Memanas!! AWaSI Jambi Soroti Dugaan Anggaran Rp9,39 Miliar, BPKPD Tak Temui Pendemo
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | JAMBI – Aksi AWaSI Jambi di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Jambi, Rabu (29/7/2026), berakhir dengan kekecewaan. Setelah hampir empat jam berorasi, massa mengaku tidak berhasil bertemu dengan satu pun pejabat yang berwenang untuk menerima aspirasi mereka.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu digelar oleh Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi. Massa datang membawa tuntutan agar dugaan penyimpangan anggaran pada sejumlah paket kegiatan dengan nilai sekitar Rp9,39 miliar ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, harapan untuk berdialog langsung dengan pihak BPKPD tidak terwujud.
Aksi AWaSI Jambi Berjalan Tanpa Dialog
Menurut keterangan peserta aksi, mereka memperoleh informasi bahwa Kepala BPKPD, Sekretaris, para Kepala Bidang, Kepala Seksi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak berada di kantor saat aksi berlangsung.
Massa sempat berupaya masuk ke lingkungan kantor, namun mengurungkan niat tersebut dan tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dari luar gedung.
Situasi kemudian memanas ketika sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mendatangi massa aksi.
Berdasarkan keterangan peserta aksi, salah seorang ASN meminta agar demonstran segera membubarkan diri karena tidak ada pejabat yang dapat menerima mereka.
“Ini kantor kami, ngapain lagi kalian di sini? Dak ado yang mau ketemu dengan kalian,” demikian ucapan ASN tersebut sebagaimana disampaikan oleh massa aksi.
Pernyataan itu memicu kekecewaan para pengunjuk rasa. Massa menilai, meskipun pimpinan berhalangan hadir, seharusnya terdapat pejabat yang ditugaskan menerima aspirasi masyarakat, terlebih surat pemberitahuan aksi telah disampaikan sebelumnya.
Pengunjuk rasa juga berusaha menemui Kasubbag Umum untuk memastikan tindak lanjut surat pemberitahuan dan permohonan audiensi yang telah mereka kirimkan. Namun, menurut informasi yang diterima massa, pejabat tersebut juga tidak berada di kantor.
- Penulis: Eli/Tim
