Sidak Pangan Jelang Idul Fitri, Wagub Sani Turun ke Pasar Angso Duo Cek Stabilitas Harga
- account_circle *
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 45

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani bersama tim Satgas Pangan meninjau harga bahan pokok saat sidak di Pasar Angso Duo Kota Jambi.
NEWS PUBLIK | Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Polda Jambi dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Rabu (11/03/2026). Langkah ini dilakukan untuk memantau harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. Kegiatan ini juga melibatkan Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Taufik Nurmandia, serta sejumlah pejabat daerah.
Selain itu, tampak hadir para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog Divre Jambi, Satpol PP, serta Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi.
Mayoritas Harga Komoditas Mengalami Penurunan
Dalam sidak tersebut, tim langsung memantau harga serta ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis yang dijual para pedagang di Pasar Angso Duo.
Wakil Gubernur Abdullah Sani menjelaskan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar harga komoditas pangan justru mengalami penurunan.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar komoditas pangan mengalami penurunan harga seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, ayam ras dan telur,” ujar Wagub Sani.
Meski demikian, ia mengakui bahwa beberapa komoditas masih mengalami kenaikan harga.
Cabai Rawit dan Daging Sapi Masih Mengalami Kenaikan
Menurut Abdullah Sani, kenaikan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah serta daging sapi.
“Untuk cabai rawit merah atau cabai geprek memang mengalami kenaikan. Begitu juga dengan harga daging sapi yang saat ini berkisar antara Rp120.000 hingga Rp160.000 per kilogram tergantung kualitasnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak memberatkan masyarakat menjelang Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga daging sapi, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan menghadirkan pasokan daging beku sebagai alternatif dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan harga di pasaran sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Sejumlah Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga bahan pokok di Pasar Angso Duo masih berada dalam kondisi stabil. Bahkan beberapa komoditas tercatat berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).
Harga beras premium merek Belida tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram atau masih di bawah HET. Sementara itu, beras SPHP dijual sekitar Rp12.000 per kilogram.
Selain itu, gula curah berada pada kisaran Rp17.500 per kilogram. Minyak goreng Minya Kita dijual sekitar Rp15.700 per kilogram, sesuai dengan ketentuan HET yang berlaku.
Untuk komoditas lainnya, harga telur ayam berkisar antara Rp1.700 hingga Rp1.800 per butir atau sekitar Rp28.333 hingga Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Namun demikian, beberapa komoditas masih menunjukkan tren kenaikan harga. Daging sapi dijual antara Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram, sedangkan daging kerbau beku berada pada kisaran Rp108.000 hingga Rp135.000 per kilogram.
Adapun harga cabai rawit merah tercatat berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram di pasaran.
- Penulis: *
