Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga Melayat ke Rumah Duka Korban Penusukan
- account_circle RM
- calendar_month 1 jam yang lalu

NEWS PUBLIK | LABUSEL – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Wahyu Kurniawan, remaja yang meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan dan penusukan di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.
Di tengah suasana duka, jajaran Polsek Torgamba hadir langsung ke rumah duka sebagai bentuk empati, dukungan moril, sekaligus memastikan proses hukum kasus tersebut berjalan secara profesional, adil, dan transparan.
Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga bersama personel melaksanakan kunjungan duka ke Kampung Lalang, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Jumat (15/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pihak kepolisian turut memberikan trauma healing kepada keluarga korban guna membantu pemulihan kondisi psikologis pasca peristiwa tragis yang merenggut nyawa Wahyu Kurniawan.
Kegiatan kemanusiaan itu dipimpin langsung oleh AKP Sunipan Gurusinga dan didampingi sejumlah pejabat utama Polsek Torgamba, di antaranya AIPTU Jhoni selaku Ps. Kanit Intel, AIPTU B. Sinaga selaku Ps. Kanit Binmas, AIPTU Kariyanto selaku Ps. Kanit Lantas, serta AIPTU PF Tanjung selaku Ps. Kanit Sabhara.
Kehadiran aparat kepolisian di rumah duka menjadi bentuk kepedulian institusi Polri terhadap keluarga korban yang tengah berduka mendalam.
Melalui Kapolsek Torgamba, Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring Muham turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Wahyu Kurniawan.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada orang tua serta keluarga almarhum agar tetap tabah menghadapi cobaan ini,” ujar AKP Sunipan Gurusinga.
Selain melayat, personel Polsek Torgamba juga memberikan pendampingan psikologis kepada pihak keluarga sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan terhadap masyarakat yang mengalami peristiwa traumatis.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Sunipan Gurusinga menegaskan komitmen kepolisian untuk menangani perkara pengeroyokan dan penusukan itu secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kami memastikan proses hukum berjalan secara adil dan transparan. Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Suasana haru pecah saat ibu korban, Nur’Asiah, menyampaikan harapannya agar seluruh pelaku dihukum seberat-beratnya atas peristiwa yang menewaskan putranya.
Dengan mata sembab dan suara bergetar, Nur’Asiah mengaku kehilangan sosok anak yang sangat dicintainya.
“Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya,” ungkap Nur’Asiah di rumah duka.
Kasus tragis tersebut hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat Desa Aek Batu dan sekitarnya. Warga berharap aparat penegak hukum bertindak tegas demi menghadirkan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan musyawarah, bukan dengan tindakan brutal yang berujung hilangnya nyawa seseorang.
Kini keluarga korban bersama masyarakat luas menaruh harapan besar agar proses penyidikan berjalan terbuka, profesional, dan tuntas sehingga keadilan benar-benar ditegakkan.
- Penulis: RM
