HUT ke-69 Jambi, Gubernur Al Haris Maestro Seni dan Warisan Budaya
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026

NEWS PUBLIK, JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Malam Keagungan Melayu 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi. Pada momentum tersebut, Pemprov Jambi menganugerahkan Penghargaan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) serta Anugerah Maestro Seni Tradisi kepada para pelaku budaya yang dinilai berjasa menjaga dan melestarikan kebudayaan Melayu Jambi.
Kegiatan yang mengusung tema “Kalavibhaga Sang Kala: Jejak Melayu Jambi” ini digelar di kawasan Taman Mini Melayu Jambi (eks Arena MTQ), Kota Jambi, Selasa (6/1/2026) malam. Acara tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Melayu Jambi yang terus hidup dan berkembang lintas generasi.
Malam Keagungan Melayu dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, jajaran OPD lingkup Pemprov Jambi, Kepala OJK Jambi, tokoh adat, budayawan, seniman, serta tamu undangan lainnya.

Apresiasi untuk Pelaku Budaya dan Maestro Seni
Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada daerah dan para pelaku budaya yang menerima penghargaan Warisan Budaya Takbenda, serta kepada para maestro seni tradisi yang dinilai memiliki dedikasi besar dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Jambi.
“Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada Bapak dan Ibu yang telah menekuni bidangnya masing-masing. Semoga ini bisa dikenang sebagai sejarah penting bagi Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Al Haris.
Ia juga menyampaikan bahwa secara nasional saat ini telah ditetapkan sekitar 700 Warisan Budaya Takbenda. Ke depan, pemerintah pusat menargetkan penetapan lebih dari 2.000 WBTb.
“Kita berharap Jambi masih memiliki banyak potensi budaya dan maestro yang belum muncul ke permukaan, terutama dari wilayah pesisir. Insyaallah tahun depan akan kita usulkan,” ungkapnya.
Menurut Al Haris, keberadaan maestro budaya memiliki peran penting sebagai teladan bagi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur.
“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada para pelaku budaya yang telah memberikan warisan budaya takbenda. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi anak-anak muda ke depannya,” pungkasnya.

Sembilan Budaya Jambi Ditetapkan sebagai WBTb Nasional
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga mengungkapkan bahwa pada Desember 2025 sebanyak sembilan tradisi dan budaya masyarakat Provinsi Jambi telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Kesembilan budaya tersebut meliputi Kuluk Kerinci dari Kabupaten Kerinci, Ritus Bagelek dari Kabupaten Bungo, Seni Pertunjukan Gandai dari Kabupaten Tebo, Tari Teluk Kembang dari Kabupaten Tebo, Tradisi Tongkeng Betung Bedarah dari Kabupaten Tebo, Tradisi Lukah Gilo Dusun Baru dari Kabupaten Muaro Jambi, Seni Pertunjukan Tonel Tebat Patah dari Kabupaten Muaro Jambi, Seni Pertunjukan Dana Sarah Jambi Kota Seberang dari Kota Jambi, serta Bahasa Lisan atau Bahasa Orang Rimba dari Kabupaten Sarolangun.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga menganugerahkan Anugerah Kebudayaan Maestro Seni Tradisi kepada dua seniman yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pelestarian budaya. Mereka adalah Ibu Aisyah, Maestro Seni Tradisi Bidang Musik Kelintang Perunggu dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Bapak Abu Bakar, Maestro Seni Tradisi Krinok dari Rantau Pandan, Kabupaten Bungo.

Gerakan Jambi Berpantun dan Puncak Pagelaran Seni
Pada momentum HUT ke-69 Provinsi Jambi, Pemprov Jambi juga mencanangkan Gerakan Jambi Berpantun sebagai upaya pelestarian dan pengaktualisasian pantun Melayu Jambi. Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, yang menginisiasi gerakan tersebut.
Melalui gerakan ini, berhasil dihimpun sebanyak 126.540 pantun dari 24.735 orang, yang kemudian dibukukan dalam Bunga Rampai Pantun Melayu Jambi. Pantun Melayu Jambi sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2015 dan pada tahun 2020 diakui UNESCO sebagai World Intangible Cultural Heritage.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penyerahan duplikat Sertifikat Warisan Budaya Takbenda kepada para bupati, wali kota, serta pewaris budaya dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Selain itu, diserahkan pula duplikat Sertifikat Cagar Budaya Nasional berupa Prasasti Karang Berahi kepada Bupati Merangin dan Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah kepada Bupati Kerinci.

Puncak acara dimeriahkan dengan pagelaran seni “Kalavibhaga Sang Kala”, sebuah pertunjukan yang merefleksikan perjalanan panjang peradaban Melayu Jambi, mulai dari masa Melayu Tua, Hindu-Buddha, hingga Islam, yang terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH selaku Ketua Panitia Penyelenggara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terselenggaranya HUT Jambi ke-69 tahun 2026,” ujar Sekda Sudirman.
Ia menegaskan bahwa pemberian anugerah kepada para maestro seni merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjaga dan mempertahankan seni budaya daerah agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.
Malam Keagungan Melayu menjadi pernyataan sikap bersama bahwa seni dan budaya Melayu Jambi bukan sekadar pertunjukan, melainkan identitas dan fondasi pembangunan daerah yang berakar, bermakna, dan berkelanjutan
- Penulis: Diskominfo Provinsi Jambi/Waaly Arizona/Foto: Erit Sutriedi
- Editor: NEWS PUBLIK
- Sumber: Diskominfo Provinsi Jambi
