Breaking News
Trending Tags

Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur Picu Kekecewaan, Gelombang Baru Disiapkan

  • account_circle Eli/Tim
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • print Cetak
Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur Picu Kekecewaan, Gelombang Baru Disiapkan

Dialog AWaSI Jambi dengan Pemkab Tanjab Timur yang digelar pada Kamis (09/04/2026).

NEWS PUBLIK | Tanjung Jabung Timur – Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur yang digelar pada Kamis (09/04/2026) berakhir tanpa hasil konkret setelah massa tidak berhasil bertemu langsung dengan Bupati Tanjung Jabung Timur. Kondisi ini membuat penyampaian tuntutan resmi dari Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi tidak terlaksana sebagaimana direncanakan.

Sejak awal, Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur dirancang sebagai langkah konstitusional untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan, termasuk dugaan perubahan spesifikasi pengadaan kapal nelayan dari 10 Gross Ton (GT) menjadi 16 GT. Namun, situasi di lapangan tidak berjalan sesuai harapan massa aksi.

Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur Gagal Bertemu Bupati

Dalam pelaksanaan Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur, massa mendatangi Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan harapan dapat berdialog langsung dengan kepala daerah.

Namun, Bupati Tanjung Jabung Timur tidak berada di lokasi atau tidak menemui massa aksi. Hal ini menyebabkan tuntutan yang telah dipersiapkan tidak dapat disampaikan secara resmi di hadapan pihak eksekutif.

Sebagai gantinya, rombongan massa diterima oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten I Setda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Staf Ahli, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Satpol PP, serta Camat Muara Sabak Barat.

Meskipun telah dilakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah daerah, massa menilai bahwa tujuan utama aksi belum tercapai karena tidak adanya dialog langsung dengan Bupati.

Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur Picu Kekecewaan, Gelombang Baru Disiapkan

Tuntutan Soal Pengadaan Kapal Nelayan Jadi Sorotan

Dalam Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur, salah satu isu utama yang diangkat adalah dugaan permasalahan dalam perubahan spesifikasi pengadaan kapal nelayan dari 10 GT menjadi 16 GT.

Massa menilai perubahan tersebut perlu mendapatkan klarifikasi terbuka dari pemerintah daerah guna menghindari potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Selain itu, AWaSI Jambi juga mendorong transparansi dalam proses pengadaan, termasuk aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.

Aksi ini menjadi bagian dari upaya kontrol sosial yang dilakukan oleh insan pers dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan akuntabel.

Kekecewaan Massa, Aspirasi Tak Tersampaikan

Koordinator aksi menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya pertemuan langsung dengan Bupati Tanjung Jabung Timur.

Menurutnya, ketidakhadiran kepala daerah dalam momen tersebut menunjukkan kurangnya respons terhadap aspirasi yang ingin disampaikan secara terbuka dan konstitusional.

Akibatnya, poin-poin tuntutan yang telah disiapkan tidak dibacakan secara resmi, sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada pemerintah daerah belum tersalurkan secara maksimal.

Situasi ini memicu kekecewaan di kalangan massa aksi yang berharap adanya komunikasi langsung sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap kritik dan masukan.

Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur Picu Kekecewaan, Gelombang Baru Disiapkan

AWaSI Jambi Siapkan Aksi Lanjutan Lebih Besar

Menanggapi hasil aksi yang dinilai belum memuaskan, Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat.

Ia menyatakan bahwa Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur bukanlah yang terakhir, melainkan langkah awal dalam memperjuangkan aspirasi yang dianggap penting bagi masyarakat.

Aksi ini bukan yang terakhir. Kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak sampai tuntutan kami benar-benar didengarkan,” tegas perwakilan massa.

Rencana aksi lanjutan tersebut diproyeksikan akan melibatkan jumlah peserta yang lebih besar, sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah memberikan tanggapan serius terhadap tuntutan yang diajukan.

Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Pemkab

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkait alasan tidak terlaksananya pertemuan antara Bupati dan massa aksi.

Kondisi ini semakin memperkuat desakan dari AWaSI Jambi agar pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.

Aksi AWaSI Jambi di Tanjab Timur menjadi cerminan dinamika hubungan antara masyarakat sipil dan pemerintah daerah, khususnya dalam hal penyampaian aspirasi dan transparansi kebijakan publik.

Ke depan, diharapkan adanya ruang dialog yang lebih terbuka agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara konstruktif tanpa harus memicu ketegangan di lapangan.

  • Penulis: Eli/Tim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setahun Menjabat, Bupati Bekasi Ade Kuswara Rutin Minta ljon Proyek hingga Rp 9,5 Miliar

    Setahun Menjabat, Bupati Bekasi Ade Kuswara Rutin Minta ljon Proyek hingga Rp 9,5 Miliar

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK, Bekasi— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, pada 17–18 Desember 2025. Politikus PDI Perjuangan tersebut dilaporkan telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (19/12/2025). Penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu langsung menyedot perhatian publik. Pasalnya, proses membawa […]

  • HAB ke-80 Kemenag RI, Bupati Karawang : Momentum Refleksi, Evaluasi, dan Penguatan Pengabdian

    HAB ke-80 Kemenag RI, Bupati Karawang : Momentum Refleksi, Evaluasi, dan Penguatan Pengabdian

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG — Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia dimaknai sebagai momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Pesan tersebut disampaikan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat memberikan amanat dalam Upacara Hari Amal Bhakti Kemenag RI ke-80 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Karawang. Kegiatan […]

  • Kajati Jambi Bantu Ijazah Anak Tertahan

    Kajati Jambi Bantu Ijazah Anak Tertahan, Ketua MUI Beri Apresiasi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Kajati Jambi bantu ijazah anak tertahan mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi, Dr. KH. Umar Yusuf, M.H.I. Langkah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi H. Sugeng Hariadi dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan masyarakat, khususnya dalam mendukung masa depan generasi muda. Ketua MUI Provinsi Jambi menyampaikan […]

  • Prof Dr H Haryadi saat memberikan pandangan terkait transformasi ekonomi dan tata kelola SDA di Provinsi Jambi.

    Mendorong Transformasi Ekonomi Jambi melalui Tata Kelola SDA yang Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Mendorong Transformasi Ekonomi Jambi melalui Tata Kelola SDA yang Berkelanjutan Oleh: Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. (Guru Besar Universitas Jambi, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi) Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah di Sumatera yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) sangat besar. Perkebunan sawit, karet, batu bara, migas, hingga hasil hutan selama […]

  • Sekda Sudirman Lepas 2 Capaska Tingkat Pusat Utusan Provinsi Jambi

    Sekda Sudirman Lepas 2 Capaska Tingkat Pusat Utusan Provinsi Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH melepas secara resmi 2 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Nasional Asal Provinsi Jambi atas nama Frans Sokhi Lase berasal dari SMAN 1 Kota Jambi dan Nindya Eltsani Fawwaz berasal dari SMAN 2 Kota Sungai Penuh. Pelepasan tersebut […]

  • Penculikan Anak: Tren Jaringan Digital dan Kejahatan Global

    Penculikan Anak: Tren Jaringan Digital dan Kejahatan Global

    • 1Komentar

    ​Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Guru Besar UIN STS Jambi) ​Pendahuluan Maraknya berita penculikan anak belakangan ini seakan membuka mata kita pada fakta yang menyedihkan: anak-anak kita semakin rentan. Fenomena ini bukan lagi sekadar modus kejahatan lokal, tetapi cerminan dari jaringan kejahatan global yang beroperasi hingga ke pelosok negeri. ​Urgensi masalah ini disorot tajam […]

expand_less