Breaking News
light_mode
Trending Tags

Panas! 2 Kubu Demo Soal Alih Fungsi Lahan Sawah di Teluknaga, Bupati Tangerang Jadi Sasaran Aduan

  • account_circle Bandi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 61
Dua Kubu Demo Soal Alih Fungsi Lahan Sawah di Teluknaga

Aksi demonstrasi perihal alih fungsi lahan persawahan di Teluknaga, Tangerang.

đź“° Panas! Dua Kubu Demo Soal Alih Fungsi Lahan Sawah di Teluknaga, Bupati Tangerang Jadi Sasaran Aduan

NEWS PUBLIK | Tangerang — Demo alih fungsi lahan Teluknaga memanas di depan kantor Bupati Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026). Dua kelompok massa yang sama-sama mengaku berasal dari Kecamatan Teluknaga turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi, namun dengan sikap yang saling bertolak belakang.

Situasi ini menciptakan pemandangan tak biasa. Alih-alih satu suara, demonstrasi justru diwarnai adu argumen antara kubu penolak dan kubu pendukung alih fungsi lahan persawahan. Kedua kelompok secara bergantian menyuarakan tuntutan mereka melalui orasi yang lantang, lengkap dengan spanduk yang mempertegas posisi masing-masing.

Pantauan di lokasi menunjukkan, massa dari kedua kubu berdiri berhadapan dan saling melemparkan pernyataan keras. Sebagian massa menolak keras rencana alih fungsi lahan karena dinilai berpotensi merusak lingkungan serta mengancam mata pencaharian petani.

Dalam aksi tersebut, kelompok yang menamakan diri Pribumi Bersatu menjadi salah satu pihak yang paling vokal menolak kebijakan alih fungsi lahan. Koordinator aksi, Heri, menegaskan bahwa persoalan izin alih fungsi lahan bukan berada di tingkat desa maupun kecamatan.

“Kewenangan menertibkan izin alih fungsi lahan itu dari pusat, bukan dari kades maupun camat,” teriak Heri di tengah kerumunan massa.

Kelompok ini menilai bahwa perubahan fungsi lahan pertanian menjadi kawasan lain dapat membawa dampak serius, terutama terhadap keberlanjutan lingkungan. Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan nasib para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor persawahan di Teluknaga.

Bagi mereka, mempertahankan lahan sawah bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Di sisi lain, kelompok yang mendukung demo alih fungsi lahan Teluknaga juga tak kalah lantang. Mereka menilai bahwa perubahan fungsi lahan justru menjadi peluang untuk mendorong pembangunan dan kemajuan wilayah.

Seorang orator dari atas mobil komando dengan penuh semangat menyampaikan bahwa warga Teluknaga membutuhkan perubahan agar tidak tertinggal dari daerah lain.

“Sampai kapan pun kami warga Teluknaga akan terus melawan, akan terus berjuang agar wilayah kami semakin maju dan tidak ketinggalan. Kami berharap orang-orang yang di luar Teluknaga, yang bukan warga Teluknaga, jangan ikut campur, karena kami yang merasakan, bukan kalian orang luar,” seru orator tersebut dengan nada tinggi.

Pernyataan ini memperlihatkan adanya perbedaan perspektif di tengah masyarakat. Sebagian warga memandang alih fungsi lahan sebagai ancaman, sementara yang lain melihatnya sebagai peluang pembangunan ekonomi dan modernisasi wilayah.

Aksi demo alih fungsi lahan Teluknaga ini sempat memicu ketegangan di lokasi. Kedua kubu yang berseberangan terlihat saling membalas orasi, menciptakan suasana yang cukup panas dan menyita perhatian warga sekitar.

Meski demikian, situasi masih dapat dikendalikan. Aparat gabungan dari TNI dan Polri tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi konflik yang lebih besar.

Kehadiran aparat menjadi langkah penting untuk memastikan aksi tetap berlangsung aman dan tidak berujung bentrokan fisik antar massa.

Dalam aksi tersebut, kantor Bupati Kabupaten Tangerang menjadi titik utama penyampaian aspirasi. Kedua kelompok sama-sama berharap pemerintah daerah dapat mengambil sikap atas polemik alih fungsi lahan yang tengah terjadi.

Meski kewenangan perizinan disebut berada di pemerintah pusat, massa tetap mendesak agar pemerintah daerah tidak tinggal diam dan turut memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bagaimana kebijakan tata ruang dapat memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Konflik kepentingan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan menjadi isu yang semakin kompleks, khususnya di wilayah yang tengah berkembang seperti Teluknaga.

  • Penulis: Bandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laka Truk Batu Bara Kembali Terjadi, Ketua MPLLBB Susana Wati Minta Semua Pihak Bertindak

    Laka Truk Batu Bara Kembali Terjadi, Ketua MPLLBB Susana Wati Minta Semua Pihak Bertindak

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI, 26 Januari 2026 — Ketua Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB), Susana Wati, angkat bicara setelah kembali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan pengangkut batu bara di wilayah Jambi Luar Kota. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 26 Januari 2026, sekitar pukul 00.15 WIB di kawasan Pondok Meja Pal […]

  • Gubernur Al Haris Tinjau Koperasi Desa Tangkit Baru

    Gubernur Al Haris Tinjau Koperasi Desa Tangkit Baru

    • 0Komentar

    Gubernur Jambi Al Haris Tinjau Kesiapan Koperasi Merah Putih di Tangkit Baru
    Tangkit Baru

  • Diduga Ada Rekayasa Penanganan Kasus, Korban PMH Ajukan Memori Banding di Pengadilan Tinggi Banten

    Diduga Ada Rekayasa Penanganan Kasus, Korban PMH Ajukan Memori Banding di Pengadilan Tinggi Banten

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Tangerang – Seorang warga berinisial E, korban dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), secara resmi mengajukan Memori Banding ke Pengadilan Tinggi Banten melalui Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Upaya banding ini dilakukan untuk perkara perdata No. 963/Pdt.G/2025/PN Tng, setelah putusan tingkat pertama dinilai tidak menyentuh pokok perkaranya dan dianggap tidak memberikan akses keadilan bagi pembanding. […]

  • Polres Labusel Kehilangan Salah Satu Personel Prajurit Terbaiknya

    Polres Labusel Kehilangan Salah Satu Personel Prajurit Terbaiknya

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUSEL – Keluarga besar Polres Labuhanbatu Selatan berduka. Salah satu personel terbaiknya, AIPTU Edy Syahputra Harahap, meninggal dunia pada Jumat (20/2/2026) malam setelah menjalani perawatan akibat sakit. Almarhum dikenal sebagai sosok berdedikasi, loyal dalam bertugas, serta ramah terhadap rekan kerja dan masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga […]

  • Unit Reskrim Polsek Tabir Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian

    Unit Reskrim Polsek Tabir Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Merangin – Unit Reskrim Polsek Tabir Polres Merangin berhasil mengamankan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, yang terjadi di RT. 01 RW. 01 Kelurahan Pasar Baru Rantau Panjang, Kecamatan Tabir. Pelaku berinisial DR (21) warga Lorong Pinang, Kelurahan Pasar Baru, Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Aksi pencurian diketahui terjadi pada Sabtu (25/2/25), […]

  • Copot dan Penjarakan Kapus Pandau Jaya Kec. Siak Hulu !! Diduga Mark Up Dana Anggaran PMT Dan Obat-Obatan

    Copot dan Penjarakan Kapus Pandau Jaya Kec. Siak Hulu !! Diduga Mark Up Dana Anggaran PMT Dan Obat-Obatan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Siak Hulu – Adanya informasi dari masyarakat tentang dugaan adanya penyalah guna dana anggaran PMT, tim garda Pandau jaya langsung datangi puskesmas Pandau jaya untuk menjumpai kepala puskesmas secara langsung slasa 15/07/2025. Temuan dari tim, Sungguh mengerikan dan tidak berprikemanusiaan, bagaimana tidak anggaran untuk Penambahan Makanan Tambahan (PMT) dan obat-obatan untuk Ibu Hamil […]

expand_less