Breaking News
Trending Tags

VERIFIKASI BUKAN LEGITIMASI MONOPOLI RUANG PUBLIK

  • account_circle Jefri Bintara Pardede
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • print Cetak

VERIFIKASI BUKAN LEGITIMASI MONOPOLI RUANG PUBLIK

Oleh: Jefri Bintara Pardede*)
Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi

Pekan ini, publik Jambi disuguhi berita tentang 16 media siber yang telah terverifikasi Dewan Pers, baik secara administratif maupun faktual. Informasi ini penting dan patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya menegakkan profesionalisme pers di era digital. Namun yang perlu dikritisi adalah ketika status verifikasi itu mulai diklaim sebagai bentuk superioritas informasi, bahkan secara implisit digunakan untuk mendeligitimasi ratusan media lokal lain yang belum—atau belum sempat—terverifikasi.

Narasi seperti ini tidak hanya bias, tapi juga berbahaya. Ia bisa menjadi awal dari lahirnya “kasta baru dalam dunia pers”, yang bertentangan secara fundamental dengan semangat demokrasi dan kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi.

TAK ADA KASTA DALAM KEBEBASAN PERS

Di era digitalisasi dan dalam semangat demokrasi, tidak ada kasta dalam ruang kebebasan pers. Semua entitas—baik itu media nasional, lokal, komunitas, bahkan individu kreator—memiliki hak yang setara untuk menyampaikan informasi yang faktual, bertanggung jawab, dan berkontribusi terhadap kecerdasan publik.

Verifikasi Dewan Pers adalah instrumen penting dalam ekosistem media profesional, bukan senjata untuk monopoli kebenaran atau tameng untuk menguasai ruang wacana publik. Bila status terverifikasi digunakan untuk menyingkirkan, mengucilkan, atau menegasikan eksistensi media lain, maka kita telah melenceng jauh dari semangat reformasi pers itu sendiri.

MEDIA LOKAL DAN PRAKTEK JURNALISME BARU: FAKTA TAK TERBANTAHKAN

Realitas hari ini menunjukkan bahwa ratusan media lokal yang belum terverifikasi tetap menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi keempat. Mereka menyuarakan isu-isu yang kerap tak disentuh media besar—tentang konflik agraria, ketimpangan desa, ekologi yang rusak, hingga suara-suara minoritas yang terlupakan. Mereka hadir di ruang-ruang sunyi yang sering tak dilirik siapa pun.

Lebih dari itu, praktik jurnalisme kini telah melampaui pagar institusi media formal. Setiap individu—anak muda di desa, pegiat komunitas, aktivis lingkungan, pelaku UMKM—dapat memproduksi dan menyebarkan karya jurnalistik lewat Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, dan platform lainnya. Banyak dari mereka lebih faktual, lebih cepat, dan lebih berani menyuarakan kebenaran, dibanding media yang sibuk mengurus legalitas tapi lupa akar sosialnya.

Faktanya, generasi milenial dan Gen Z sudah meninggalkan media cetak dan bahkan siaran TV, karena tidak lagi relevan dengan gaya hidup dan ritme informasi hari ini. Mereka tak lagi terpaku pada media yang “terverifikasi”, tapi pada media yang menyentuh realitas mereka.

JANGAN GUNAKAN ADMINISTRASI SEBAGAI ALAT REPRESI

Mendorong media untuk terverifikasi adalah langkah baik. Tapi menjadikan administrasi dan legalitas sebagai barikade yang menyingkirkan media alternatif—adalah bentuk perampasan hak publik dalam menyampaikan informasi. Ini semacam represi baru yang dibungkus rapi dalam jubah profesionalisme.
Ingat, Dewan Pers bukan satu-satunya penentu kebenaran informasi. Ia bukan lembaga moral, bukan pula hakim atas siapa yang boleh bersuara. Maka tak pantas bila ada pihak-pihak yang menggunakan status terverifikasi sebagai tameng eksklusif untuk menyingkirkan yang lain.
Lebih memprihatinkan lagi, ada yang berlindung di balik label “media terverifikasi” tapi justru memperdagangkan berita, menggadaikan independensi redaksi kepada kepentingan politik atau bisnis, bahkan menjadi corong oligarki.

SAATNYA INKLUSIF, BUKAN ELITIS

Ekosistem pers yang sehat bukan yang disaring dengan ketat, tapi yang dibina dengan kolaboratif. Negara dan Dewan Pers mestinya hadir untuk membina, bukan menyaring secara eksklusif. Media lokal butuh pendampingan, bukan penghakiman.
Kami dari komunitas sipil, pegiat lingkungan, dan masyarakat adat sangat paham siapa media yang benar-benar berpihak pada rakyat, dan siapa yang hanya tampil bersih secara administratif tapi kehilangan nyawa jurnalistiknya.

YANG DIBUTUHKAN PUBLIK BUKAN LABEL, TAPI INTEGRITAS

Hari ini, integritas lebih penting daripada status. Verifikasi itu baik, tapi integritas dan keberanian menyuarakan kebenaran adalah yang utama. Jangan sampai kita sibuk membanggakan legalitas, tapi mati rasa terhadap isu-isu substansial yang menggerogoti kehidupan rakyat.

Jangan jadikan media sebagai menara gading yang steril dari realitas sosial. Jangan pula menempatkan diri di podium tinggi lalu menunjuk-nunjuk yang lain sebagai “tidak sah”. Karena dalam demokrasi, yang tidak sah adalah monopoli suara, bukan keberagaman suara.
Mari kita rawat ruang informasi ini bersama, tanpa arogansi status, tapi dengan semangat kolaborasi.

*)Jefri Bintara Pardede
Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi
Aktivis Sosial, Lingkungan & Pemerhati Media Inklusif

  • Penulis: Jefri Bintara Pardede
  • Editor: NEWS PUBLIK

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perayaan Hari Raya Nyepi di SMP Negeri 1 Lore Timur, Penuh Makna dan Toleransi

    Perayaan Hari Raya Nyepi di SMP Negeri 1 Lore Timur, Penuh Makna dan Toleransi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | POSO – Perayaan Hari Raya Nyepi di SMP Negeri 1 Lore Timur berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bagian dari pembinaan karakter serta penguatan nilai toleransi antar umat beragama. Kegiatan yang digelar pada Kamis (02/04/2026) ini melibatkan seluruh siswa beragama Hindu serta mendapat dukungan dari pihak sekolah. Pelaksanaan Perayaan Hari Raya Nyepi […]

  • Saka Bhayangkara Polsek Rimbo Bujang Membuka Pendaftaran Anggota Baru

    Saka Bhayangkara Polsek Rimbo Bujang Membuka Pendaftaran Anggota Baru

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, TEBO – Pramuka merupakan kegiatan yang mendidik generasi muda dalam kemandirian, kebersamaan, pembentukan watak, dan perilaku positif. Selain itu, Pramuka juga menjadi salah satu cara untuk mencegah kenakalan remaja yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Untuk mendukung minat generasi muda dalam kegiatan Pramuka, diperlukan wadah khusus seperti Satuan Karya (Saka) Bhayangkara, yang berada […]

  • Pengukuhan Ketua IPSI Ranting Mauk

    IPSI Ranting Mauk Resmi Dikukuhkan, Abdul Gofur Pimpin Masa Bakti 2026–2030

    • 0Komentar

    MAUK | NEWS PUBLIK — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ranting Mauk resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan dan pengukuhan Ketua beserta seluruh pengurus dilaksanakan di Aula Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 6 September 2026. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua IPSI Kabupaten Tangerang, H. Yani Sutisna, menandai […]

  • Gapura Raden Cimang

    Gapura Menuju Makam Raden Cimang Resmi Dibangun, Upaya Lestarikan Sejarah Pejuang Tangerang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANGERANG – Kawasan bersejarah di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang kini memasuki babak baru. Camat Mauk Angga Yulyantono melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gapura akses menuju Makam Raden Cimang, yang terletak di Simpang 3 Buaran Asem, Kampung Buaran Asem RT 04/04, pada hari Senin 22 Juni 2026. Kegiatan ini […]

  • Bersejarah, Karawang Jadi Lokasi Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI

    Bersejarah, Karawang Jadi Lokasi Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG — Kabupaten Karawang mencatatkan diri sebagai lokasi bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada Rabu, 7 Januari 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Pengumuman tersebut disampaikan Presiden dalam rangkaian Panen Raya Nasional yang digelar di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Pernyataan […]

  • Pemkab Karawang Gelar Tarawih Keliling ke 6

    Pemkab Karawang Gelar Tarawih Keliling ke 6

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Suasana penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Tarawih Keliling Pemerintah Kabupaten Karawang yang dilaksanakan di Masjid Al Hamidiah, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang. Senin, (02/3/26) Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran Kepala OPD, Camat Lemahabang, serta unsur Muspika setempat. Uniknya, Bupati Karawang memborong dagangan maranggi khas Lemahabang untuk […]

expand_less