Aksi Damai 3 Marga di Polres Tanggamus: Serahkan 105 Kentongan, Dorong Penguatan Kamtibmas dan Siskamling
- account_circle Wandi
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- print Cetak

Aksi damai masyarakat 3 marga di Polres Tanggamus, Kamis (16/04/2026).
NEWS PUBLIK, TANGGAMUS – Ratusan masyarakat dari 3 marga di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, menggelar aksi damai di Mapolres Tanggamus, Kamis (16/04/2026). Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.
Tiga marga yang terlibat dalam aksi ini yakni Buay Tekhuggak, Buay Belunguh, dan Buay BeNyata. Kehadiran mereka tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga membawa simbol kebersamaan berupa ratusan kentongan bambu untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Aksi Damai 3 Marga Disambut Hangat Polres Tanggamus
Kedatangan ratusan warga disambut langsung oleh jajaran Polres Tanggamus. Empat kepala satuan (Kasat) hadir menerima massa aksi, yakni Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Binmas, dan Kasat Sabhara.
Suasana pertemuan berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban. Hal ini mencerminkan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Kasat Intelkam menegaskan bahwa partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat tiga marga. Ini menjadi dorongan positif bagi kami untuk terus menjaga keamanan bersama. Seluruh pengaduan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Serahkan 105 Kentongan, Hidupkan Kembali Siskamling
Sebagai bentuk dukungan konkret, masyarakat dari tiga marga menyerahkan sebanyak 105 kukuhan atau kentongan bambu kepada pihak kepolisian.
Penyerahan dilakukan secara simbolis dan diterima oleh empat Kasat Polres Tanggamus. Selanjutnya, kentongan tersebut akan didistribusikan ke seluruh Polsek di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Kentongan bambu ini bukan sekadar alat tradisional, tetapi menjadi simbol kebangkitan kembali sistem siskamling atau ronda malam yang selama ini mulai berkurang.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Tokoh Adat: Simbol Kebersamaan dan Komitmen Masyarakat
Batin Pemuka Adat Marga Buay BeNyata, Mat Helmi, menjelaskan bahwa penyerahan kentongan tersebut merupakan simbol komitmen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menurutnya, budaya ronda malam perlu dihidupkan kembali sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban.
“Ini adalah simbol bahwa masyarakat siap bergerak bersama aparat untuk mengaktifkan kembali siskamling di Kabupaten Tanggamus,” ungkap Mat Helmi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Dorong Kepolisian Lebih Responsif
Sementara itu, juru bicara tiga marga, Usman Mursyid, menegaskan bahwa aksi damai ini juga bertujuan untuk mendorong aparat kepolisian agar lebih responsif terhadap laporan masyarakat.
Ia menilai bahwa komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Aksi ini murni bentuk kepedulian kami. Harapannya, keamanan di Tanggamus semakin kondusif dan setiap keluhan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat berharap adanya peningkatan pelayanan serta kecepatan respons aparat dalam menangani berbagai persoalan kamtibmas.
Kolaborasi Masyarakat dan Polisi Jadi Kunci Stabilitas
Aksi damai ini menjadi gambaran kuat bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dengan adanya dukungan langsung dari masyarakat, diharapkan program kamtibmas yang dijalankan oleh Polres Tanggamus dapat berjalan lebih efektif.
Pengaktifan kembali siskamling juga menjadi langkah strategis dalam mencegah potensi tindak kriminalitas di tingkat lingkungan.
Selain itu, aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menuntut, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga keamanan wilayahnya.
Aksi Berlangsung Aman dan Kondusif
Seluruh rangkaian aksi damai berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib. Tidak terdapat insiden yang mengganggu jalannya kegiatan.
Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat tiga marga menjadi contoh positif dalam membangun sinergi dengan aparat penegak hukum.
Aksi ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tanggamus.
- Penulis: Wandi
