FSBJ Gebrak Pemkot Jambi, 7 Tuntutan Kritis Disodorkan ke Sekda
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | KOTA JAMBI – Gelombang kritik terhadap sejumlah persoalan perkotaan kembali menghantam Pemerintah Kota Jambi. Federasi Serikat Buruh Jurnalis (FSBJ) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemkot Jambi dan menyodorkan tujuh tuntutan kritis, mulai dari penertiban penyedia internet, kemacetan di SPBU solar bersubsidi, persoalan sampah, dana bantuan keuangan, hingga transparansi hibah organisasi kemasyarakatan.
Aksi tersebut dipimpin Ketua FSBJ Donner Gultom. Massa meminta Pemkot Jambi tidak sekadar mendengar, tetapi mengambil langkah nyata terhadap berbagai persoalan yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan roda ekonomi.
Aspirasi tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi A. Ridwan.
Dalam pertemuan dengan perwakilan FSBJ, Ridwan menyatakan akan membawa seluruh tuntutan tersebut kepada Wali Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi juga menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama FSBJ pada Jumat, 4 September 2026, di Ruang Wali Kota Jambi.
Pertemuan itu rencananya melibatkan tujuh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas satu per satu tuntutan yang disampaikan.
Dari SPBU hingga Sampah, Persoalan Kota Disorot
FSBJ menilai sejumlah persoalan di Kota Jambi membutuhkan penanganan yang lebih tegas.
Salah satu sorotan diarahkan terhadap keberadaan penyedia layanan internet atau WiFi. FSBJ meminta Pemkot Jambi melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap izin operasional seluruh penyedia layanan internet dan pengurus APJJI.
FSBJ menyebut ada dugaan pelaku usaha jasa internet beroperasi tanpa izin resmi. Namun, tudingan tersebut masih merupakan aspirasi dan dugaan yang disampaikan dalam aksi, sehingga membutuhkan verifikasi serta klarifikasi dari pihak berwenang.
Sorotan berikutnya menyasar 17 SPBU penyalur solar bersubsidi di Kota Jambi.
FSBJ mempersoalkan antrean panjang dan parkir truk di bahu jalan yang dinilai menjadi salah satu pemicu kemacetan. Mereka mendesak adanya penataan ulang jalur antrean serta penindakan terhadap kendaraan yang parkir hingga mengganggu badan jalan.
Tak hanya soal lalu lintas, persoalan sampah juga ikut dibawa ke meja Pemkot Jambi.
FSBJ mempertanyakan sistem pengelolaan sampah yang dinilai belum mampu mengatasi penumpukan di sejumlah titik. Mereka juga mempertanyakan keberadaan tagihan retribusi sampah kepada masyarakat ketika pelayanan pengelolaannya dinilai belum memadai.
- Penulis: Eli/Tim










