Pemprov Jambi Hibahkan 13 Hektare Lahan untuk Pembangunan KODAM di Muaro Jambi
- account_circle GR
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | MUARO JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi resmi menghibahkan lahan seluas 13,408 hektare kepada Komando Resort Militer (Korem) 042/Garuda Putih untuk mendukung pembangunan Komando Daerah Militer (KODAM) di Provinsi Jambi.
Penyerahan hibah tanah barang milik daerah tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (22/05/2026).
Lahan strategis milik Pemprov Jambi itu diserahkan melalui penandatanganan nota perjanjian hibah daerah dan berita acara serah terima lahan yang turut dihadiri Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M.
Tak hanya menyerahkan lahan, Pemprov Jambi juga mengalokasikan hibah senilai Rp2,5 miliar untuk pembangunan rumah dinas Kasi Korem Garuda Putih Jambi dan pengawasan teknis pembangunan.
Rinciannya, sebesar Rp2.350.000.000 dialokasikan untuk pembangunan rumah dinas, sementara Rp150.000.000 diperuntukkan bagi pengawasan teknis proyek tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa proses hibah lahan telah dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung penguatan pertahanan wilayah sekaligus mempercepat terbentuknya KODAM di Jambi.
“Dengan dibangunnya KODAM Jambi nanti, kita optimis bahwa peran strategis TNI di Provinsi Jambi akan semakin optimal. Tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas sosial, ketahanan wilayah, serta pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Al Haris.
Ia menilai keberadaan KODAM nantinya akan memberi dampak luas bagi daerah, termasuk tumbuhnya aktivitas ekonomi baru dan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan militer.
Menurut Al Haris, Jambi memiliki berbagai tantangan strategis yang membutuhkan penguatan institusi pertahanan, mulai dari persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konflik lahan, hingga stabilitas wilayah.
Karena itu, Pemprov Jambi terus menunjukkan kesiapan agar pemerintah pusat tidak ragu menetapkan Jambi sebagai lokasi KODAM baru.
“Pemerintah sudah menyiapkan lahan. Sebagai masyarakat Jambi kita berharap Jambi menjadi KODAM. Banyak hal tugas-tugas strategis Jambi layak, mulai dari karhutla, konflik lahan dan lainnya,” katanya.
Al Haris juga mengungkapkan bahwa lokasi lahan yang dihibahkan berada di kawasan strategis dekat Universitas Jambi (UNJA), Kantor BKN, dan akses jalan tol di kawasan Mendalo.
Ia berharap posisi tersebut mampu mempercepat realisasi pembangunan KODAM Jambi karena memiliki konektivitas yang baik dan potensi pengembangan kawasan yang besar.
“Kami menginginkan KODAM itu kelak posisinya di sekitar Mendalo yang merupakan daerah exit tol. Tahun ini juga sedang kami siapkan tol itu nyambung ke Merlung,” ungkapnya.
Gubernur Al Haris memastikan Pemprov Jambi siap berkolaborasi penuh dengan TNI dalam mempercepat seluruh proses pembangunan KODAM di daerah tersebut.
Sementara itu, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi perhatian besar Pemerintah Provinsi Jambi terhadap rencana pengembangan KODAM.
Menurutnya, lokasi lahan hibah yang diberikan sangat strategis dan dinilai layak untuk mendukung pembangunan fasilitas militer.
“Saya begitu kaget dari apa yang diberikan oleh pak Gubernur. Perhatiannya pada KODAM XX yang tiba-tiba memberikan hibah tanah 13 hektar yang cukup lumayan strategis tempatnya,” ujar Pangdam.
Ia menyebut lokasi tersebut memiliki kontur tanah yang baik dan berada di kawasan yang berkembang, termasuk dekat dengan SPN dan akses utama lainnya.
Pangdam memastikan hasil penandatanganan hibah tersebut akan segera dilaporkan kepada pimpinan TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari rencana strategis pembentukan empat KODAM baru pada tahun 2027.
“Setelah penandatanganan akan saya laporkan dan sesuai dengan rencana strategis dari TNI Angkatan Darat tahun 2027 nanti akan dikembangkan lagi empat KODAM baru, mungkin di antaranya di Jambi,” katanya.
Meski demikian, ia menjelaskan masih akan ada sejumlah tahapan lanjutan, mulai dari peninjauan, pengkajian hingga pembahasan teknis di tingkat Mabes Angkatan Darat sebelum keputusan final ditetapkan.
Pangdam juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
“Semoga kita terus dapat bersinergi, bekerja sama untuk terus membangun Jambi dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah ini,” tutupnya.
- Penulis: GR
