu diwaspadai karena dampaknya dapat dirasakan mulai dari keluhan ringan hingga memperburuk penyakit yang sudah diderita seseorang.
Sejumlah gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, suara serak hingga tubuh terasa lemas.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting diperhatikan oleh masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Tito menyebut bayi, anak-anak, lansia, penderita asma serta pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
- Penulis: Alimusa
















































